Pembangunan Stadion Atletik Jakabaring Terkendala Dana
Editor Bolanet | 10 Oktober 2011 15:15
- Kesulitan dana dan cuaca yang kurang mendukung, menjadi kendala utama pengembang dalam pembangunan Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, di Sumatera Selatan, untuk SEA Games ke-26 mendatang, kata Manajer Proyek PT Prambanan Dwipaka, Tedjo Kuncoro.
Jika ditanya apa kendala utama yang dihadapi, ada dua yakni kesulitan dana dan cuaca yang selama pengerjaan sangat tidak bersahabat, ujar Tedjo, di Palembang, Senin.
Dia menerangkan, pengerjaan stadion itu terkendala dana sejak awal pembangunan hingga memasuki tahapan penyelesaian akhir.
Selain itu, hujan yang melanda Kota Palembang sangat menyulitkan pengerjaan, mengingat area stadion merupakan kawasan rawa-rawa.
Kami selaku pengembang mengeluarkan modal sendiri, sementara dana penggantian yang dijanjikan akan dicairkan tidak kunjung diterima. Hal ini menjadi kendala, karena pembangunan stadion membutuhkan dana Rp138 miliar, ujar dia pula.
Tedjo melanjutkan, pihaknya sempat tidak dapat menyediakan bahan-bahan baku untuk pembangunanya, seperti semen, pasir, dan besi, setelah pengerjaan memasuki termin kedua.
Pekerjaan sempat terhenti karena tidak ada barang, dan yang menyulitkan ketika ratusan pekerja berkeinginan pulang kampung saat itu karena tidak bisa bekerja, kata dia pula.
Namun, dia mengungkapkan, berkat semangat dan keinginan membantu negara dalam menyelenggarakan SEA Games semua permasalahan itu dapat teratasi.
Kami juga dibantu oleh Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menyelesaikan berbagai persoalan, seperti saat membutuhkan bahan baku. Jika bukan karena atas nama bangsa dan negara, mungkin kami sudah menyerah waktu itu, ujar dia.
Dia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemprov Sumsel selama ini.
Dukungan moril diberikan beberapa pejabat Pemprov Sumsel sangat berarti buat saya, karena mereka tahu benar kesulitan yang dihadapi. Mereka menyarankan untuk bersabar dan meminta saya tetap bekerja, meskipun hanya bermodalkan dana Rp10 miliar. Kami pun akhirnya bisa menerima jika pembayaran akan dilakukan secara dicicil, ujar dia lagi.
Tedjo pun bersyukur akhirnya Stadion Atletik itu dipastikan rampung dalam waktu dekat, sehingga dapat digunakan pada pertandingan SEA Games, 11-22 November mendatang.
Pada akhir September lalu, stadion itu telah dipakai untuk tes event SEA Games dengan menggelar kejuaraan terbuka.
Saat ini tinggal finishing saja, saya bersyukur sekali akhirnya pengerjaan sudah mendekati selesai. Kerja keras pekerja yang bekerja siang dan malam akhirnya membuahkan hasil, kata dia pula.
Saat ini, di lokasi, pembangunan penambahan tribun utama stadion atletik itu telah mendekati selesai.
Pembuatan lintasan pada stadion pemanasan juga tinggal menyisakan beberapa meter saja, kemudian akan dilanjutkan dengan pembuatan garis lintasan.
Pemasangan peralatan scoring board (papan skor, Red) dan foto finish akan dilakukan pada pertengahan Oktober ini.
Penghijauan area sekitar, pembersihan sisa-sisa material, dan pembuatan pagar juga masih terus dilakukan para pekerjanya.
Pada akhir Oktober ini semuanya ditargetkan sudah rampung. Semoga saja hasil kerja keras kami sejak setahun lalu dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengharapkan stadion ini tetap dipertahankan kualitasnya, mengingat untuk lapangan sintetisnya saja menghabiskan dana hingga Rp18 miliar, ujar Tedjo lagi.
Stadion Atletik memulai pemasangan tiang pancang pada 18 Agustus 2011 lalu.
Stadion dengan kapasitas 4.000 penonton ini dilengkapi alat penghitung waktu tingkat olimpiade, Swiss Timing Omega, stadion pertandingan dengan delapan lintasan, dan stadion pemanasan dengan enam lintasan.
