UTI Pro Kirim Wasit ke Kejuaraan Dunia Poomsae di Kolumbia
Editor Bolanet | 16 Desember 2012 17:00
- Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) mulai menapak ke jenjang dunia dengan mengirimkan satu wasit poomsae ke kejuaraan dunia di Kolombia, 6-9 Desember 2012.
Yakni, Rahadewineta, mantan atlet taekwondo nasional yang kini berprofesi sebagai wasit taekwondo. Tidak tanggung-tanggung, peraih medali perak dalam kejuaraan terbuka di Amerika Serikat, Oregon tahun 2008 tersebut, mendapat kepercayaan dari UTI Pro untuk menjadi delegasi Indonesia.
Yang menarik, Rahadewineta merupakan wasit termuda (29 tahun) di antara 38 yang memimpin di ajang tersebut.
Tentunya, menjadi kebanggaan secara pribadi. Apalagi, saya merupakan satu satunya wasit wanita paling muda di antara 38 wasit yang hadiri di Kolumbia, ujar pemegang sertifikat wasit Internasional tersebut.
Ketika ditemui di UTI Pro Center di Kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta, Minggu (16/12), Rahadewineta mengaku sangat gembira bisa memimpin pertandingan di level kejuaraan dunia.
Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Semula, saya tidak menyangka bisa menjadi wasit di ajang kejuaraan dunia poomsae. Sebab, ada proses seleksi yang ketat sebelum dipercaya menjadi wasit di tingkat dunia, sambungnya.
Menurutnya, untuk bisa memimpin di level kejuaraan dunia tidaklah mudah. Alasannya, harus mendapatkan rekomendasi dari negara atau badan taekwondo profesional seperti UTI Pro.
Sebab, ada tahapan yang harus diikuti seorang wasit di level kejuaraan dunia. Antara lain, mengikuti seleksi yang ditentukan oleh WTF (World Taekwondo Federation), terangnya.
Dikatakannya lagi, menjadi wasit di tingkat kejuaraan dunia memiliki tekanan yang cukup tinggi. Apalagi, harus benar-benar fokus dalam bekerja.
Berbeda dengan Kyorugi (tarung) yang menggunakan sistem Protector Scoring System (PSS). Untuk poomsae sistem scoring menggunakan taekwonsoft. Jadi, setiap wasit dituntut memiliki tingkat konsentrasi yang cukup tinggi, paparnya.
Neta berharap, dengan tambahan ilmu yang didapat di kejuaraan dunia tersebut, dapat menambah jam terbang dan memberi kontribusi pada UTI Pro.
Mudah-mudahan, bisa menjadi modal saya untuk kemajuan UTI Pro, tuntasnya. (esa/dzi)
Yakni, Rahadewineta, mantan atlet taekwondo nasional yang kini berprofesi sebagai wasit taekwondo. Tidak tanggung-tanggung, peraih medali perak dalam kejuaraan terbuka di Amerika Serikat, Oregon tahun 2008 tersebut, mendapat kepercayaan dari UTI Pro untuk menjadi delegasi Indonesia.
Yang menarik, Rahadewineta merupakan wasit termuda (29 tahun) di antara 38 yang memimpin di ajang tersebut.
Tentunya, menjadi kebanggaan secara pribadi. Apalagi, saya merupakan satu satunya wasit wanita paling muda di antara 38 wasit yang hadiri di Kolumbia, ujar pemegang sertifikat wasit Internasional tersebut.
Ketika ditemui di UTI Pro Center di Kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta, Minggu (16/12), Rahadewineta mengaku sangat gembira bisa memimpin pertandingan di level kejuaraan dunia.
Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Semula, saya tidak menyangka bisa menjadi wasit di ajang kejuaraan dunia poomsae. Sebab, ada proses seleksi yang ketat sebelum dipercaya menjadi wasit di tingkat dunia, sambungnya.
Menurutnya, untuk bisa memimpin di level kejuaraan dunia tidaklah mudah. Alasannya, harus mendapatkan rekomendasi dari negara atau badan taekwondo profesional seperti UTI Pro.
Sebab, ada tahapan yang harus diikuti seorang wasit di level kejuaraan dunia. Antara lain, mengikuti seleksi yang ditentukan oleh WTF (World Taekwondo Federation), terangnya.
Dikatakannya lagi, menjadi wasit di tingkat kejuaraan dunia memiliki tekanan yang cukup tinggi. Apalagi, harus benar-benar fokus dalam bekerja.
Berbeda dengan Kyorugi (tarung) yang menggunakan sistem Protector Scoring System (PSS). Untuk poomsae sistem scoring menggunakan taekwonsoft. Jadi, setiap wasit dituntut memiliki tingkat konsentrasi yang cukup tinggi, paparnya.
Neta berharap, dengan tambahan ilmu yang didapat di kejuaraan dunia tersebut, dapat menambah jam terbang dan memberi kontribusi pada UTI Pro.
Mudah-mudahan, bisa menjadi modal saya untuk kemajuan UTI Pro, tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Defia Dedikasikan Emas Asian Games 2018 untuk Mendiang Sang Ayah
Olahraga Lain-Lain 19 Agustus 2018, 19:55
-
Defia Rosmaniar Berikan Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018
Olahraga Lain-Lain 19 Agustus 2018, 17:13
-
Indonesia Punya Tiga Rival Berat Taekwondo di Asian Games 2018
Bolatainment 1 Agustus 2018, 09:40
-
Legenda Taekwondo Ingin Atlet Muda Lampaui Prestasinya di Asian Games
Bolatainment 19 Juli 2018, 10:10
-
2500 Peserta Ikut Turnamen Taekwondo Menhan Cup
Olahraga Lain-Lain 25 Maret 2017, 08:53
LATEST UPDATE
-
Jam Kick Off Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini, Tayang di Mana?
Tim Nasional 5 Juni 2026, 09:56
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 GP Monako 2026 di Vidio, 5-7 Juni 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 09:49
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Hungaria 2026 di Vidio, 5-7 Juni 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 09:38
-
Tempat Menonton Timnas Indonesia vs Oman Hari Ini 5 Juni 2026
Tim Nasional 5 Juni 2026, 09:36
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 09:18
-
Jadwal Lengkap Balapan Formula 1 2026
Otomotif 5 Juni 2026, 09:17
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 5 Juni 2026, 09:13
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47








