Aldi Satya Mahendra Pimpin Gebrakan, Inilah Formasi Maut Yamaha Racing Indonesia 2026
Asad Arifin | 27 Februari 2026 20:33
Bola.net - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi memperkenalkan barisan pembalap elit mereka untuk musim 2026. Peluncuran tim yang berlangsung di Black Owl, Jakarta Utara pada Jumat (27/2) menjadi simbol ambisi besar Yamaha di kancah internasional.
Tercatat ada tujuh pembalap berbakat yang akan berjuang penuh di empat kejuaraan dunia dan Asia yang sangat bergengsi. Fokus utamanya adalah meningkatkan prestasi dan membidik podium di setiap seri yang diikuti.
Petualangan besar ini sebenarnya sudah dibuka dengan manis oleh Aldi Satya Mahendra di World Supersport (WSSP). Membalap di Sirkuit Phillip Island, Australia pada 20-22 Februari 2026, Aldi sukses mencatatkan sejarah luar biasa.
Ia menjadi rider Indonesia pertama yang berhasil naik podium di kelas World Supersport setelah tampil heroik pada Race 2. Berkat pencapaian tersebut, Aldi kini bertengger di peringkat lima klasemen sementara.
"Musim World Supersport 2026 baru berlangsung, dan hasil podium 2 di seri pertama Australia memberikan spirit luar biasa buat menjalani kompetisi. Saya sangat termotivasi untuk mengulang kembali podium bahkan jadi juara race," ujar Aldi.
"Kepercayaan diri saya bertambah karena mampu unggul dalam pertarungan dengan pembalap-pembalap yang lebih berpengalaman. Membalap dengan mental rider dunia juga membantu saya bersaing, mengeluarkan skill terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia," katanya menambahkan.
World Sportbike dan ARRC
Sektor World Sportbike juga menjadi sorotan dengan debutnya Arai Agaska Dibani Laksana yang menunggangi Yamaha YZF-R7. Runner-up R3 BLU CRU World Cup 2025 ini memasang target tinggi untuk bisa menembus posisi lima besar dunia.
Beralih ke level Asia, kelas SS600 dalam Asia Road Racing Championship (ARRC) akan diperkuat oleh Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi. Keduanya berambisi mengulang sukses double podium di Mandalika dan mengejar titel juara umum musim ini.
Selain di ARRC, Wahyu Nugroho juga mendapatkan jam terbang tambahan dengan berkompetisi di All Japan Road Race Championship. Ia akan memacu Yamaha YZF-R6 untuk mengasah kemampuannya di Negeri Sakura.
Untuk kelas AP250, Yamaha mengandalkan duet maut Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi. Candra yang musim lalu berstatus rookie terbaik, kini fokus penuh untuk mengamankan gelar juara di kelas tersebut.
Pembinaan Berjenjang
Yamaha juga terus konsisten melakukan pembinaan berjenjang bagi para pebalap muda di bawah usia 15 tahun. Salah satunya adalah Sabian Fathul Ilmi yang akan berlaga di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.
Remaja berusia 13 tahun ini sebelumnya sudah menunjukkan tajinya saat tampil sebagai wild card di Buriram, Thailand. Sabian diharapkan bisa terus berkembang dan memetik pengalaman berharga selama satu musim penuh di kancah Asia.
"Keberhasilan kami di World Supersport dan ajang internasional lainnya menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan Yamaha Racing Indonesia berjalan efektif dan terarah, dengan dilakukannya program latihan fisik dan mental yang terstruktur, pengembangan teknis motor berpartner dengan teknologi berbasis data dan racing DNA, kolaborasi solid antara rider, engineer, serta manajemen tim yang mampu beradaptasi dengan cepat," ucap Assistant General Manager CS Division PT YIMM, Johannes B.M. Siahaan.
"Kami menyadari bahwa prestasi ini bukanlah hasil kerja satu individu, melainkan kolaborasi kuat antara pembalap, tim, engineer, manajemen, sponsor, pemerintah dan dukungan para pecinta motorsport Indonesia."
"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan komitmen yang telah diberikan. Ke depan, kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin dan semakin kuat, dan juga memenangkan masa depan. Mari membangun mimpi bersama Yamaha dan wujudkan dengan kemenangan yang membanggakan," sambungnya.
