Review: Marseille Dekati Gelar
Editor Bolanet | 1 Mei 2010 13:56
Hasil tersebut membuat Marseille mengumpulkan 72 poin. Auxerre, yang belum terkalahkan dalam 12 pertandingan liga, menyusul lima poin di bawahnya dengan menyisakan tiga pertandingan lagi.
Marseille, yang memasuki pertandingan tersebut dengan bekal tujuh kemenangan beruntun, akan mendapatkan mahkota juara jika mereka mengalahkan Stade Rennes pada Rabu dan Auxerre gagal menang dalam pertemuan di kandang Olympique Lyon.
"Ini hasil imbang yang bagus melawan tim yang sangat bagus. Kami datang untuk menghindari kekalahan," kata pemain belakang Marseille Souleymane Diawara kepada saluran televisi Orange Sport.
"Kami sekarang harus memetik sebanyak mungkin poin untuk menjadi juara."
Marseille meraih gelar tersebut pada 1993, tahun saat mereka juga mengangkat gelar Liga Champions, tetapi dicoret dari mahkota Prancis menyusul skandal pengaturan pertandingan.
Auxerre, yang merebut satu-satunya gelar domestik mereka pada 1996, berada pada posisi lolos ke Liga Champions karena mereka unggul atas tim urutan keempat Montpellier, yang dijadwalkan menjamu Lyon pada Minggu, dengan selisih tujuh poin.
Marseille dominan
Dua tim teratas otomatis lolos sementara tim ketiga harus melalui playoff.
Kiper Marseille Steve Mandanda sama sekali tidak melakukan penyelamatan pada Jumat karena timnya mendominasi sepanjang pertandingan.
Kapten Auxerre Benoit Pedretti mendapat kartu kuning karena menjegal Mathieu Valbuena dan beruntung lolos dari kartu merah setelah berikutnya menerjang Lucho Gonzalez.
Marseille mendapat peluang terbaik pada babak pertama ketika Valbuena melaju di kanan pada menit ke-21 dan tendangan voli Lucho yang kaku dengan mudah dihadang.
Ketegangan meningkat setelah jeda pertandingan ketika Brandao menyikut Pedretti tetapi wasit tidak memberi pemain asal Brazil itu kartu merah yang pantas diterimanya.
Brandao nyaris mencetak gol setelah pertandingan berlangsung satu jam ketika sundulannya atas hasil tendangan pojok Lucho menyerempet tiang gawang.
Pelatih Marseille Didier Deschamps mengganti Mamadou Niang dan Valbuena dengan Bakari Kone dan Hatem Ben Arfa berturut-turut tetapi itu tidak terlalu berpengaruh ketika Auxerre, yang mempunyai pertahanan terbaik dalam liga, tetap bertahan. (ant/cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:31
-
3 Tim kuda hitam di Piala Dunia 2026: Norwegia Punya Erling Haaland!
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:30
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 19:58
-
Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 19:45
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:51
-
Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19










