Torino Terlalu Pasif di Sisi Sayap, Tekanan ke Inter Kurang Maksimal

Gia Yuda Pradana | 5 Februari 2026 07:16
Torino Terlalu Pasif di Sisi Sayap, Tekanan ke Inter Kurang Maksimal
Pemain Inter Milan Davide Frattesi (kiri) berebut bola udara dengan pemain Torino Sandro Kulenovic pada laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Bola.net - Laga Inter vs Torino pada babak perempat final Coppa Italia 2025/2026 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Inter Milan di Stadio Brianteo, Monza, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini memastikan Inter melangkah ke semifinal meski tampil dengan banyak rotasi pemain akibat badai cedera.

Pertandingan digelar di stadion netral karena San Siro tidak dapat digunakan menyusul persiapan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Inter tetap tampil efisien melalui gol Ange-Yoan Bonny menit ke-35 dan Andy Diouf menit ke-47.

Advertisement

Torino sempat memperkecil ketertinggalan lewat Sandro Kulenovic pada menit ke-57 dan menciptakan tensi hingga akhir laga. Akan tetapi, peluang Matteo Prati untuk menyamakan skor dianulir karena posisi offside.

1 dari 2 halaman

Torino Terlalu Pasif di Sayap

Torino Terlalu Pasif di Sayap

Pemain Inter Milan, Andy Diouf (kanan), berebut bola dengan pemain Torino, Adrien Tameze, dalam pertandingan Coppa Italia, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Pelatih Torino, Marco Baroni, menilai timnya kurang agresif dalam memanfaatkan sektor sayap di laga Inter vs Torino. Menurutnya, tekanan di area tersebut bisa memberi masalah lebih besar bagi lini pertahanan Inter.

“Saya puas dengan performa tim, sayangnya kami sedikit pasif sehingga tidak cukup menyerang mereka lewat sayap, tempat kami bisa memberi tekanan lebih besar kepada Inter,” ujar Baroni kepada Sport Mediaset. Ia menambahkan bahwa pendekatan itu membuat Torino kehilangan momen penting untuk menguasai jalannya laga.

Baroni mengakui permainan timnya membaik pada babak kedua dengan intensitas serangan yang lebih tinggi. Namun, keterbatasan waktu adaptasi pemain baru membuat koordinasi belum berjalan maksimal.

2 dari 2 halaman

Pemain Baru dan Evaluasi ke Depan

Pemain Baru dan Evaluasi ke Depan

Pemain Inter Milan Andy Diouf (atas) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Torino pada laga Coppa Italia/Piala Italia antara Inter vs Torino di Monza, Italia, Rabu, 4 Februari 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Empat rekrutan Januari langsung turun sebagai starter dalam laga ini, yakni Matteo Prati, Sandro Kulenovic, Rafael Obrador, dan Luca Marianucci. Keputusan tersebut membuat Torino tampil berani, tetapi juga menghadirkan risiko dari sisi organisasi permainan.

“Kami bermain lebih baik di babak kedua, tim tetap hidup dan percaya diri serta agresif dalam menyerang,” kata Baroni. “Kami juga harus menyadari bahwa ada tiga pemain yang baru menjalani beberapa sesi latihan bersama rekan setimnya.”

Baroni mengakui kekecewaan tersingkir dari Coppa Italia, tetapi melihat laga ini sebagai modal kerja ke depan. “Tentu kami sedih tersingkir dari kompetisi, tetapi performa ini akan membantu kami bekerja dengan keyakinan yang lebih besar,” ujarnya.

Torino sendiri terakhir kali mencapai semifinal Coppa Italia pada 1993 sehingga kekalahan ini masih berada dalam konteks sejarah panjang mereka di turnamen tersebut. Namun, pelatih menilai tim harus meningkatkan tempo dan keberanian dalam menyerang pada laga-laga berikutnya.

Hasil laga Inter vs Torino memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim dalam memanfaatkan peluang. Torino dinilai perlu lebih aktif menekan lewat sisi lapangan jika ingin bersaing dengan klub yang berpengalaman seperti Inter.

Baroni menegaskan bahwa skuadnya harus menaikkan level permainan secara kolektif. “Tim harus memberikan segalanya dan percaya pada apa yang kami kerjakan. Kami bisa melakukan lebih, dan harus berjuang untuk itu,” tutupnya.

Sumber: Football Italia

LATEST UPDATE