5 Tips Berlari di Cuaca Panas dari Dedeh Erawati
Editor Bolanet | 26 September 2016 09:09
Pada tahun 2016 dia bisa naik podium juara diajang Atletik Master Asia Championships (AMAC) di Singapura. Bahkan sejak tahun 2006 sampai 2011, wanita 37 tahun tersebut menjadi pelari gawang satu-satunya asal Indonesia yang diundang mengikuti seri Kejuaraan Atletik Grand Prix Asia.
Kepada , Senin (26/9), Dedeh membeberkan kiat khusus agar dapat menaklukkan rintangan non teknis selama berlari, yaitu cuaca. Beberapa diantaranya bisa dipraktekkan oleh masyarakat biasa yang ingin melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan (outdoor).
Berikut 5 persiapan seorang pelari ala Dedeh Erawati:
1. Pengaturan jam latihan
Usahakan berlatih sebelum matahari terbit atau pada saat matahari belum terlalu panas. Misalnya jam 6 pagi sebelum berangkat ke kantor atau jam 5 sore sepulang dari kantor. Jika terpaksa harus latihan disiang hari, maka sebaiknya gunakan treadmill atau berlari di jalur yang teduh.
2. Pemilihan pakaian
Pilih pakaian yang berbahan ringan dan tidak terlalu ketat. Pakaian dengan warna terang dan potongan yang tidak menempel di badan akan membantu tubuh tetap terasa dingin dan membantu menurunkan suhu tubuh secara natural, sedangkan warna gelap kurang dianjurkan karena akan menyerap sinar matahari dan membuat tubuh menjadi lebih panas.
3. Hindari Dehidrasi
Ketika berolahraga di hari yang panas, cairan tubuh yang hilang meningkat 2 kali lipat dibanding hari normal.
Berkurangnya cairan tubuh tidak hanya meningkatkan suhu tubuh, tetapi juga mengurangi jumlah energi yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh.
Cara paling mudah untuk menentukan kebutuhan cairan adalah dengan mendengarkan signal tubuh, minumlah sebelum latihan, ketika latihan, dan setelah latihan. Pastikan ada fasilitas air minum yang bisa dikonsumsi bila berolahraga diatas 30 menit.
Untuk sesi olahraga dengan durasi lebih lama, konsumsi cairan sebaiknya ditambah dengan minuman olahraga untuk menggantikan hilangnya kadar garam dan mineral-mineral lain (elektrolit). Kebutuhan tubuh akan cairan tergantung dari intensitas sesi lari, kelembaban udara, medan latihan dan lain-lain. Jangan tunggu sampai haus agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minum cairan kurang lebih 500 ml setiap sesi olahraga yang menghabiskan waktu 60-90 menit.
4. Gunakan Tabir Surya
Agar kulit tetap sehat, gunakan tabir surya tahan air yang minimal mengandung SPF 15 agar terlindung dari sinar UVA dan UVB.
5. Gunakan Kacamata dan topi
Selain untuk melindungi mata dari paparan debu, kacamata juga berfungsi untuk melindungi mata dari sinar matahari langsung. Selain itu, topi juga sangat bermanfaat untuk menghindari cuaca terik. Tapi harus diperhatikan juga agar topi terbuat dari bahan yang ringan agar tidak terlalu melembabkan kulit kepala. (fit/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Tips Berlari di Cuaca Panas dari Dedeh Erawati
Olahraga Lain-Lain 26 September 2016, 09:09
-
Agus Prayogo Tampil di Grand Prix Asia
Lain Lain 18 April 2013, 16:07
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37









