Van Bommel Tak Mengira Bisa Lewati 500 Laga
Editor Bolanet | 4 Februari 2012 19:30
- AC Milan boleh saja kalah dari Lazio tengah pekan kemarin, namun ada satu prestasi positif yang dicatat penggawanya setelah Mark Van Bommel melakoni laga ke-500 sepanjang karirnya di Stadio Olimpico.
Dan gelandang asal Belanda itu mengaku tak pernah terpikirkan dalam benaknya akan mencapai prestasi tersebut.
Saat saya memulai karir sebagai pemain sepak bola, saya tak pernah berpikir bisa sukses mencapai laga lebih dari 500. Saya harusnya senang karena saya sudah pernah menderita cedera dan 500 angka yang bagus, terangnya.
Dalam karir saya saya sudah bermain dengan banyak jawara, namun yang terhebat adalah seorang bernama Luc Nilis. Kami bersama di PSV dan ia playmaker kami dengan gerak kaki sempurna. Ia tahu bagaimana mengambil penalti, tendangan bebas dan sepak pojok dengan sangat baik, namun kemudian karirnya diganggu cedera serius yang juga mengancamnya kehilangan kaki.
Laga terberat yang pernah saya mainkan? Final Piala Dunia tahun 2010. Timnas Belanda tak bermain sangat baik, namun saya tahu jika kami harusnya bisa mengalahkan Spanyol, kenangnya.
Saat saya menjadi lebih tua nanti saya ingin jadi pelatih, namun masih ada banyak waktu sebelum itu. (foti/row)
Dan gelandang asal Belanda itu mengaku tak pernah terpikirkan dalam benaknya akan mencapai prestasi tersebut.
Saat saya memulai karir sebagai pemain sepak bola, saya tak pernah berpikir bisa sukses mencapai laga lebih dari 500. Saya harusnya senang karena saya sudah pernah menderita cedera dan 500 angka yang bagus, terangnya.
Dalam karir saya saya sudah bermain dengan banyak jawara, namun yang terhebat adalah seorang bernama Luc Nilis. Kami bersama di PSV dan ia playmaker kami dengan gerak kaki sempurna. Ia tahu bagaimana mengambil penalti, tendangan bebas dan sepak pojok dengan sangat baik, namun kemudian karirnya diganggu cedera serius yang juga mengancamnya kehilangan kaki.
Laga terberat yang pernah saya mainkan? Final Piala Dunia tahun 2010. Timnas Belanda tak bermain sangat baik, namun saya tahu jika kami harusnya bisa mengalahkan Spanyol, kenangnya.
Saat saya menjadi lebih tua nanti saya ingin jadi pelatih, namun masih ada banyak waktu sebelum itu. (foti/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













