Menpora: Penyelenggaraan Asian Games Berlangsung Buruk
Editor Bolanet | 22 September 2014 18:10
- Penyelenggaraan Asian Games (AG) 2014, di Incheon, Korea Selatan (Korsel), dikeluhkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo. Hal tersebut di antaranya tercermin dalam cabang olahraga Equestrian, Sabtu (20/9).
Saya lihat sendiri ketidaksiapan panitia. Banyak penonton yang masih diperbolehkan masuk padahal atlet kuda Indonesia sudah akan mulai bertanding. Hasilnya, Indonesia hanya meraih 63 poin. Padahal, di SEA Games mampu meraih 71 poin, katanya. Bahkan, persoalan manajer berkuda yang harusnya Prasetiono Sumiskum, diganti oleh KOI secara sepihak. Ini lantaran dia pernah jadi saksi di persidangan gugatan KONI terhadap KOI. Karena itu, Prasetyono tidak diberikan ID card.
Dengan kondisi demikian, Roy meminta agar tidak menyalahkan atlet karena gagal penuhi target. Selain merasa dicurangi pihak panitia, Roy juga menyebut bahwa konflik masalah berkelanjutan dari KONI-KOI juga dapat memberatkan langkah para atlet Indonesia untuk berusaha mendulang medali di Incheon.
Masih banyak sekali yang saya temukan saat di lapangan. Jadi, jangan kaget dengan hasil prestasi di Incheon nanti. Saya melihat buruknya koordinasi. Bahkan ofisial berkuda harus menyediakan makanannya sendiri. Kami dari Kemenpora sudah mencairkan semua anggaran dan itu semua dikelola KOI. Tapi yang terjadi di lapangan, mereka harus mencari makan sendiri, tutupnya. (esa/kny)
Saya lihat sendiri ketidaksiapan panitia. Banyak penonton yang masih diperbolehkan masuk padahal atlet kuda Indonesia sudah akan mulai bertanding. Hasilnya, Indonesia hanya meraih 63 poin. Padahal, di SEA Games mampu meraih 71 poin, katanya. Bahkan, persoalan manajer berkuda yang harusnya Prasetiono Sumiskum, diganti oleh KOI secara sepihak. Ini lantaran dia pernah jadi saksi di persidangan gugatan KONI terhadap KOI. Karena itu, Prasetyono tidak diberikan ID card.
Dengan kondisi demikian, Roy meminta agar tidak menyalahkan atlet karena gagal penuhi target. Selain merasa dicurangi pihak panitia, Roy juga menyebut bahwa konflik masalah berkelanjutan dari KONI-KOI juga dapat memberatkan langkah para atlet Indonesia untuk berusaha mendulang medali di Incheon.
Masih banyak sekali yang saya temukan saat di lapangan. Jadi, jangan kaget dengan hasil prestasi di Incheon nanti. Saya melihat buruknya koordinasi. Bahkan ofisial berkuda harus menyediakan makanannya sendiri. Kami dari Kemenpora sudah mencairkan semua anggaran dan itu semua dikelola KOI. Tapi yang terjadi di lapangan, mereka harus mencari makan sendiri, tutupnya. (esa/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Korut, Garuda Muda Tak Akan Tampil Bertahan
Tim Nasional 25 September 2014, 16:54
-
Timnas U-23 Siap Tempur Lawan Korut
Tim Nasional 25 September 2014, 16:49
-
Djohar: Seragam Kontingen Indonesia di Asian Games 2014 Jelek
Bolatainment 25 September 2014, 16:44
-
Tantang Korut, Aji Harap Pemain Cedera Segera Pulih
Tim Nasional 23 September 2014, 14:06
-
5 Fakta Menarik Timnas U-23 di Asian Games 2014
Tim Nasional 23 September 2014, 13:40
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Atalanta vs Bayern Munchen: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 10 Maret 2026, 22:58
-
Rio Ngumoha Bisa Jadi Senjata Baru Liverpool di Sisa Musim
Liga Inggris 10 Maret 2026, 22:44
-
Noa Lang Siap Bersinar Saat Galatasaray Hadapi Liverpool di Liga Champions
Liga Champions 10 Maret 2026, 22:09
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41














