Mourinho Kompori Perkelahian Massal Derby Manchester, FA Turun Tangan
Heri | 12 Desember 2017 11:13
Bola.net - - Manchester United harus menerima kekalahan pahit saat menjalani derby Manchester menghadapi Manchester City. Bermain di kandang sendiri di Old Trafford, United timbang dengan skor tipis 1-2.
Duel table toppers ini berjalan seperti yang diprediksi banyak orang. City bermain dominan, menguasai bola dan Manchester United lebih banyak bertahan dan mencoba mengancam lewat bola-bola panjang dari belakang langsung ke depan. Tapi strategi route one football ala Mourinho ini terbukti tak efektif karena target man mereka, Romelu Lukaku, sedang dalam performa buruk.
Bukan cuma tak mampu menyelesaikan peluang yang diciptakan untuk dirinya, tapi ia juga menciptakan dua 'assist' untuk Manchester City dalam laga itu. Selepas pertandingan, Lukaku banyak di-bully karena kesalahannya itu.
Tapi pertarungan tak berhenti setelah wasit Michael Oliver meniup peluit panjang. kedua tim kembali bentrok setelah laga usai, di depan ruang ganti tim tamu. Berikut kami sarikan kejadian itu seperti yang dilaporkan oleh The Telegraph, The Guardian, Sky Sports, dan The Daily Mail.
Dipicu Mourinho
Cerita bermula ketika Jose Mourinho hendak menuju ke ruang pers untuk menjalani konferensi pers pasca pertandingan. Ia melewati ruang ganti Manchester City dan merasa terhina karena tim tamu merayakan kemenangan mereka secara berlebihan, setidaknya demikian menurut pandangan Mourinho.
Para penggawa City bernyanyi dan menari, serta memutar musik dengan keras. Secara teknis, tindakan City itu memang tidak salah karena mereka melakukannya di dalam ruang ganti mereka sendiri.
Tapi Mourinho yang terlanjur sakit hati merasa tak tahan lagi. Ia lalu mendatangi ruang ganti City. Mourinho minta semua penggawa City menunjukkan respek dan mengecilkan volume musik mereka. Menurut penuturan saksi mata, City memang merayakan kemenangan mereka layaknya sudah menjadi juara Premier League saja.
Mourinho lalu memaki dalam Bahasa Portugis. Kiper City, Ederson, kebetulan tengah berdiri di samping pintu masuk. Ederson yang berasal dari Brasil dan cukup lama bermain di Portugal tentu mengerti benar arti makian Mourinho. Ederson pun membalas. Jadilah kedua orang saling memaki dalam Bahasa Portugis.
Mourinho lalu menuduh Ederson melakukan diving dan pura-pura cedera dalam pertandingan. Mou menyebut Ederson melakukannya untuk buang-buang waktu. Pada akhirnya, Mourinho memaki dan merendahkan Ederson dalam Bahasa Inggris: You fuc**ng show respect. Who are you? (tunjukkan respek. Memangnya kamu itu siapa?)
Keributan Pecah
Ucapan Mourinho itu sepertinya membuat para penggawa City gusar. Salah seorang penggawa City melempar sebungkus susu dalam wadah karton ke muka Mourinho. 'Tembakan' itu meleset dan mengenai salah satu anggota staf United hingga muncrat.
Pemain lain Man City lalu menyiramkan air ke arah Mourinho meski ada laporan lain yang menyebut bahwa botol berisi air itu dilemparkan ke arah Mourinho, dan mengenai kepala sang pelatih.
Keributan pun pecah. Staf Mourinho berlari kembali ke ruang ganti timnya, memanggil bala bantuan. Pelatih dilempar botol oleh Man City, teriak staf Mourinho kepada para penggawa Setan Merah. Enam pemain Man United berlari ke ruang ganti City untuk membela pelatih mereka dari lemparan botol. Duel jilid kedua pun terjadi. Para pemain dari kedua tim terlibat adu fisik yang sulit dihentikan.
Perkelahian semakin membesar hingga melibatkan 30 orang dalam koridor sempit itu. Saksi mata menyatakan bahwa Romelu Lukaku menjadi salah satu pemain yang paling banyak terlibat dalam perkelahian massal itu. Bisa jadi penyerang asal Belgia itu hanya ingin mencurahkan rasa frustrasinya karena minimnya gol dan penampilan buruknya dalam pertandingan. Tapi laporan lain menyebut bahwa tokoh utama dalam pertarungan ini adalah Antonio Valencia dan Marcos Rojo.