Lapangan sintetisnya berkualitas nomor dua, tepatnya setelah stadion olimpiade di Beijing China. (ant/jef)
Jika ditanya apa kendala utama yang dihadapi, ada dua yakni kesulitan dana dan cuaca yang selama pengerjaan sangat tidak bersahabat, ujar Tedjo, di Palembang, Senin.
Dia menerangkan, pengerjaan stadion itu terkendala dana sejak awal pembangunan hingga memasuki tahapan penyelesaian akhir.
Selain itu, hujan yang melanda Kota Palembang sangat menyulitkan pengerjaan, mengingat area stadion merupakan kawasan rawa-rawa.
Kami selaku pengembang mengeluarkan modal sendiri, sementara dana penggantian yang dijanjikan akan dicairkan tidak kunjung diterima. Hal ini menjadi kendala, karena pembangunan stadion membutuhkan dana Rp138 miliar, ujar dia pula.
Tedjo melanjutkan, pihaknya sempat tidak dapat menyediakan bahan-bahan baku untuk pembangunanya, seperti semen, pasir, dan besi, setelah pengerjaan memasuki termin kedua.
Pekerjaan sempat terhenti karena tidak ada barang, dan yang menyulitkan ketika ratusan pekerja berkeinginan pulang kampung saat itu karena tidak bisa bekerja, kata dia pula.
Namun, dia mengungkapkan, berkat semangat dan keinginan membantu negara dalam menyelenggarakan SEA Games semua permasalahan itu dapat teratasi.
Kami juga dibantu oleh Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menyelesaikan berbagai persoalan, seperti saat membutuhkan bahan baku. Jika bukan karena atas nama bangsa dan negara, mungkin kami sudah menyerah waktu itu, ujar dia.
Dia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemprov Sumsel selama ini.
Dukungan moril diberikan beberapa pejabat Pemprov Sumsel sangat berarti buat saya, karena mereka tahu benar kesulitan yang dihadapi. Mereka menyarankan untuk bersabar dan meminta saya tetap bekerja, meskipun hanya bermodalkan dana Rp10 miliar. Kami pun akhirnya bisa menerima jika pembayaran akan dilakukan secara dicicil, ujar dia lagi.
Tedjo pun bersyukur akhirnya Stadion Atletik itu dipastikan rampung dalam waktu dekat, sehingga dapat digunakan pada pertandingan SEA Games, 11-22 November mendatang.
Pada akhir September lalu, stadion itu telah dipakai untuk tes event SEA Games dengan menggelar kejuaraan terbuka.
Saat ini tinggal finishing saja, saya bersyukur sekali akhirnya pengerjaan sudah mendekati selesai. Kerja keras pekerja yang bekerja siang dan malam akhirnya membuahkan hasil, kata dia pula.
Saat ini, di lokasi, pembangunan penambahan tribun utama stadion atletik itu telah mendekati selesai.
Pembuatan lintasan pada stadion pemanasan juga tinggal menyisakan beberapa meter saja, kemudian akan dilanjutkan dengan pembuatan garis lintasan.
Pemasangan peralatan scoring board (papan skor, Red) dan foto finish akan dilakukan pada pertengahan Oktober ini.
Penghijauan area sekitar, pembersihan sisa-sisa material, dan pembuatan pagar juga masih terus dilakukan para pekerjanya.
Pada akhir Oktober ini semuanya ditargetkan sudah rampung. Semoga saja hasil kerja keras kami sejak setahun lalu dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengharapkan stadion ini tetap dipertahankan kualitasnya, mengingat untuk lapangan sintetisnya saja menghabiskan dana hingga Rp18 miliar, ujar Tedjo lagi.
Stadion Atletik memulai pemasangan tiang pancang pada 18 Agustus 2011 lalu.
Stadion dengan kapasitas 4.000 penonton ini dilengkapi alat penghitung waktu tingkat olimpiade, Swiss Timing Omega, stadion pertandingan dengan delapan lintasan, dan stadion pemanasan dengan enam lintasan.
Lapangan sintetisnya berkualitas nomor dua, tepatnya setelah stadion olimpiade di Beijing China. (ant/jef)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












