YUTI dan UTI Pro Kembali Gelar Seleksi Untuk Kejuaraan Dunia
Editor Bolanet | 6 Februari 2013 11:02
- Dua taekwondoin YUTI dan UTI Pro yang berjaya di kejuaraan World Children Championship, Erviko Andre Prameswari Handoko dan Muhammad Maulana Rafli, tiba kembali di Tanah Air, Selasa (05/2) malam.
Setelah mempersembahkan 2 medali emas dan 1 perunggu pada 1 st World Children Taekwondo Champions di Jerman, Yuti dan UTI Pro kembali akan memboyong taekwondoin binaannya mengikuti kejuaraan dunia taekwondo di Polandia pada tahun depan.
Pendiri dan pembina YUTI dan UTI Pro Grand Master Lioem Nam Khiong yang tiba di bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (05/2) malam, tidak hanya mengaku puas.
Dikatakannya, akan membuka kesempatan kepada taekwondoin dari berbagai daerah di Tanah Air yang memiliki bakat akan di lakukan seleksi untuk mengikuti kejuaraan dunia taekwondo di Polandia pada tahun depan.
Kami sangat sadar sekali, bahwa event tersebut sangat sulit untuk meraih medali. Namun, kami yakin dengan taekwondoin yang ada saat ini, akan lebih ditempa di sasana untuk meraih medali, ujar Lioem Nam Khiong.
Menurutnya, YUTI dan UTI Pro secepatnya melakukan seleksi para taekwondoin dari daerah. Caranya, melalui seleksi yang cukup ketat di UTI Pro Pusat Training Center.
Dirinya mencontohkan, hasil jebolan binaan UTI Pro Pusat Training Center mampu menjawab tantangan di masa depan, setelah atlet cilik Erviko Andre Prameswari Handoko yang meraih medali emas pada nomor Family Poomase.
Selain itu, Taekwondo putra, pelajar SMPN 42 Batam, Muhammad Maulana Rafli asal Batam yang turun di nomor Kyurugi (tarung) berhak meraih perunggu.
Lebih jauh, Grand Master Lioem Nam Khiong juga menerima plakat dari Presiden World Childrens taekwondo Union, World CTU Park Soo Nam.
Lioem Nam Khiong menambahkan, keberhasilan para taekwondoinnya tersebut, akan disampaikan ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Program selanjutnya YUTI dan UTI Pro, akan mengikutsertakan taekwondoinnya pada US Open di Las Vegas, Amerika Serikat pada 19-23 Februari 2013.
Kunci kesuksesan saya adalah semangat dan percaya diri dari awal pertandingan, meskipun hujan salju menyelimuti negara Jerman. Selain itu, dukungan dari orang tua dan UTI Pro yang telah membantu untuk keberhasilan, ungkap Erviko, pelajar SD Muhammadiyah Jogjakarta. (esa/mac)
Setelah mempersembahkan 2 medali emas dan 1 perunggu pada 1 st World Children Taekwondo Champions di Jerman, Yuti dan UTI Pro kembali akan memboyong taekwondoin binaannya mengikuti kejuaraan dunia taekwondo di Polandia pada tahun depan.
Pendiri dan pembina YUTI dan UTI Pro Grand Master Lioem Nam Khiong yang tiba di bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (05/2) malam, tidak hanya mengaku puas.
Dikatakannya, akan membuka kesempatan kepada taekwondoin dari berbagai daerah di Tanah Air yang memiliki bakat akan di lakukan seleksi untuk mengikuti kejuaraan dunia taekwondo di Polandia pada tahun depan.
Kami sangat sadar sekali, bahwa event tersebut sangat sulit untuk meraih medali. Namun, kami yakin dengan taekwondoin yang ada saat ini, akan lebih ditempa di sasana untuk meraih medali, ujar Lioem Nam Khiong.
Menurutnya, YUTI dan UTI Pro secepatnya melakukan seleksi para taekwondoin dari daerah. Caranya, melalui seleksi yang cukup ketat di UTI Pro Pusat Training Center.
Dirinya mencontohkan, hasil jebolan binaan UTI Pro Pusat Training Center mampu menjawab tantangan di masa depan, setelah atlet cilik Erviko Andre Prameswari Handoko yang meraih medali emas pada nomor Family Poomase.
Selain itu, Taekwondo putra, pelajar SMPN 42 Batam, Muhammad Maulana Rafli asal Batam yang turun di nomor Kyurugi (tarung) berhak meraih perunggu.
Lebih jauh, Grand Master Lioem Nam Khiong juga menerima plakat dari Presiden World Childrens taekwondo Union, World CTU Park Soo Nam.
Lioem Nam Khiong menambahkan, keberhasilan para taekwondoinnya tersebut, akan disampaikan ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Program selanjutnya YUTI dan UTI Pro, akan mengikutsertakan taekwondoinnya pada US Open di Las Vegas, Amerika Serikat pada 19-23 Februari 2013.
Kunci kesuksesan saya adalah semangat dan percaya diri dari awal pertandingan, meskipun hujan salju menyelimuti negara Jerman. Selain itu, dukungan dari orang tua dan UTI Pro yang telah membantu untuk keberhasilan, ungkap Erviko, pelajar SD Muhammadiyah Jogjakarta. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Deputi Menpora Korea Berkunjung ke TC YUTI
Olahraga Lain-Lain 25 September 2012, 19:30
-
Kepelatihan Wasit Nasional Taekwondo di Singapura
Olahraga Lain-Lain 24 September 2012, 11:58
-
Tim PON Papua Dominasi YUTI Cup Seri ke-VI
Olahraga Lain-Lain 16 Juli 2012, 19:00
-
Peserta Seri Pamungkas YUTI di Papua Lampaui Rekor
Olahraga Lain-Lain 12 Juli 2012, 21:45
-
Tim Taekwondo Indonesia Berjaya di Thailand
Olahraga Lain-Lain 9 Juli 2012, 16:45
LATEST UPDATE
-
Skenario Kelolosan Kanada ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 23:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Selandia Baru vs Mesir 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:53
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Uruguay vs Cape Verde 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Iran 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Arab Saudi 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:15
-
Dengan Peran Lebih Tepat, Cristiano Ronaldo Masih Bisa Sangat Berbahaya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 20:56
-
Amerika Serikat vs Australia: 5 Kunci Penentu Laga Krusial
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:58
-
Julen Lopetegui Murka Usai Qatar Dibantai Kanada 0-6, Ini Penyebabnya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:25
-
Cedera Horor Ismael Kone: Jesse Marsch Menangis Dengar Suara Tulang Patah
Piala Dunia 19 Juni 2026, 18:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







