Selesaikan Persoalan Olahraga, KOI Bentuk BAKI
Editor Bolanet | 28 Maret 2012 02:15
- Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) bentukan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mulai mengibarkan bendera. Apalagi, BAKI mengklaim resmi beroperasi sejak Senin (26/3). Lembaga itu mulai menerima, memeriksa dan memberikan keputusan arbitrase dalam perselisihan di bidang olahraga.
Lahirnya BAKI, dianggap banyak pihak untuk menampung yang tidak bersedia menyelesaikan persoalannya ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) lantaran diisi orang-orang yang berseberangan dengan PSSI, seperti Hinca Pandjaitan, notabene Sekretaris Jenderal Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
Namun, Ketua BAKI Mohamed Idwan Ganie membantah isu tersebut. Menurut dia, lembaga yang dipimpinnya sudah berdiri sejak tahun 1952 dan telah didaftarkan ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS) tingkat dunia. Karena itu, Ganie tidak mau disebut bertalian dengan PSSI.
“Badan ini tidak secara tiba-tiba terbentuk, tapi sudah lama. BAKI akan bekerja secara profesional untuk memutuskan setiap perselisihan, sengketa dan tuntutan yang berhubungan dengan keolahragaan,” kata Ganie kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Selasa (27/3).
Menurut dia, sebelum kasus dilimpahkan ke BAKI, pihak-pihak yang bertikai harus membuat kesepakatan dulu apakah bersedia menyelesaikan kasusnya ke lembaga itu. Dengan demikian, badan bentukan KOI tersebut bisa bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Jadi, apabila ingin menyelesaikan sengketa ke BAKI, mereka harus sepakat terlebih dulu. Mereka bersedia kasusnya diselesaikan di sini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ganie mengatakan bahwa kedudukan antara BAKI dan Baori setara. Hanya saja, tugas BAKI lebih pada persoalan keolahragaan yang bersifat olimpik. Sedangkan, Baori menangani perselisihan seluruh cabang olahraga nasional.
Sementara itu, Ketua Umum KOI, Rita Subowo, mengatakan pihaknya berharap supaya ke depan Indonesia hanya memiliki sebuah badan arbitrase saja. Dengan demikian, keputusan yang diambil juga bulat.
“Untuk saat ini, biarkan dua-duanya (BAKI dan Baori) berjalan dulu.Tapi, ke depan harapannya hanya ada satu lembaga saja,” ujar Rita. (esa/Rev)
Lahirnya BAKI, dianggap banyak pihak untuk menampung yang tidak bersedia menyelesaikan persoalannya ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) lantaran diisi orang-orang yang berseberangan dengan PSSI, seperti Hinca Pandjaitan, notabene Sekretaris Jenderal Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
Namun, Ketua BAKI Mohamed Idwan Ganie membantah isu tersebut. Menurut dia, lembaga yang dipimpinnya sudah berdiri sejak tahun 1952 dan telah didaftarkan ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS) tingkat dunia. Karena itu, Ganie tidak mau disebut bertalian dengan PSSI.
“Badan ini tidak secara tiba-tiba terbentuk, tapi sudah lama. BAKI akan bekerja secara profesional untuk memutuskan setiap perselisihan, sengketa dan tuntutan yang berhubungan dengan keolahragaan,” kata Ganie kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Selasa (27/3).
Menurut dia, sebelum kasus dilimpahkan ke BAKI, pihak-pihak yang bertikai harus membuat kesepakatan dulu apakah bersedia menyelesaikan kasusnya ke lembaga itu. Dengan demikian, badan bentukan KOI tersebut bisa bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Jadi, apabila ingin menyelesaikan sengketa ke BAKI, mereka harus sepakat terlebih dulu. Mereka bersedia kasusnya diselesaikan di sini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ganie mengatakan bahwa kedudukan antara BAKI dan Baori setara. Hanya saja, tugas BAKI lebih pada persoalan keolahragaan yang bersifat olimpik. Sedangkan, Baori menangani perselisihan seluruh cabang olahraga nasional.
Sementara itu, Ketua Umum KOI, Rita Subowo, mengatakan pihaknya berharap supaya ke depan Indonesia hanya memiliki sebuah badan arbitrase saja. Dengan demikian, keputusan yang diambil juga bulat.
“Untuk saat ini, biarkan dua-duanya (BAKI dan Baori) berjalan dulu.Tapi, ke depan harapannya hanya ada satu lembaga saja,” ujar Rita. (esa/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
