Di CIO Atlet Berkuda Mampu Loncat Tinggi

Editor Bolanet | 14 Desember 2012 20:43
Di CIO Atlet Berkuda Mampu Loncat Tinggi
Triwaty Marciano © Eggi Paksha
- Hari Minggu (9/12) yang panas di APM Boarding School, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, masyarakat sekitar terlihat mengabaikan matahari yang sedang terik-teriknya. Para atlet berkuda se-Jabodetabek dan Bandung sedang berkumpul di lahan seluas 4,8 hektar tersebut.

Mereka asyik menikmati adu ketangkasan. Hasilnya pun terbilang luar biasa. Mereka bertepuk tangan tidak habis-habisnya ketika atlet berkuda asal APM Riding School, Bjorn Kuwertz, sukses meraih gelar juara show jumping (lompat rintang) open class 120-130 cm dalam kompetisi berkuda bertajuk Cinta Indonesia Open (CIO) 2012.

Atlet andalan APM Riding School asal Jerman tersebut mengandalkan kuda APM Nastello dan Zarrida. Dari lima peserta di kelas tersebut, hanya Kuwertz bersama dua kudanya yang bisa melewati serangkaian rintangan tanpa angka kesalahan.

Ini tahun kedua ajang tersebut dilombakan. APM Boarding School memang sudah lama tidak menggelarnya karena alasan pendanaan.

Terakhir kali kami menyelenggarakan pertandingan pada 2007. Kini kami berharap bisa terus menjadi kalender tahunan APM Boarding School, papar Even Director CIO 2012, Nadia Marciano.

Berbagai jalan keluar sudah diusahakan, namun belum membuahkan hasil. Nadia menambahkan, alasannya karena kesulitan menggaet sponsor. Padahal, membutuhkan kompetisi yang cukup dalam menyiapkan perkembangan olahraga berkuda yang berkelanjutan di Indonesia.

Bahkan Nadia yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Adria Pratama Mulya, yang menaungi APM Boarding School dan APM Riding School, menyatakan bahwa penyelenggaraan CIO 2012 merupakan komitmen Adria Pratama Mulya Group untuk mengembangkan olahraga ketangkasan berkuda di Indonesia.

Nantinya, antar sekolah berkuda juga bisa menyadari kemampuan murid dan kudanya untuk terus berprestasi. Hal ini penting untuk menuju profesionalitas riders muda Indonesia, ucapnya.

Menyadari hal tersebut, Nadia tidak ingin menyerah. Nadia dibantu ibunda yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) EFI sekaligus Presiden Of Event CIO 2012 serta pembina Yayasan Pendidikan Adria Pratama Mulya, Triwaty Marciano terus berusaha.

Bahkan, Triwaty terang-terangan menyebutkan APM Boarding School dan dan APM Riding School membutuhkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk terus menggelar CIO.

Kami sedang merintis jalan untuk mendapatkan dana CSR dari beberapa perusahaan untuk memajukan olahraga ini, kata Triwaty.

Sebagai catatan, APM Boarding School sebagai Sekolah Menengah Atas (SMA) berasrama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki program akademik dan olahraga ketangkasan berkuda yang terpadu. Triwaty yang juga merupakan dewan pembina dari Yayasan Pendidikan Adria Pratama Mulya mengatakan pihaknya akan memberi beasiswa penuh bagi pelajar berprestasi di olahraga berkuda untuk bersekolah di APM Boarding School yang punya motto 'Where Education Meets Sports'.

CIO 2012 merupakan bagian dari ketangkasan Federasi Olahraga Ketangkasan Berkuda Indonesia (Equestrian Federation of Indonesia/EFI). Beberapa riders (penunggang) nasional kini mampu berprestasi di tingkat regional dan lolos hingga kejuaraan dunia. Bahkan riders nasional, juga tampil sebagai bagian dari persiapan menghadapi SEA Games di Myanmar 2013, terang Triwaty.

Selain itu, dilanjutkan Triwaty, arena pertandingan dipersiapkan secara khusus dengan mendatangkan Olaf Petersen, perancang arena (course designer) pertandingan olahraga ketangkasan berkuda kelas dunia dari Jerman. Petersen juga pernah menjadi perancang di Olimpiade Seoul 1988 dan Athena 2004.

Perkembangan berkuda saat ini semakin pesat. Untuk tampil di ajang internasional, EFI membutuhkan atlet-atlet yang terdidik, pungkasnya seraya berharap atlet berkuda mampu melompat tinggi dan tangkas di CIO mendatang. (esa/kny)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE