Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026

Dimas Ardi Prasetya | 20 Juni 2026 10:10
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami). (c) Fitri Apriani

Bola.net - Debut mixed martial arts (MMA) di Asian Games 2026 disambut penuh optimisme oleh Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami). Mereka membidik medali emas.

Asian Games Nagoya akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, MMA masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang multicabang terbesar di Asia tersebut.

Advertisement

Sebanyak enam nomor akan diperebutkan pada cabang ini. Traditional MMA mempertandingkan kelas 65 kilogram dan 77 kilogram putra serta 60 kilogram putri, sedangkan modern MMA menghadirkan kelas 60 kilogram dan 71 kilogram putra serta 54 kilogram putri.

Indonesia sejauh ini telah mengamankan empat tiket menuju Nagoya. Sementara itu, tiga atlet lainnya masih berjuang melalui dua jalur kualifikasi yang tersisa demi melengkapi kekuatan Merah Putih.

"Untuk Asian Games nanti, karena kemarin saat di China kami berhasil dapat dua medali emas dan empat perunggu. Untuk yang kali ini saya rasa kami juga pasti bisa dapat emas," ujar Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan.

"Kalau target jumlah pasti mau sebanyak-banyaknya. Tapi namanya Asian Games itu tidak mudah. Namun, kemarin di Kejuaraan Asia tim putri kami berhasil mengalahkan yang terbaik di China," katanya menambahkan.

1 dari 2 halaman

Peluang Terbuka Lebar

Peluang Terbuka Lebar

Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami). (c) Fitri Apriani

Tommy menilai peluang atlet Indonesia terbuka lebar di sektor putra maupun putri. Keyakinan itu tak lepas dari hasil yang ditorehkan tim MMA Indonesia dalam sejumlah ajang internasional sepanjang beberapa tahun terakhir.

"Di tingkat putra maupun putri, potensi atlet kita cukup baik. Terutama kalau kita lihat di SEA Games kemarin di Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu negara yang MMA-nya sangat berkembang," ucap Tommy.

"Kemarin dari tujuh atlet di SEA Games yang kita berangkatkan, lima masuk final. Hasil akhirnya kami meraih satu emas, lima perak, dan dua perunggu. Itu hasil yang sangat luar biasa. Dari tujuh atlet yang berangkat, semuanya membawa pulang medali."

"Tapi kembali lagi, Asian Games itu berat. Apalagi negara-negara seperti Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan China merupakan lawan yang tangguh. Namun, saya rasa atlet kita siap untuk menghadapi mereka," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Pencarian Bakat

Di tengah persiapan menuju Nagoya, PB Pertacami juga memanfaatkan Kejuaraan Nasional MMA 2026 sebagai sarana pencarian bakat. Kejuaraan yang berlangsung pada 19-20 Juni di JSI Resort Megamendung, Bogor, itu diikuti 128 atlet dari 51 klub yang mewakili 12 provinsi dalam kategori senior, U-18, U-16, dan U-14.

"Kejurnas bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara hari ini. Kejurnas adalah tentang siapa yang akan membawa Merah Putih ke podium dunia di masa depan," tutur Tommy.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama MMA di Asia. Namun, prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang berkualitas, dan regenerasi atlet yang konsisten."

"Kami tidak sedang mencari juara untuk dua hari ke depan. Kami sedang mencari atlet-atlet yang lima tahun dari sekarang akan membawa Indonesia berdiri di podium Asia dan dunia melalui jalur prestasi," imbuhnya.

LATEST UPDATE