Ternyata Kini Ada Teknik Baru dalam Operasi Penggantian Lutut
Ari Prayoga | 10 Mei 2020 19:58
Bola.net - Rona, 58 tahun, tak mengalami perubahan berarti usai menjalani operasi penggantian sendi lutut pada 2007 silam. Sebelumnya, konsultan perusahan arsitektur dan desain interior terkemuka itu mengalami pengapuran (osteoatritis).
Rona tetap mampu berjalan lincah, naik turun tangga atau mendampingi kliennya berkeliling melihat show room di kantornya. Bahkan, nenek dari dua cucu itu pun tidak kesulitan saat duduk bersila. Kemampuan bersila tersebut ditunjukkan Rona saat hadir dalam acara konferensi pers mengenai operasi pergantian sendi lutut di RS Medistra, Jakarta, pada Selasa (21/8).
Kemampuan duduk bersila setelah menjalani penggantian sendi lutut merupakan suatu hasil dari teknologi protese tercanggiih & terbaru di dunia saat ini, dan pertama kali di Indonesia (Februari 20017). Pada kesempatan itu, Rona menuturkan rasa nyeri di lutut ia rasakan sejak awal 2006. Oleh dokter, Rona didiagnosa menderita OA tahap lanjut dan disarankan menjalani operasi pergantian sendi lutut (knee replacement). Namun, Rona memilih ke pengobatan alternatif. “Saya katakutan menjalani operasi. Soalnya, saya banyak melihat pengalaman operasi lutut justru bertambah parah,” ungkap Rona.
Info dan jadwal dokter ortopedi yang bagus di Jakarta, selengkapnya.
Pada awal Februari lalu, Rona terjatuh. Sejak kejadian itu, ia tidak mampu berjalan seperti biasa. Ia pun memutuskan untuk menjalani operasi penggantian sendir lutut dengan teknologi terbaru, yakni compter assisted orthopaedic surgery (CAOS). Hasilnya, Rona pun dapat berjalan normal kembali. Pada kesemoatan yang sama, spesialis bedah tulang dari RS Medistra Dr Nicolaas Budhiparama, Jr SpOT, mengungkapkan, takut menjalani operasi merupakan kondisis yang umum terjadi. “Ketakutan tersebut sering kali membuat pasien menunda-nunda operasi. Hal tersebut tentu merugikan, karena membuat kondisi sakit pasien bertambah parah,” ujar Dr Nicolaas.
Sebenarnya, lanjutnya, dengan kemajuan teknologi kedokteran yang ada saat ini pasien tidak perlu khawatir lagi menjalani operasi. Di bidang operasi penggantian sendi lutut, misalnya, kini ada teknologi erbaru, yakni computer assited orthopaedic surgery (CAOS). Teknologi itulah yang digunakan Dr Nicolaas saat mengoperasi Rona.
Dokter Nicolaas mengungkapkan, CAOS merupakan metode operasi bedah tulang dengan bantuan komputer yang mampu membantu dan menunjukkan visualisasi organ yang dioperasi secara jelas pada layar monitor yang dapat dilihat dokter ahli bedah. Dengan CAOS, dokter dapat melihat gambaran tiga dimensi (3D) dari anatomi lutut pasien. dengan demikian, operasi pun dapat direncanakan secara akurat. Bantuan teknoligi seperti yang diberikan CAOS sangat bermanfaat untuk operasi penggantian sendi lutut yang terbilang rumut. Pasalnya, pada operasi penggantuan sendi lutut selama ini sering terjadi berbagai komplikasi yang membuat pasien semakin menderita. Komplikasi tersebut bisa disebabkan beberapa hal.
Antara lain, kurang akuratnya prediksi anatomi dari kerusakan tulang sebelum operasi sehingga terjadi peletakan implan yang tidak akurat,deviasi dari pisau potong yang digunakan, sayatan operasi yang terlalu besar, sehingga kemungkinan terjadinya infeksi lebih besar, dan yang terpenting adalah kemampuan dari dokter ahli bedah tulang yang menanganinya.
Operasi dengan teknologi CAOS ini masih terbilang baru dan langka di dunia, dan di Indonesia sendiri pertama kali dilakukan pada n 2006 di rumah sakit Medistra, Namun, baru setahun kemudian dipublikasikan, mengingat perlu adanya suatu evaluasimedis dengan hasil yang baik dari metode ini terhadap sejumlah pasien yang cukup signifikan, demikian penjelasan Dr. Nicolaas. “Teknologi CAOS dapat meminimalisasi komplikasi tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, DR Nicolaas menjelaskan, pada praktiknya, operasi penggantuan sendi lutut dilakukan dengan membedah bagian lutut terlebih dulu. Melalui pemeriksaan pendahuluan dengan komputer CAOS, panajng area pembedahan dapat ditentukan dan dibuat seminimal mungkin (minimal invasive). Pembedahan biasanya dilakukan dengan penyayatan pada area 2 cm di atas tempurung lutut dan di sepanjang area tempurung serta 2 cm di bawah tempurung lutut. Sesudahnya, dilakukan pemotongan pada ujung tulang pada (fermur) dan betis (tibia) yang membentuk sendi lutut.
Pemotongan dilakukan tahap demi tahap. Panjang, luas, dan kemiringan area pemotongan disesuaikan komputer CAOS. Selanjutnya, pada tibia akan dipasang komponen tibial tray yang terbuat dari metal dan plastic spacer yang terbuat dari polyethylen. Sedangkan pada bagian femur akan dipasangkan komponen femoral dari bahan metal. Ukuran implan disesuaikan dengan anatomi pasien. Dengan demikian, terbentuklah sendi lutut buatan yang baru. Sesudah operasi pasien harus menjalani terapi lebih dulu untuk bisa berjalan normal. Sesudahnya, pasien dapat mulai beraktivitas seperti biasa.
Hampir 85% - 90% dari pasien yang menjalani operasi penggantian sendi lutut merasakan kepuasan karena rasa sakit menjadi hilang dan fungsi sendi dalam bergerak dapat kembali. Sejauh ini, sebanyak 90% hasil operasi dapat berahan hingga 20 tahun lebih.
Disadur dari: dokternicolaas.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

