Pensiunan Yang Tetap Menawan
Editor Bolanet | 8 Juli 2010 19:14
Bola.net - Roger Milla sudah membela negaranya selama sepuluh tahun dan telah berumur 37 tahun, karena itu dia memutuskan pensiun dari tim nasional Kamerun menjelang Piala Dunia 1990. Meski karirnya masih cukup lumayan bersama bersama klub Montpellier di Liga Prancis, Milla memutuskan menyongsong masa pensiunnya dengan bermain di Reunion, sebuah negara kecil kepulauan di tengah Samudera Hindia. Tapi Presiden Kamerun, Paul Biya, membuyarkan semua rencana itu. Karena begitu cintanya sang Presiden dan rakyat Kamerun pada Roger Milla, dia memohon dengan sangat Milla untuk membatalkan pensiunnya dan bergabung kembali dengan tim Kamerun yang hendak berlaga di Piala Dunia 1990 di Italia. Maka Milla pun tak kuasa menolak permintaan khusus itu. Dan sepertinya permohonan Presiden Biya ini tidak sia-sia. Milla tidak hanya berhasil menjadi pahlawan Kamerun, tapi juga bagi Afrika dan semua pecinta sepak bola di seluruh dunia. Berkat aksinya Piala Dunia 1990 menjadi berlangsung begitu seru. Memang pada laga pembuka, di mana Kamerun secara mengejutkan bisa mengalahkan sang juara bertahan Argentina 1-0, Roger Milla hanya dimainkan selama 10 menit terakhir setelah Kamerun telah unggul atas Argentina. Turunnya Milla dianggap hanya untuk memuaskan Presiden Biya dan para pencinta Milla. Namun semua itu berubah di laga kedua lawan Romania. Milla bermain lebih lama dan hebatnya berhasil mencetak gol 15 menit setelah dimasukkan pada menit ke 58. Gol itu membuat Kamerun memimpin atas Romania. Bukan hanya itu, lima menit kemudian, dia mencetak gol kedua dan membuat Kamerun unggul 2-0 atas Romania. Pertandingan itu kemudian berakhir dengan kedudukan 2-1. Dua gol Milla itu membuat Indomitable Lion menjadi tim pertama di Piala Dunia Italia yang memastikan diri lolos ke putaran kedua. Namun lebih dari itu, dua golnya telah membuat dunia jatuh cinta kepadanya. Meski kalah telak 0-4 oleh Uni Soviet di pertandingan terakhir babak grup, Kamerun kembali membuat sensasi dengan menyingkirkan Kolombia di babak 16 besar dengan skor 2-1. Dan penentunya adalah Roger Milla! Dia masuk pada menit ke 49 saat skor masih 0-0, Milla sepertinya tidak segarang sebelumnya. Kedua tim pun gagal mencetak sampai menit terakhir sehingga dilakukan 2 babak perpanjangan waktu. Sampai babak kedua perpanjangan waktu dimulai, skor masih 0-0. Tapi saat itulah Milla menunjukkan kegemilangannya. Saat semua pemain tampak kelelahan, Milla ternyata mampu membawa Kamerun memimpin 1-0 dengan mencetak gol pada menit ke 106. Bahkan tiga menit kemudian, dia mencetak gol kedua dengan cara yang tak terlupakan. Saat itu Rene Higuita, kiper Kolombia yang terkenal suka maju menyerang, ikut membantu serangan dengan bergerak maju mendekati garis tengah lapangan. Milla datang mengejar dan berhasil merebut bola darinya. Lalu dengan mudah Milla menyarangkan bola yang direbutnya ke gawang lawan yang kosong melompong. 2-0 untuk Kamerun. Meski Kolombia akhirnya bisa mencetak satu gol, Kamerun tetap unggul 2-1. Roger Milla sukses membawa negaranya ke babak perempat final, yang menjadi catatan terbaik negara Afrika di Piala Dunia sebelum akhirnya disamai Senegal pada Piala Dunia 2002. Berhadapan dengan Inggris di delapan besar, Kamerun berhasil mengungguli Inggris 2-1 hingga pertandingan menyisakan delapan menit lagi dan sepertinya akan mencatatkan rekor sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Meski tidak mencetak gol, Milla-lah yang memimpin rekan-rekannya untuk mengungguli Inggris. Namun, akhirnya dua penalti yang dihadiahkan ke Inggris pada menit ke 83 dan menit ke 105 (babak perpanjangan waktu), dengan kejam mengakhiri petualangan indah Milla dan Kamerun. Tapi dengan semua pencapaian itu membuat publik sepak bola begitu mengingat kiprah Milla di Piala Dunia 1990. Meski saat itu Diego Maradona tampil tidak menggigit, Jurgen Klinsmann terlihat melebih-lebihkan aksi jatuhnya, dan gelar pemain terbaik jatuh pada Salvatore Schillaci, tapi hal yang paling diingat di Piala Dunia 1990 adalah gol dan goyangan pinggul dari Roger Milla. (bola/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Tembus Semifinal Coppa Italia, Cristian Chivu: Lanjutkeun!
Liga Italia 5 Februari 2026, 09:15
-
Barcelona dan Masalah Penyelesaian Akhir yang Cukup Mengkhawatirkan
Liga Spanyol 5 Februari 2026, 09:10
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 5 Februari 2026
Voli 5 Februari 2026, 09:09
-
Hasil Copa del Rey: Sociedad Menang Dramatis, Bilbao Lolos Lewat Gol Menit Akhir!
Liga Spanyol 5 Februari 2026, 09:06
-
Lolos ke Final Carabao Cup, Manchester City Siap Kalahkan Arsenal dan Jadi Juara!
Liga Inggris 5 Februari 2026, 09:02
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Pekan 5 di Malang, 5-8 Februari 2026
Voli 5 Februari 2026, 09:01
-
Enzo Fernandez Ingin Pergi dari Chelsea dan Bermimpi ke Real Madrid
Liga Spanyol 5 Februari 2026, 08:31
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 5 Februari 2026, 08:28
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 5 Februari 2026, 08:25
-
Cristiano Ronaldo Kembali Berlatih di Al Nassr Setelah Mogok
Asia 5 Februari 2026, 08:10
-
Ketika Inter Milan Menang dengan Skuad Eksperimental
Liga Italia 5 Februari 2026, 07:31
-
Torino Terlalu Pasif di Sisi Sayap, Tekanan ke Inter Kurang Maksimal
Liga Italia 5 Februari 2026, 07:16
LATEST EDITORIAL
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42



