'Ancaman Honda Mundur dari MotoGP Tak Masuk Akal'
Editor Bolanet | 30 Januari 2014 09:00
- Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA), Herve Poncharal mengaku tak habis pikir mengapa Vice President Departemen Balap Honda (HRC), Shuhei Nakamoto tak menyetujui penyeragaman perangkat elektronik (ECU) di MotoGP.
Nakamoto mengaku akan menarik seluruh tim Honda bila MotoGP menerapkan penyeragaman ECU pada tahun 2016. Padahal, aturan tersebut sudah mulai diberlakukan pada tim-tim berstatus Open tahun ini.
Tim-tim Open diwajibkan memakai hardware dan software buatan Magneti Marelli. Sementara tim-tim pabrikan diwajibkan memakai hardware-nya saja, dan masih diperbolehkan untuk mengembangkan software-nya sendiri.
Penyeragaman ECU ini sejatinya bukan aturan asing di dunia motorsport. Formula 1 dan Kejuaraan Dunia Touring Car sudah menganut aturan ini. Bahkan, 'adik-adik' MotoGP, Moto2 dan Moto3 sudah melakukan hal yang sama.
Saya sangat menghormati Mr. Nakamoto, namun saya tak mengerti alasannya. Padahal ia pernah menangani Honda di F1. Saat ia masih ada di sana, penyeragaman ECU sudah diberlakukan. Ia bahkan setuju aturan ini diterapkan di Moto3, tapi ia bersikeras menolaknya di MotoGP, ujar Poncharal yang juga bos Monster Yamaha Tech 3.
Di sisi lain, Ducati Corse merupakan pabrikan yang paling setuju dengan penyeragaman ECU. Bahkan, mereka tengah beniat mengubah seluruh timnya dengan format Open.
Sementara soal Yamaha, saya belum tahu pasti. Tampaknya keputusan mereka bergantung pada seberapa besar ECU ini berhasil di Forward Racing tahun ini, tutup Poncharal. (sw/kny)
Nakamoto mengaku akan menarik seluruh tim Honda bila MotoGP menerapkan penyeragaman ECU pada tahun 2016. Padahal, aturan tersebut sudah mulai diberlakukan pada tim-tim berstatus Open tahun ini.
Tim-tim Open diwajibkan memakai hardware dan software buatan Magneti Marelli. Sementara tim-tim pabrikan diwajibkan memakai hardware-nya saja, dan masih diperbolehkan untuk mengembangkan software-nya sendiri.
Penyeragaman ECU ini sejatinya bukan aturan asing di dunia motorsport. Formula 1 dan Kejuaraan Dunia Touring Car sudah menganut aturan ini. Bahkan, 'adik-adik' MotoGP, Moto2 dan Moto3 sudah melakukan hal yang sama.
Saya sangat menghormati Mr. Nakamoto, namun saya tak mengerti alasannya. Padahal ia pernah menangani Honda di F1. Saat ia masih ada di sana, penyeragaman ECU sudah diberlakukan. Ia bahkan setuju aturan ini diterapkan di Moto3, tapi ia bersikeras menolaknya di MotoGP, ujar Poncharal yang juga bos Monster Yamaha Tech 3.
Di sisi lain, Ducati Corse merupakan pabrikan yang paling setuju dengan penyeragaman ECU. Bahkan, mereka tengah beniat mengubah seluruh timnya dengan format Open.
Sementara soal Yamaha, saya belum tahu pasti. Tampaknya keputusan mereka bergantung pada seberapa besar ECU ini berhasil di Forward Racing tahun ini, tutup Poncharal. (sw/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Situasi Berubah, Sekarang Man United Didesak Rekrut Declan Rice!
Liga Inggris 21 April 2026, 18:18
-
Bastoni ke Barcelona? Tunggu Lampu Hijau Hansi Flick
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:47
-
Fadly Alberto Minta Maaf: Perbuatan Bodoh Saya Menendang Rakha Nurkholis
Tim Nasional 21 April 2026, 17:20
-
Lamine Yamal Bicara Inspirasi dan Lionel Messi
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:17
-
Melihat Peran Krusial Rodri dan Silva: Rahasia Man City Kalahkan Arsenal
Liga Inggris 21 April 2026, 16:45
-
Cukup Rp1 Triliun Saja, Rafael Leao Bisa Diangkut dari AC Milan
Liga Italia 21 April 2026, 16:43
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59















