Andrea Dovizioso: Usia Bukan Masalah, Marc Marquez 'Berbahaya' Sekalinya Klop di Ducati
Anindhya Danartikanya | 20 Maret 2024 12:47
Bola.net - MotoGP Legend sekaligus eks pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, meyakini Marc Marquez bisa menjadi pembalap yang 'berbahaya' bagi pembalap MotoGP lainnya sekalinya klop dengan Desmosedici. Menurutnya, Marquez masih punya banyak kartu yang bisa dimainkan musim ini.
Seperti yang diketahui, Dovizioso dan Marquez menjalin rivalitas sengit dalam perebutan gelar dunia 2017, 2018, dan 2019, di mana Marquez menjadi juara dan Dovizioso menjadi runner up secara beruntun. Atas alasan inilah Dovizioso merasa sangat 'mengenal' gaya balap dan strategi Marquez.
Dovizioso pun kagum melihat Marquez langsung mampu meramaikan posisi lima besar dalam Seri Qatar, yakni debutnya bersama Ducati. Pasalnya, seperti yang diakui Marquez sendiri, Dovizioso melihatnya mengendarai Ducati masih dengan gaya balap yang ia pakai selama 11 tahun membela Honda.
Marc Marquez Moncer di Ducati Pakai Gaya Balap Honda

"Marquez telah dianugerahi dengan karier panjang dengan melalui tahun-tahun sembari mengalami banyak konsekuensi, dan itulah alasan mengapa ia masih belum berkendara dengan cara berbeda," ungkap Dovizioso lewat kanal YouTube ZamTube seperti yang dikutip Motosan.es, Selasa (19/4/2024).
Juara dunia GP125 2004 ini menyatakan, hasil Marquez di Qatar bakal membuat para pembalap lainnya merasa cemas. Namun, rasa cemas ini mungkin akan bertambah besar sekalinya Marquez akhirnya menemukan cara yang jauh lebih jitu dalam menjinakkan Ducati.
"Melihatnya berkendara seperti ini dan melaju begitu jauh di depan, bakal bikin cemas para rivalnya, karena jika ia mampu melakukan modifikasi sedikit saja, ia bisa sangat berbahaya untuk yang lain," ujar pembalap yang pensiun pada pertengahan musim 2022 ini.
Yang Penting Tahu Cara Taklukan Ducati

Dovizioso pun tak percaya bahwa usia Marquez yang sudah menginjak 31 tahun bakal jadi penghambat. Pasalnya, ia yakin yang terpenting adalah cara seorang pembalap memanfaatkan kekuatan Ducati. "Mengubah gaya balap tidaklah mudah usai bertahun-tahun [mengendarai motor yang sama]," ungkapnya.
"Usia 30 tahun tidaklah terlalu tua, tetapi dengan Ducati, Anda harus berkendara dengan cara tertentu, selalu memakai ban depan, dan menyeimbangkan atau tidak menyeimbangkannya dengan cara berbeda. Jadi, jika mampu beradaptasi, Anda bisa membuat perbedaan, dan Marc ada di tim yang tepat," tutupnya.
Hasil Marquez di Qatar juga semakin memanaskan rumor bahwa Ducati bertekad memindahkannya dari Gresini Racing ke Ducati Lenovo Team pada 2025. Namun, ia harus bersaing dengan tiga pembalap muda Ducati lainnya, yakni Enea Bastianini, Jorge Martin, dan Marco Bezzecchi.
Sumber: YouTube/ZamTube, Motosanes
Baca juga:
- Pilih Marc Marquez atau Rider Junior? Usia Jadi Faktor Penting Keputusan Ducati untuk MotoGP 2025
- Fermin Aldeguer: Tanpa Kiprah Moto3, Jadi Rider MotoGP Pertama Lulusan MotoE
- BMW Mulai Lirik MotoGP, Sang Bos: Kami Nggak Mau Fokus di WorldSBK Saja
- Daftar Pembalap MotoGP 2025: Fermin Aldeguer Resmi ke Ducati, Bela Tim Mana?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





