KONI: Dansa Berpeluang Besar Dipertandingkan
Editor Bolanet | 17 April 2012 07:45
- Cabang olahraga (cabor) dansa memiliki peluang besar untuk dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII/2012 di Pekanbaru, Riau. Pasalnya, Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, akan berupaya keras agar cabor dansa tetap dipertandingkan. Caranya, Tono akan meminta warga untuk tidak merisaukan stigma cabor dansa yang cenderung mempertontonkan lekukan tubuh.
Menurut Tono, cabor dansa yang akan ditampilkan tidak akan mengumbar nafsu seperti yang dikhawatirkan lembaga adat Riau.
“Cabor dansa tidak seperti yang kita bayangkan. Karena sudah lolos, maka harus diberi tempat,” kata Tono kepada Bola.net.
Sejauh ini, cabor dansa tersebut masih ditolak untuk ditampilkan di PON. Mereka yang menolak adalah lembaga adat Riau dan organisasi kepemudaan. Alasannya, cabang dansa tidak mencerminkan budaya muslim.
“Nantinya, akan ada sosialisasi dengan lembaga adat Riau. Soalnya, cabor dansa sudah memenuhi persyaratan di PON. Kami harus beri hak kepada mereka yang sudah mendaftar,” ujar dia.
Menurut orang nomor satu di KONI Pusat tersebut, pihaknya akan menawarkan solusi kepada lembaga adat Riau untuk menggelar dansa di lokasi tertutup. Dengan demikian, masyarakat umum tidak bisa melihat pertandingan secara langsung.
“Apakah digelar di outdoor atau indoor, akan dibicarakan bersama lebih lanjut. Cabor tersebut sebenarnya juga sudah ada sejak lama dan dipertandingkan tingkat dunia. Kami berharap dansa tetap bisa,” imbuhnya.
Sebelumnya, KONI Pusat membuka pendaftaran untuk tiga cabang olahraga tambahan untuk dipertandingkan di event empat tahunan itu. Ketiganya, masing-masing drumband, hoki dan dansa. Untuk cabang yang disebut terakhir lah yang memenuhi kriteria, yakni diikuti minimal lima provinsi. Di antaranya, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
“Untuk dansa sudah dibuatkan surat keputusan (SK) karena sudah lolos melalui beberapa kriteria yang ditentukan,” ujar dia.
Mengenai dana tambahan untuk cabang dansa, pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan tidak begitu banyak karena hanya lima provinsi yang mengikutinya.
“Penambahan dana tidak terlalu signifikan. Kalau satu provinsi hanya mengirim lima atlet dan pelatih, kami pikir tidak perlu dana banyak,” terangnya. (esa/Rev)
Menurut Tono, cabor dansa yang akan ditampilkan tidak akan mengumbar nafsu seperti yang dikhawatirkan lembaga adat Riau.
“Cabor dansa tidak seperti yang kita bayangkan. Karena sudah lolos, maka harus diberi tempat,” kata Tono kepada Bola.net.
Sejauh ini, cabor dansa tersebut masih ditolak untuk ditampilkan di PON. Mereka yang menolak adalah lembaga adat Riau dan organisasi kepemudaan. Alasannya, cabang dansa tidak mencerminkan budaya muslim.
“Nantinya, akan ada sosialisasi dengan lembaga adat Riau. Soalnya, cabor dansa sudah memenuhi persyaratan di PON. Kami harus beri hak kepada mereka yang sudah mendaftar,” ujar dia.
Menurut orang nomor satu di KONI Pusat tersebut, pihaknya akan menawarkan solusi kepada lembaga adat Riau untuk menggelar dansa di lokasi tertutup. Dengan demikian, masyarakat umum tidak bisa melihat pertandingan secara langsung.
“Apakah digelar di outdoor atau indoor, akan dibicarakan bersama lebih lanjut. Cabor tersebut sebenarnya juga sudah ada sejak lama dan dipertandingkan tingkat dunia. Kami berharap dansa tetap bisa,” imbuhnya.
Sebelumnya, KONI Pusat membuka pendaftaran untuk tiga cabang olahraga tambahan untuk dipertandingkan di event empat tahunan itu. Ketiganya, masing-masing drumband, hoki dan dansa. Untuk cabang yang disebut terakhir lah yang memenuhi kriteria, yakni diikuti minimal lima provinsi. Di antaranya, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
“Untuk dansa sudah dibuatkan surat keputusan (SK) karena sudah lolos melalui beberapa kriteria yang ditentukan,” ujar dia.
Mengenai dana tambahan untuk cabang dansa, pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan tidak begitu banyak karena hanya lima provinsi yang mengikutinya.
“Penambahan dana tidak terlalu signifikan. Kalau satu provinsi hanya mengirim lima atlet dan pelatih, kami pikir tidak perlu dana banyak,” terangnya. (esa/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
