Konflik KOI, Dua Kubu Bentuk Tim Penjaringan Ketua Umum
Editor Bolanet | 1 Oktober 2015 21:56
- Konflik antara Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan anggotanya, semakin terasa setelah Ketua KOI Rita Subowo membentuk Tim Penjaringan untuk mencari ketua umum yang baru.
Pembentukan tim ini menjadi konflik babak berikutnya, karena para anggota sebelumnya sudah membentuk Tim Penjaringan yang dipimpin Timbul Thomas Lubis melalui Rapat Anggota Istimewa, beberapa waktu lalu.
Sedangkan Tim Penjaringan bentukan KOI yang di pimpin Rita Subowo, diisi Ahmad Budiharto selaku ketua (PP PBSI), Syahrir Nawir (PP Perbasasi), Badai M Negara (Kodrat), Hifni Hasan (Sekjen KOI) dan Ricky Tarore (PP PBVSI).
Budiharto mengatakan, bahwa pihaknya merasa menjadi tim yang sah karena secara resmi ditunjuk oleh KOI, sedangkan Tim Penjaringan yang dipimpin Timbul Thomas Lubis (PP Perkemi dan mantan Sekjen KOI) dianggap ilegal lantaran dibentuk di luar forum resmi.
Amanat yang diberikan KOI akan kami patuhi. Apalagi sekarang KOI masih eksis, jadi tim ini akan langsung bekerja, kata Budiharto.
Budiharto menambahkan, nantinya Tim Penjaringan akan mulai membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum (Balon Ketum) KOI, mulai 2-26 Oktober. Kemudian pemilihan, digelar pada 31 Oktober di Jakarta.
Persyaratan yang diajukan, antara lain usia bakal calon maksimal 67 tahun, diusulkan paling sedikit lima anggota biasa, memperoleh izin tertulis dari atasan yang berwenang bagi pejabat negara, berpengalaman di lembaga keolahragaan tingkat regional dan internasional sekurang-kurangnya lima tahun dan bertempat tinggal (domisili) di Jakarta. Sedangkan persyaratan khusus, menghilangkan dua periode kepemimpinan, tuturnya.
Nantinya Tim penjaringan yang dibentuk KOI tersebut berbeda dengan Tim Penjaringan pimpinan Timbul Thomas Lubis, karena menganut pada kelayakan figur.
Tidak harus disebut dari cabang olahraga apa-apa saja. Kemudian kalau keberadaan Tim Penjaringan sebelah (kelompok Timbul), kami harus berkirim surat kemana, tutup Hifni Hasan. [initial]
(esa/asa)
Pembentukan tim ini menjadi konflik babak berikutnya, karena para anggota sebelumnya sudah membentuk Tim Penjaringan yang dipimpin Timbul Thomas Lubis melalui Rapat Anggota Istimewa, beberapa waktu lalu.
Sedangkan Tim Penjaringan bentukan KOI yang di pimpin Rita Subowo, diisi Ahmad Budiharto selaku ketua (PP PBSI), Syahrir Nawir (PP Perbasasi), Badai M Negara (Kodrat), Hifni Hasan (Sekjen KOI) dan Ricky Tarore (PP PBVSI).
Budiharto mengatakan, bahwa pihaknya merasa menjadi tim yang sah karena secara resmi ditunjuk oleh KOI, sedangkan Tim Penjaringan yang dipimpin Timbul Thomas Lubis (PP Perkemi dan mantan Sekjen KOI) dianggap ilegal lantaran dibentuk di luar forum resmi.
Amanat yang diberikan KOI akan kami patuhi. Apalagi sekarang KOI masih eksis, jadi tim ini akan langsung bekerja, kata Budiharto.
Budiharto menambahkan, nantinya Tim Penjaringan akan mulai membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum (Balon Ketum) KOI, mulai 2-26 Oktober. Kemudian pemilihan, digelar pada 31 Oktober di Jakarta.
Persyaratan yang diajukan, antara lain usia bakal calon maksimal 67 tahun, diusulkan paling sedikit lima anggota biasa, memperoleh izin tertulis dari atasan yang berwenang bagi pejabat negara, berpengalaman di lembaga keolahragaan tingkat regional dan internasional sekurang-kurangnya lima tahun dan bertempat tinggal (domisili) di Jakarta. Sedangkan persyaratan khusus, menghilangkan dua periode kepemimpinan, tuturnya.
Nantinya Tim penjaringan yang dibentuk KOI tersebut berbeda dengan Tim Penjaringan pimpinan Timbul Thomas Lubis, karena menganut pada kelayakan figur.
Tidak harus disebut dari cabang olahraga apa-apa saja. Kemudian kalau keberadaan Tim Penjaringan sebelah (kelompok Timbul), kami harus berkirim surat kemana, tutup Hifni Hasan. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
KOI Minta Indonesia Tak Ikut Ejek Filipina Soal Kekacauan SEA Games 2019
Bolatainment 27 November 2019, 09:10
-
Pendaftaran Calon Ketua KOI Dibuka 27 September-6 Oktober 2019
Bola Indonesia 28 September 2019, 15:20
-
DPR Pertanyakan Penggunaan Dana Asian Games
Olahraga Lain-Lain 6 April 2017, 06:50
-
Masyarakat Diminta Aktif Awasi Penyelenggaraan Asian Games 2018
Olahraga Lain-Lain 24 Maret 2017, 18:35
-
Menpora: Kongres KOI Untuk Menyongsong Kejayaan Olahraga
Bola Indonesia 31 Oktober 2015, 14:57
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











