Bola Beli: Apa Sih Kekurangan dan Kelebihan Sepatu Futsal Specs?
Serafin Unus Pasi | 11 November 2020 18:19
Bola.net - Banyak penggemar futsal mengeluhkan sepatu mereka tiba-tiba outsole-nya copot ketika sudah lama dipakai di lemari. Fenomena ini terjadi bukan karena tidak kuatnya lem atau jahitan yang menghubungkan upper shoes dan bagian sol luar sepatu itu, tapi lebih karena mengelupasnya bagian atas sepatu yang jadi tempat melekatnya lem. Hal ini tidak terjadi pada sepatu futsal merek Specs.
Sepatu futsal Specs yang kini ditawarkan di toko daring maupun offline market place ada di kisaran harga Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu. Harga ini jelas sangat kompetitif dibanding merek-merek impor semodel Adidas, Nike, hingga Puma, yang dibanderol lebih dari Rp 750 ribu.
Karena relatif lebih ekonomis banyak atlet profesional semula ragu memilih Specs karena dianggap tidak tahan banting dan mudah rusak bila disimpan lama dalam lemari karena proses pengelupasan lapisan luar bagian atas sepatu. Namun, kenyataannya justru merek buatan Indonesia itu belakangan jadi favorit para atlet futsal bayaran karena teknologi penyatuan sol sepatu Specs dengan bagian atasnya sudah setara merek impor.
Well, dengan harga ekonomis, warna cerah, ringan, serta kuat, jelas produk sepatu futsal Specs jadi favorit. Tapi, sayangnya ada beberapa kelemahan yang dikeluhkan sejumlah pengguna untuk seri sepatu futsal Specs tertentu.
Untuk seri sepatu futsal Specs Swervo Galactica Elite, misalnya, pada bagian leher sepatu yang memiliki tambahan pelindung seperti turtle-neck sangat bagus untuk melindungi mata kaki layaknya bahan karet pelindung engkel sehingga mengurangi risiko terkilir. Namun, bahan pelindung yang sekilas berpola kain rajutan ini mudah sekali melar setelah sepatu berapa kali dicuci.
Imbasnya alih-alih jadi pelindung, turtle neck ini malah jadi sering menggulung dan mengurangi ruang gerak engkel setelah sepatu sering dicuci.
Versi Tanpa Tali Kurang Genggamannya
Kelemahan lain juga ditemukan di sepatu futsal Specs seri Accelerator Slaz Elite yang tidak menggunakan tali alias bertipe slip-in. Untuk tipe pantofel ini genggaman pada keseluruhan tempurung kaki dirasakan tidak konsisten dan cenderung kurang stabil sehingga sepatu bisa bergeser-geser saat dipakai bermanuver dan saat melakukan tendangan.
Para pengguna pun disarankan untuk tidak mencuci seri Swervo Galatica Elite dengan mesin cuci atau menarik-narik bagian leher sepatu dengan kuat untuk menghindari cepat kendornya bagian turtle neck. Sedangkan di seri Accelerator Slaz Elite sebaiknya pemakai benar-benar mencari ukuran yang benar-benar pas di sisi lebar dan sisi panjang-nya karena penyesuaian genggaman tidak bisa dilakukan dengan cara lain seperti halnya dengan mengencangkan ikatan tali.
Bila tidak yakin cocok dengan dua jenis seri sepatu futsal Specs di atas lebih baik pembaca membeli kedua jenis sepatu tersebut secara offline saja. Lewat pembelian daring, cara teraman adalah dengan tetap memilih sepatu futsal bertali yang mudah disesuaikan bentuknya agar nyaman saat dipakai bermain. Ingat, jangan membeli sepatu futsal hanya karena harganya murah atau tampilannya menarik saja, pastikan ukuran sepatu yang Anda beli pas dan bakal nyaman dipakai untuk berlari, bermanuver dan melakukan shooting. Bijaklah dalam memilih sepatu saat berbelanja online.
Sumber: Bola.com/Penulis: Darojatun, Published: 11 November 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bola Beli: Adidas Copa Sense, Sepatu Bola Elegan dengan Aksen Warna Hitam
Lain Lain 25 Maret 2021, 22:56
-
Video Bola Beli: Melihat Plus Minus Sepatu Bola Adidas Predator 20.3 FG
Open Play 25 Maret 2021, 22:30
-
Bola Beli: Contoh-contoh Olah Raga Permainan Bola Besar, Apa Saja?
Lain Lain 25 Maret 2021, 22:24
-
Bola Beli: Yuk Kenali Teknik Dasar Bermain Kasti!
Lain Lain 25 Maret 2021, 22:16
-
Bola Beli: Apa Sih Keunggulan Raket Yonex Astrox 88 S?
Lain Lain 16 Maret 2021, 00:21
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