Dalam adu jotos itu, asisten manajer City, Mikel Arteta yang berusaha melerai malah menjadi korban. Pelipis Arteta robek dan berdarah terkena lemparan botol entah siapa dalam kekacauan itu. Michael Carrick juga berusaha memisahkan kedua kubu meski juga menyebut City tidak menunjukan respek. Polisi dan petugas keamanan yang awalnya hanya melihat dengan rasa tidak percaya, akhirnya harus turun tangan memisahkan kedua kubu. Arteta sendiri menutupi lukanya saat masuk ke markas latihan City pada Senin pagi waktu setempat.
Tidak Terekam CCTV
Sebelum pertandingan, Manchester City meminta izin kepada Manchester United untuk mengajak kru film dokumenter mereka ke ruang ganti. Saat ini Amazon memang tengah menggarap film dokumenter mengenai kiprah Man City sepanjang musim ini. Kru film dokumenter biasanya mengikuti City ke semua area yang bisa dimasuki tim. Manchester United tidak memberikan izin itu.
Seandainya United memberikan izin, sudah pasti perkelahian massal itu akan terekam kamera kru film Amazon. Seandainya pertikaian ini terjadi di Etihad Stadium sudah pasti ada banyak kamera yang juga merekamnya karena Man CIty memang rutin mengunggah situasi koridor dan ruang ganti mereka setiap setelah pertandingan.
Tapi sampai saat ini belum jelas apakah kamera CCTV dan keamanan Old Trafford menangkap insiden itu. Jika pun terekam, kecil kemungkinan pihak Manchester United akan bersedia melepasnya.
Ruang ganti City bersebelahan dengan ruang wasit. Tapi wasit Michael Oliver tidak mencantumkan perkelahian besar itu dalam laporan pertandingan yang ditulisnya. Artinya, wasit tidak mengetahui adanya insiden tersebut meski lokasinya sangat dekat.
Diselidiki FA
Munculnya pemberitaan besar-besaran di Inggris soal insiden ini membuat FA mau tak mau turun tangan. FA terpaksa bertindak lantaran reaksi besar dari publik.
Otoritas Sepakbola Inggris itu tak mau disebut menganakemaskan United. Beberapa pekan lalu, FA sudah membebaskan Romelu Lukaku dari segala tuduhan meski dalam tayang ulang video jelas terlihat ia menendang Gaetan Bong dua kali. Jauh dari bola, Lukaku sengaja menendang Bong sesaat sebelum Ashley Young mencetak gol kemenangan United ke gawang Brighton and Hove Albion. FA menyatakan Lukaku tak bersalah. Tapi kali ini FA sudah minta keterangan dari kedua klub.
FA sedang meminta keterangan dari kedua klub terkait insiden yang terjadi setelah pertandingan kemarin, tulis FA di situs resmi mereka.
United dan City diberi waktu hingga pukul 18:00 hari Rabu waktu setempat untuk memberikan jawaban. FA lalu akan memutuskan apakah akan melakukan investigasi lebih lanjut berdasarkan keterangan dari kedua tim. Namun saat ini sudah banyak pihak yang pesimis dengan keseriusan FA. Lantaran yang terlibat adalah sama-sama klub besar, banyak yang meyakini FA akan membebaskan keduanya. Atau kalaupun dijatuhi hukuman, maka vonisnya akan ringan seperti denda beberapa ribu pound.
Tapi Manchester United juga bisa diselidiki atas pelanggaran lain. Fans United kedapatan melemparkan flare dengan asap merah ke lapangan saat Bernardo Silva tengah bersiap untuk melakukan tendangan sudut.
Old Trafford juga pernah menjadi saksi 'Battle of Buffet'. Saat itu skuat Man United bersitegang dengan Arsenal. Pelatih United kala itu, Sir Alex Ferguson, dilempar dengan pizza. Bagi Mourinho sendiri, ini bukan kali pertama ia terlibat perkelahian massal, utamanya dengan tim Josep Guardiola. Saat masih menangani Real Madrid, Mourinho mencolok mata asisten Guardiola kala itu, Tito Vilanova. Madrid dan Barca pun kerap terlibat perkelahian.
Bagaimana pendapat soal insiden ini?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

