Penting, Pahami Cara-Cara Turunkan Risiko Osteoporosis
Anindhya Danartikanya | 21 April 2020 16:25
Bola.net - Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang lebih sering dialami oleh lansia di atas umur 50 tahun, khususnya pada wanita. Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang mengalami kekurangan kepadatan dan menyebabkan tulang itu menjadi keropos dan mudah patah.
Penyakit ini sering tak memunculkan gejala, dan biasanya orang baru mengetahui mereka terkena osteoporosis saat mengalami patah tulang. Salah satu penyakit tulang ini sebenarnya dapat menyerang siapa saja, kalangan muda maupun tua, namun yang memiliki risiko paling tinggi adalah wanita.
Wanita yang telah berumur di atas 50 tahun memiliki risiko paling tinggi karena berkurangnya kadar esterogen dalam tubuh yang memiliki fungsi memadatkan tulang. Pengidap osteoporosis biasanya adalah mereka yang jarang mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D, yang merupakan nutrisi untuk menjaga kesehatan tulang.
Alhasil, bagi Anda yang tidak ingin terkena osteoporosis, hal terbaik adalah menjaga kesehatan tulang sejak dini dengan mengonsumsi makanan penuh nutrisi dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Ada beberapa hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena osteoporosis, beberapa di antaranya adalah berjemur di bawah sinar matahari dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Berikut rangkuman dari Waller Walness Center, enam hal yang dapat menurunkan risiko Anda terkena osteoporosis.
Mengurangi Minum Berkarbonasi
Minuman berkarbonasi seperti minuman bersoda, sparkling water, dan champagne adalah jenis minuman yang dapat melarutkan kalsium yang ada pada tulang.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University, pada wanita berusia 16 hingga 20 tahun menunjukkan bahwa setengah dari mereka mengalami keropos tulang sebagai akibat dari terlalu banyak meminum minuman bersoda.
Selain itu, dalam minuman berkarbonasi mengandung banyak fosfat, sebuah senyawa yang dapat menghilangkan kandungan kalsium pada tulang manusia.
Menjaga Asam dalam Perut
Banyak orang yang mengonsumsi obat penghambat asam saat mereka merasakan sakit perut, sebagian besar dari obat tersebut sering kali menghilangkan asam yang ada dalam perut.
Asam lambung diperlukan oleh tubuh untuk membantu menyerap mineral seperti kalsium, magnesium, dan seng, sehingga jika Anda mengurangi asam lambung secara signifikan, hal tersebut dapat dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
Mengurangi Asupan Kafein
Bagi mereka yang gemar meminum kopi dalam segala kondisi, mengurangi minuman tersebut secara perlahan adalah hal yang baik untuk menurunkan risiko terkena osteoporosis.
Setiap cangkir kopi yang kita minum, dapat menghilangkan kadar kalsium dalam tulang sebanyak 150mg, yang ikut larut saat kita melakukan buang air kecil.
Anda dapat mengganti kopi dengan teh yang memiliki kadar kafein lebih sedikit. Jika Anda tidak dapat mengganti kopi dengan minuman apa pun, Anda dapat menambah asupan kalsium dalam tubuh dan mengurangi porsi meminum kopi.
Sering Berjemur di Bawah Sinar Matahari
Kekurangan vitamin D menjadi satu di antara penyebab munculnya osteoporosis. Vitamin D membantu tubuh untuk menyerap kalsium yang masuk ke tubuh.
Selain bisa didapatkan dari asupan makanan bernutrisi, vitamin D juga bisa didapatkan dari berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Sinar matahari yang menyentuh tubuh kita diubah oleh kulit menjadi vitamin D. Waktu yang tepat untuk berjemur adalah antara jam 7-11 pagi, dan lakukan paling tidak selama 15 menit.
Melakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin
Ketika Anda melakukan aktivitas fisik, otot-otot dalam tubuh akan ikut bergerak dan memberi sinyal kepada tulang bahwa tulang harus bekerja dengan ekstra.
Setiap aktivitas fisik yang Anda lakukan seperti angkat beban, berlari, dan menaiki tangga dapat meningkatkan kepadatan tulang dengan cukup signifikan.
Melatih menahan beban atau angkat beban menjadi aktivitas fisik yang sangat membantu memadatkan tulang. Lakukan setiap hari setidaknya selama 15 hingga 20 menit.
Mengurangi Stres
Jika Anda sering mengalami stres dengan berbagai alasan, segera kurangi. stres dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis.
Stres yang Anda alami sering kali meningkatkan kadar kortisol, dan jika kadar kortisol terlalu tinggi untuk jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan keropos pada tulang.
Kortisol sangat tidak baik untuk insulin dan menyebabkan resistensi insulin, yang pada akhirnya meningkatkan gula darah dan menyebabkan hilangnya kalsium yang ikut larut dalam urin.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Rheza Aditya Gradianto/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 21 April 2020
Video: 6 Jenis Masker Beserta Fungsinya untuk Cegah Virus Corona
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026: Misi Pecah Batas di Amerika Utara
Piala Dunia 18 April 2026, 20:00
-
Profil Timnas Swedia di Piala Dunia 2026: Jalan Terjal Menuju Kebangkitan
Piala Dunia 18 April 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Manchester United Mundur Perlahan dari Perburuan Elliot Anderson?
Liga Inggris 22 April 2026, 08:12
-
Kata Legenda MU: Kobbie Mainoo Bakal Semakin Mengerikan!
Liga Inggris 22 April 2026, 07:02
-
Man of the Match Madrid vs Alaves: Kylian Mbappe
Liga Spanyol 22 April 2026, 05:29
-
Man of the Match Inter vs Como: Hakan Calhanoglu
Liga Italia 22 April 2026, 05:07
-
Man of the Match Brighton vs Chelsea: Jan Paul van Hecke
Liga Inggris 22 April 2026, 05:00
-
Hasil Brighton vs Chelsea: The Blues Dibikin Malu di Kandang Burung Camar!
Liga Inggris 22 April 2026, 03:59
-
Kylian Mbappe dan Thibaut Courtois Bisa 'Selamatkan' Musim Real Madrid
Liga Spanyol 22 April 2026, 03:35
-
Nasib Arne Slot di Liverpool Ditentukan Liga Champions, Ini Syaratnya
Liga Inggris 22 April 2026, 03:03
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59










