Cabor Diminta Lakukan Lobi Untuk Masuk Olimpiade
Editor Bolanet | 16 Februari 2013 00:34
- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengungkapkan, sebanyak delapan cabang olahraga (cabor) terus berjuang mendapatkan tempat agar dipertandingkan di ajang Olimpiade 2020.
Kedelapan cabor tersebut adalah karate, wushu, softball/baseball, squash, panjat tebing, roller sport, wakeboarding dan gulat.
Diterangkannya, gulat sebenarnya memiliki peluang dipertandingkan dalam Olimpiade London tahun lalu. Namun, cabor tersebut terpaksa dieliminasi akibat kurang digemari masyarakat.
Kami sudah meminta kepada masing-masing Pengurus Besar dan Pengurus Pusat (PB/PP) setiap cabor supaya melakukan lobi kepada federasi internasional. Masih ada waktu supaya cabor tersebut dimasukkan dalam ajang Olimpiade, tutur mantan Ketua Umum KONI Pusat tersebut.
Ditambahkannya, KOI hanya bisa mendorong supaya masing-masing cabor dapat proaktif melakukan lobi di tingkat internasional. Pasalnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan membahas kuota cabor yang akan dipertandingkan di ajang Olimpiade 2020 pada Desember 2013 mendatang.
Karena itu, harus segera bergerak cepat. Semua cabor berpeluang tampil di Olimpiade jika serius melakukan lobi kepada federasi bersangkutan dan IOC, tukasnya.
Dalam pandanganya, cabor karate merupakan yang giat berjuang agar ditampilkan di event empat tahunan tersebut. Bahkan, karate pernah melakukan aksi demonstrasi di Kawasan Candi Borobudur tahun lalu. Kegiatan tersebut diprakarsai PB Forki bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) Forki Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Sepatu roda juga bisa tampil. Dengan catatan, harus mendapat dukungan dari banyak negara. Kalau cabor tersebut bisa dipertandingkan, Indonesia berpeluang besar meraih medali, ungkapnya. (esa/gia)
Kedelapan cabor tersebut adalah karate, wushu, softball/baseball, squash, panjat tebing, roller sport, wakeboarding dan gulat.
Diterangkannya, gulat sebenarnya memiliki peluang dipertandingkan dalam Olimpiade London tahun lalu. Namun, cabor tersebut terpaksa dieliminasi akibat kurang digemari masyarakat.
Kami sudah meminta kepada masing-masing Pengurus Besar dan Pengurus Pusat (PB/PP) setiap cabor supaya melakukan lobi kepada federasi internasional. Masih ada waktu supaya cabor tersebut dimasukkan dalam ajang Olimpiade, tutur mantan Ketua Umum KONI Pusat tersebut.
Ditambahkannya, KOI hanya bisa mendorong supaya masing-masing cabor dapat proaktif melakukan lobi di tingkat internasional. Pasalnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan membahas kuota cabor yang akan dipertandingkan di ajang Olimpiade 2020 pada Desember 2013 mendatang.
Karena itu, harus segera bergerak cepat. Semua cabor berpeluang tampil di Olimpiade jika serius melakukan lobi kepada federasi bersangkutan dan IOC, tukasnya.
Dalam pandanganya, cabor karate merupakan yang giat berjuang agar ditampilkan di event empat tahunan tersebut. Bahkan, karate pernah melakukan aksi demonstrasi di Kawasan Candi Borobudur tahun lalu. Kegiatan tersebut diprakarsai PB Forki bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) Forki Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Sepatu roda juga bisa tampil. Dengan catatan, harus mendapat dukungan dari banyak negara. Kalau cabor tersebut bisa dipertandingkan, Indonesia berpeluang besar meraih medali, ungkapnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55



















