Eqina Merasa Dikecewakan Ketum KONI
Editor Bolanet | 19 Februari 2013 03:17
- Pernyataan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman kali ini mendapatkan kritikan. Pasalnya, Tono sempat berujar tidak mengetahui keberadaan Equestrian Indonesia (Eqina).
Padahal, Eqina berinduk pada PB Pordasi. Selain itu, Eqina sudah sejak lama mensosialisasikan keberadaan dan fungsinya, yang dibentuk dalam Musyarawah Nasional (Munas) Masyarakat Equestrian Indonesia 14 Desember di Bandung.
Selanjutnya, langsung digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Eqina dan PB Pordasi yang hasilnya menyetujui masuknya Eqina menjadi bagian dari Pordasi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eqina Ardi Hapsoro Hamidjojo mengatakan, PB Pordasi telah mengirimkan surat pemberitahuan tersebut kepada Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat, 26 Desember 2012 dengan nomor surat 102/KU/PP/XII/2012 serta surat ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tanggal 26 Desember dan 29 Januari 2013.
Dalam surat tersebut, dilaporkan bahwa pada Rapat Koordinasi Nasional PB Pordasi dan Musyawarah Nasional Masyarakat Equestrian Indonesia yang dihadiri 22 klub equestrian di Indonesia dan 18 Pengprov Pordasi, akhirnya terbentuk Eqina sekaligus ditunjuk Jose Rizal Partokusumo sebagai Ketua Umum dan Ardi Hapsoro Hamidjojo sebagai Sekretaris Jenderal.
Keberadaan kami bukan liar. Eqina terbentuk karena keinginan Masyarakat Equestrian Indonesia yang ingin membawa equestrian berprestasi. Selama ini, sejak berdiri selama 4 tahun, Equestrian Federation of Indonesia (EFI) belum menjadi anggota KONI dan KOI. Selain itu, mereka tidak pernah mengakui klub-klub sebagai anggota EFI, ujarnya.
Alasan itulah yang membuat kami membentuk Eqina dan kembali bergabung dengan Pordasi. Dengan demikian, kami tidak perlu masuk anggota KONI dan KOI, karena otomatis menjadi anggota KONI dan KOI, tuntasnya. (esa/gia)
Padahal, Eqina berinduk pada PB Pordasi. Selain itu, Eqina sudah sejak lama mensosialisasikan keberadaan dan fungsinya, yang dibentuk dalam Musyarawah Nasional (Munas) Masyarakat Equestrian Indonesia 14 Desember di Bandung.
Selanjutnya, langsung digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Eqina dan PB Pordasi yang hasilnya menyetujui masuknya Eqina menjadi bagian dari Pordasi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eqina Ardi Hapsoro Hamidjojo mengatakan, PB Pordasi telah mengirimkan surat pemberitahuan tersebut kepada Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) Pusat, 26 Desember 2012 dengan nomor surat 102/KU/PP/XII/2012 serta surat ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tanggal 26 Desember dan 29 Januari 2013.
Dalam surat tersebut, dilaporkan bahwa pada Rapat Koordinasi Nasional PB Pordasi dan Musyawarah Nasional Masyarakat Equestrian Indonesia yang dihadiri 22 klub equestrian di Indonesia dan 18 Pengprov Pordasi, akhirnya terbentuk Eqina sekaligus ditunjuk Jose Rizal Partokusumo sebagai Ketua Umum dan Ardi Hapsoro Hamidjojo sebagai Sekretaris Jenderal.
Keberadaan kami bukan liar. Eqina terbentuk karena keinginan Masyarakat Equestrian Indonesia yang ingin membawa equestrian berprestasi. Selama ini, sejak berdiri selama 4 tahun, Equestrian Federation of Indonesia (EFI) belum menjadi anggota KONI dan KOI. Selain itu, mereka tidak pernah mengakui klub-klub sebagai anggota EFI, ujarnya.
Alasan itulah yang membuat kami membentuk Eqina dan kembali bergabung dengan Pordasi. Dengan demikian, kami tidak perlu masuk anggota KONI dan KOI, karena otomatis menjadi anggota KONI dan KOI, tuntasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Respons Menpora atas Tuduhan Kasus Suap ke KONI
Bolatainment 22 Maret 2019, 23:11
-
Target Raih Medali, Cabor Equestrian Genjot Pelatnas di Eropa
Olahraga Lain-Lain 30 Juni 2018, 20:30
-
Ketua KONI Resmi Buka Kongres PSSI
Bola Indonesia 10 November 2016, 10:32
-
Ketua KONI Lampung Maju Jadi Calon Exco PSSI
Bola Indonesia 9 November 2016, 23:01
-
KONI Bentuk Tim Evaluasi Atlet Demi SEA Games dan Asian Games
Olahraga Lain-Lain 19 Oktober 2016, 21:27
LATEST UPDATE
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
-
Tempat Menonton Juventus vs Pisa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 20:33














