Waspadai 7 Bahaya Telinga Berdenging dan Pahami Cara Pencegahannya
Anindhya Danartikanya | 2 Oktober 2020 17:30
Bola.net - Sebagian besar orang pasti pernah mengalami telinga berdenging secara tiba-tiba. Kondisi ini terjadi tak kenal waktu dan berlangsung beberapa detik hingga menit. Tak sedikit pula saat telinga berdenging dibarengi dengan rasa sakit yang menusuk.
Menurut kepercayaan sebagian orang, telinga berdenging dikaitkan dengan Anda sedang dibicarakan orang lain. Padahal, kondisi tersebut bisa menandakan penyakit tertentu.
Jika telinga Anda sering berdenging dan tak kunjung sembuh dalam hitungan jam atau hari, hal itu bisa disebut terkena tinnitus. Untuk itulah, Anda harus waspada saat telinga berdenging terlalu lama.
Tak bisa dipungkiri, menjaga kesehatan dan kebersihan organ pendengaran atau telinga sering terabaikan. Padahal, dengan menjaga kebersihan telinga, gangguan pendengaran akan bisa diatasi atau dicegah.
Berikut rangkum bahaya yang bisa terjadi saat telinga berdenging terlalu lama, disadur dari Klikdokter, Selasa (29/9/2020).
Penyakit yang Berkaitan dengan Telinga Berdenging
1. Penyakit meniere
Kondisi ini merupakan kelainan pada telinga dalam karena adanya tekanan pada cairan atau komposisi telinga dalam yang tidak normal sehingga dapat menjadi penyebab telinga berdenging.
2. Trauma pada kepala atau telinga
Kondisi ini dapat memengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran. Umumnya, penyebab telinga berdenging adalah trauma pada salah satu telinga.
3. Tumor jinak
Adanya tumor jinak pada saraf otak dapat memengaruhi keseimbangan dan pendengaran sehingga menyebabkan telinga berdenging pada satu di antara telinga.
4. Kelainan pembuluh darah
Telinga berdenging karena kelainan pembuluh darah ini bersifat pulsatil atau berdenyut. Menurutnya, telinga berdenging (tinnitus) yang terjadi karena hal ini adalah jenis tinnitus objektif.
Penyakit yang Berkaitan dengan Telinga Berdenging
5. Stres dan depresi
Ketika tes pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab lain dari tinnitus tidak teridentifikasi, biasanya telinga berdenging disebabkan oleh adanya stres atau depresi.
6. Gangguan pada rahang
Dilansir dari WebMD, masalah pada rahang atau sendi temporomandibular (TMJ) dapat menyebabkan telinga berdenging. Kondisi ini akan disertai gejala nyeri pada persendian saat mengunyah dan berbicara. Jika hal ini terjadi, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis THT.
Untuk sementara waktu, Anda juga disarankan untuk menghindari suara keras serta pencetus tinnitus atau telinga berdenging seperti kopi, teh, rokok, dan garam, serta melakukan olahraga rutin untuk memperlancar sirkulasi darah.
7. Pertumbuhan tulang yang tidak normal
Gangguan yang disebut otosklerosis dapat menyebabkan tulang di telinga tengah tumbuh tidak normal. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan telinga berdenging dan kerap terjadi pada usia 30-an.
Bila dalam keluarga terdapat riwayat otosklerosis, Anda perlu lebih waspada karena kemungkinan untuk mengalaminya lebih tinggi. Hal ini seperti dijelaskan pada situs berita kesehatan Best Health.
Mencegah Telinga Berdenging
- Gunakan dan pakailah pelindung telinga saat beraktivitas di dekat sumber suara yang sangat nyaring, seperti di konser musik, di ruangan bermesin, serta ketika di dalam pesawat terbang.
- Jika gemar memakai earphone atau headset untuk mendengarkan musik, usahakan untuk melepasnya dan mengistirahatkan telinga setiap satu jam. Atur volume hingga sekitar 60 persen saja, tidak terlalu keras.
- Segera periksakan diri ke dokter THT, terutama jika telinga berdenging terus menerus dan terasa sangat mengganggu. Dokter THT akan melakukan pemeriksaan dan melakukan tes uji berupa CT-scan atau MRI juga untuk mendeteksi adanya kerusakan di dalam telinga.
- Cobalah untuk memutar musik ringan atau menyalakan radio. Selain itu, supaya telinga berdenging tidak memicu stres, sempatkan diri untuk melakukan relaksasi dengan yoga atau meditasi.
Sumber: Klikdokter | Disadur dari: Bolacom (Hanif Sri Yulianto, Aning Jati) | Dipublikasi: 29 September 2020
Video: 5 Pemain Bintang di Liga Spanyol dengan Harga Tertinggi Termasuk Lionel Messi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