Arai Agaska
Arai Agaska kini tengah bersiap menghadapi tantangan baru yang jauh lebih berat di kancah balap motor Benua Biru. Kepercayaan diri sang pembalap muda ini didorong oleh rekam jejak impresifnya saat masih bersaing di kompetisi junior tahun lalu.
Pembalap asal Nusa Tenggara Barat(NTB) ini menyadari bahwa transisi ke kelas yang lebih tinggi membutuhkan adaptasi teknis yang sangat cepat. Ia bertekad memanfaatkan setiap sesi latihan untuk menaklukkan karakter sirkuit-sirkuit legendaris di Eropa.
"Ini tahun perdana saya di World Sportbike, saya berharap dapat mencapai result optimal. Race battle akan lebih menantang, saya harus berlatih lebih keras dan menggunakan pengalaman pernah balapan di sirkuit-sirkuit Eropa saat di R3 BLU CRU World Cup. Saya ingin merealisasikan target dan berprestasi mendunia di World Sportbike," ucap Arai.
"Ini tahun perdana saya di World Sportbike, saya berharap dapat mencapai result optimal. Race battle akan lebih menantang, saya harus berlatih lebih keras dan menggunakan pengalaman pernah balapan di sirkuit-sirkuit Eropa saat di R3 BLU CRU World Cup. Saya ingin merealisasikan target dan berprestasi mendunia di World Sportbike," lanjutnya.
Wahyu Nugroho
Wahyu Nugroho datang ke musim baru dengan membawa misi penebusan setelah hampir merengkuh gelar juara pada tahun sebelumnya. Konsistensi menjadi kunci utama bagi pebalap ini agar bisa terus mengumpulkan poin di setiap seri yang dijalani.
Selain faktor teknis, kesiapan mental juga menjadi fokus utama Wahyu untuk menghadapi persaingan sengit di kelas SS600. Dirinya yakin bahwa dengan dukungan tim yang solid, target menjadi yang terbaik di Asia bukanlah hal yang mustahil.
"Tahun ini saatnya saya bertekad merebut gelar juara di Asia Road Racing Championship. Saya makin optimis dapat melakukannya, dengan memperbaiki performa tahun lalu. Juga harapannya terhindar dari insiden atau crash sehingga lancar sampai podium juga mengumpulkan poin-poin penting," beber Wahyu.
M. Faerozi
M. Faerozi menatap musim 2026 dengan semangat berlipat ganda setelah merasakan manisnya podium di kandang sendiri musim lalu. Ambisinya kali ini adalah membuktikan bahwa performa apiknya di Mandalika bukan sekadar keberuntungan belaka.
Pembalap yang akrab disapa Faeroz ini terus mengasah gaya balapnya agar lebih kompetitif saat berduel di lintasan internasional lainnya. Ia berharap peningkatan performa motor Yamaha R6 miliknya mampu membantu ambisinya naik ke papan atas klasemen.
"Musim lalu berkesan bagi saya dengan mendapatkan podium di Mandalika, itu pencapaian yang berarti dan membanggakan. Tahun ini saya harapkan mendapatkan podium lagi dan memperbaiki peringkat di klasemen. Saya tak sabar memulai balapan dan memberikan hasil yang optimal di sirkuit," kata M. Faerozi.
Candra Hermawan
Candra Hermawan diprediksi akan menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara di kelas Asia Production 250cc tahun ini. Setelah sukses menyandang gelar rookie terbaik, ekspektasi publik kini tertuju pada kemampuannya menguasai jalannya balapan.
Fokus utamanya adalah meminimalisir kesalahan sekecil mungkin agar bisa tetap berada di rombongan terdepan sepanjang lomba. Candra merasa sangat terbantu dengan performa mesin Yamaha R3 yang dinilainya sangat mumpuni untuk bersaing ketat.
"Juara di musim ini ingin saya wujudkan, karena tahun lalu saya mampu meraih beberapa podium jadi harus ada peningkatan. Saya optimis bisa melakukannya dengan dukungan tim dan motor unggulan Yamaha. Tahun ini bakal semakin seru dan saya tertantang untuk meraih kemenangan race," ungkap Candra.
Muhammad Fadhil Musyavi
Muhammad Fadhil Musyavi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang diberikan oleh manajemen Yamaha Racing Indonesia musim ini. Pengalaman berharga yang didapatnya di Sepang tahun lalu menjadi modal utama untuk tampil lebih berani dalam melakukan manuver.
Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan fisiknya agar tetap bugar menghadapi jadwal balapan yang sangat padat. Fadhil percaya bahwa setiap balapan adalah ajang untuk membuktikan kualitasnya sebagai pebalap kelas dunia.
"Kesempatan datang lagi dan akan saya manfaatkan semaksimal mungkin di kejuaraan Asia ini. Tentunya dengan mendapatkan podium lagi, jadi saya harus mengeluarkan kemampuan terbaik. Saya percaya diri bisa bersaing dan ingin menambah pengalaman lagi dalam perjalanan karir balap saya yang semakin mengesankan," ujar Fadhil.
Sabian Fathul Ilmi
Sabian Fathul Ilmi menjadi representasi masa depan cerah balap motor Indonesia melalui partisipasinya di ajang bLU cRU. Meski masih berusia sangat muda, talenta dan keberaniannya di atas lintasan sudah mendapatkan pengakuan dari banyak pihak.
Program ini dirancang khusus untuk membentuk mentalitas juara sejak dini sebelum Sabian melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berjanji akan menyerap semua ilmu dari para seniornya demi memberikan hasil terbaik bagi merah putih.
"Terima kasih Yamaha untuk satu musim balapan di kejuaraan R3 BLU CRU Asia-Pacific ini. Semoga saya dapat menjalani race sebaik mungkin sehingga hasilnya positif. Saya sangat senang diberikan peluang ini, akan jadi pengalaman yang menyenangkan di kompetisi Asia," imbuhnya.
Baca Ini Juga:
- Hasil Latihan MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Tercepat, Ungguli Marc Marquez
- Hasil Latihan Moto2 Thailand 2026: Mario Aji Masuk Top 5 dan Lolos ke Q2, Manuel Gonzalez Tercepat
- Fabio Quartararo Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Bikin Santai Hadapi Kesulitan Yamaha Musim Ini
- Hasil Latihan Moto3 Thailand 2026: David Almansa Tercepat, Veda Ega Pratama Lolos ke Q2
- Luca Marini Tanggapi Rumor Lirikan Yamaha: Saya Memang yang Terbaik untuk Kembangkan Motor
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aldi Satya Mahendra Masuk Top 5 Klasemen WorldSSP 2026 Usai Podium di Race 2 Seri Australia
Otomotif 22 Februari 2026, 11:35
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 11:20
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 11:13
LATEST UPDATE
-
Hasil PSBS Biak vs PSIM: Drama 6 Gol dan Akhir Paceklik Menang Laskar Mataram
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 22:30
-
Siap Sapu Bersih! 10 Tim dan 40 Pembalap Yamaha Berambisi Dominasi Kejurnas 2026
Otomotif 27 Februari 2026, 21:02
-
Aldi Satya Mahendra Pimpin Gebrakan, Inilah Formasi Maut Yamaha Racing Indonesia 2026
Otomotif 27 Februari 2026, 20:33
-
Hasil Drawing 16 Besar UEFA Conference League 2025/2026
Liga Eropa UEFA 27 Februari 2026, 20:22
-
Real Madrid vs Manchester City dan Lahirnya Rivalitas Baru Eropa
Liga Champions 27 Februari 2026, 20:07
-
Ini Panduan Lengkap Nonton KLBB Festival 2026
Lain Lain 27 Februari 2026, 18:57
-
Bagan Babak 16 Besar Liga Champions: Siapa Lawan Siapa?
Liga Champions 27 Februari 2026, 18:46
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 28 Februari - 1 Maret 2026
Liga Inggris 27 Februari 2026, 17:34
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Persijap Jepara 28 Februari 2026
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 17:31
-
Prediksi Barcelona vs Villarreal 28 Februari 2026
Liga Spanyol 27 Februari 2026, 17:15
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 28 Februari - 3 Maret 2026
Liga Italia 27 Februari 2026, 17:08
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21






