Jatim Segera Bentuk Puslatda Unggulan

Editor Bolanet | 1 Januari 2009 10:18
Jatim Segera Bentuk Puslatda Unggulan
- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur segera membentuk pemusatan latihan daerah (puslatda) yang kemungkinan akan dipilih nama "Jatim Unggulan" pengganti puslatda sebelum ini "Jatim 100", sebagai persiapan menghadapi PON XVIII di Riau tahun 2012.

"Puslatda sudah menjadi tuntutan mendesak agar kondisi para atlet segera pulih dan tidak larut dalam kegembiraan pascakemenangan pada PON XVII lalu," kata Ketua Harian KONI Jatim, Soekarno Marsaid, kepada wartawan di Surabaya, usai memperingati HUT Ke-42 KONI, Rabu (31/12).

Model puslatda jangka panjang, seperti yang diterapkan empat tahun belakangan ini, kata dia, sangat menguntungkan karena bisa dilakukan evaluasi tahunan sebanyak empat kali untuk memberlakukan sistem promosi dan degradasi.

Menurut Soekarno, penghargaan dan hukuman (reward and punishment) juga tetap diberlakukan kepada cabang olahraga (cabor) yang berhasil meraih medali emas untuk disertakan dalam puslatda. Sebaliknya, cabor yang gagal mempersembahkan medali emas juga harus rela menerima hukuman didegradasi dari puslatda.

"Evaluasi dilakukan setiap tahun. Jika pada tahun berikutnya cabor peserta puslatda gagal mempertahankan juara, sudah pasti ditarik dari puslatda. Begitu pula sebaliknya," kata Soekarno didampingi Sekretaris KONI Jatim, Dr.Eddy Indrayana.

Selain mempertahankan model puslatda jangka panjang, KONI Jatim juga menyiapkan sejumlah fasilitas khususnya bagi cabor unggulan, seperti kolam untuk loncat indah, renang, dan selam yang pada PON XVII lalu menjadi tambang medali emas. Ketika itu renang menyumbangkan 16 emas, selam 12 emas, dan loncat indah delapan emas.

Eddy Indrayana pada kesempatan itu menambahkan, KONI Jatim tetap berhati-hati dalam menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kami tidak bisa menggunakan dana APBD secara sembarangan, sebab semua ada aturannya. Jadi, kalau ada permohonan dari cabor untuk pengadaan prasarana, tentu akan kami konsultasikan dulu dengan DPRD Jatim," katanya.

Fasilitas yang segera dibangun KONI Jatim dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), antara lain asrama atlet dengan memanfaatkan lahan di sebelah dojo (tempat berlatih) cabor judo serta menambah ketinggian kolam renang 20 sentimeter, sesuai peraturan internasional.

Sementara itu, Soekarno menambahkan, sebagai juara bertahan, Jatim tidak boleh lengah dan harus melakukan persiapan dengan lebih baik. "Kami sadar, banyak daerah akan meniru model puslatda seperti Jatim untuk persiapan PON mendatang," katanya menegaskan.

Namun, Soekarno cukup berbesar hati atas keberhasilan para atlet juniornya yang mampu menjadi juara umum pada beberapa kejuaraan nasional pada bulan Desember 2008, seperti ski air, loncat indah, sofbol, dan renang antarperkumpulan. (kpl/rit)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE