Alex Marquez: Rider MotoGP Bakal Bahas Protokol Balapan Pasca Tewasnya Pembalap
Anindhya Danartikanya | 2 Juni 2021 14:17
Bola.net - Alex Marquez mensinyalir bahwa dalam rapat Safety Commission (Komite Keselamatan) di Catalunya, Spanyol, Jumat (4/6/2021), para rider MotoGP akan membahas protokol balapan pasca tewasnya seorang pembalap. Hal ini disebabkan beberapa rider protes karena diminta tetap balapan di Mugello, Italia, hanya beberapa jam setelah Jason Dupasquier meninggal dunia.
Dupasquier diketahui mengalami kecelakaan hebat dengan Ayumu Sasaki dan Jeremy Alcoba di Tikungan 9 Sirkuit Mugello, dalam sesi Kualifikasi 2 (Q2) Moto3, Sabtu (29/6/2021). Ia pun tak sadarkan diri dan harus ditangani oleh staf medis di TKP. Proses evakuasinya membutuhkan waktu 45 menit, sebelum ditransfer ke Rumah Sakit Careggi di Florensia dengan helikopter.
Rider Swiss itu dinyatakan mengalami politrauma, yakni di bagian kepala, dada, dan perut, serta dalam kondisi sangat kritis. Pada Sabtu malam, ia pun menjalani operasi, tapi pada Minggu (30/5/2021) pagi, nyawanya dipastikan tak selamat. Pengumuman ini pun dirilis usai balapan Moto3 berakhir, tepat saat seluruh rider Moto2 sudah berada di grid dan bersiap balapan.
Keputusan Dorna Sports tak memberitahukan kabar itu kepada para rider Moto2 pun dikecam. Selain itu, keputusan mengheningkan cipta hanya beberapa menit sebelum balapan MotoGP digelar juga menuai kritik tajam dari para rider karena memengaruhi mental, apalagi mereka sama sekali tak ditanya ingin tetap balapan atau memilih mundur untuk berkabung.
Beda dengan Protokol Usai Luis Salom Meninggal Dunia

Pecco Bagnaia, Danilo Petrucci, dan Aleix Espargaro adalah yang paling vokal menyuarakan protes ini. Lewat MotosanGP, Senin (31/5/2021), Alex Marquez mengaku dirinya merupakan salah satu rider yang memilih tetap balapan demi menghormati Dupasquier, namun ia sepakat dengan Petrucci, yang menyayangkan tak satu pun rider MotoGP dimintai pendapat soal perasaan mereka.
Pasalnya, saat rider Moto2 Luis Salom meninggal dunia akibat kecelakaan dalam sesi latihan di Catalunya pada 2016, Dorna Sports diketahui dengan jelas mendapatkan izin dari keluarga Salom untuk tetap balapan. Seluruh pembalap Grand Prix juga ditanya apakah mereka ingin tetap balapan atau memilih absen untuk berkabung.
"Pada kesempatan lain, rider dan tim biasanya ditanya. Kali ini saya tak ditanya soal apa pun. Sungguh tak biasa, dan rasanya sangat berat. Situasinya tak ditangani dengan cara terbaik. Tetap balapan demi Jason adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan, tapi keputusan kan tak ada di tangan saya. Rasanya aneh dan perasaan kami kontradiktif akibat cara mereka menangani situasi," ujar Marquez.
Juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini pun sangat berharap Dorna memang sudah berdiskusi dengan keluarga Dupasquier sebelum memutuskan tetap menggelar balapan. Namun, Marquez menyatakan protokol macam ini akan dibahas lebih jauh dalam rapat Safety Commission yang biasa dihadiri para pembalap MotoGP tiap hari Jumat dalam pekan balap.
Kompak Pertanyakan Sesi Mengheningkan Cipta Sebelum Balapan

"Saya ingin berprasangka baik bahwa keluarga Jason telah diberitahu. Itu satu-satunya hal saya pikirkan. Semoga panitia telah berdiskusi dengan mereka sebelum akhirnya memutuskan tetap balapan. Semua terjadi begitu cepat, dan tak mudah ditangani. Saya bisa memaklumi posisi Dorna. Namun, perihal ini tampaknya akan kami diskusikan di rapat Safety Commission," tuturnya.
Marquez juga menanggapi para rider yang menganggap sesi mengheningkan cipta sebelum balapan MotoGP digelar adalah blunder, karena memengaruhi mental dan emosi mereka. Tak sedikit rider MotoGP yang hadir menangis dan merasa berat untuk kembali mengendarai motor. Padahal, kurangnya konsentrasi justru bisa membahayakan mereka dalam balapan.
"Sesi mengheningkan cipta memang harus dilakukan, namun tak mudah bagi pembalap untuk berada di grid, walau hidup harus tetap berjalan. Jason mungkin bakal ingin kami tetap balapan seperti biasa, mengingat balapan adalah hal yang ia cintai. Kami hanya coba memastikan tampil sebaik mungkin. Namun, bagi kami memang sangat berat," pungkas Marquez.
Sumber: MotosanGP
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- Siap Turunkan 8 Motor di MotoGP, Ducati: Cepat atau Lambat Bakal Wajib Pakai 4 Saja
- Jack Miller Tak Sreg Kontrak Barunya dari Ducati Tetap Berdurasi Setahun
- Jadwal Pekan Balap Formula 1 GP Baku, Azerbaijan 2021
- Jadwal Pekan Balap MotoGP, Moto2, Moto3, dan MotoE Catalunya, Spanyol 2021
- Valentino Rossi Sebut Kondisi Fabio Quartararo Terbaik, Kandidat Juara Terkuat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59











