Arti Ritual Jongkok yang Kerap Dilakukan Valentino Rossi di Grid MotoGP
Anindhya Danartikanya | 6 Agustus 2021 11:50
Bola.net - Tak hanya dikenal sebagai ikon dan legenda MotoGP, Valentino Rossi, dikenal sebagai salah satu pembalap motor yang memiliki begitu banyak ritual. Dalam buku otobiografi 'What If I Have Never Tried It' yang dirilis pada tahun 2005 lalu, Rossi bahkan mengaku dirinya merupakan orang yang sangat percaya takhayul.
Ritual The Doctor yang paling terkenal adalah berjongkok di sebelah kanan motor untuk memegang footpeg dan lalu menaiki motornya untuk keluar dari pitlane. Tapi ada satu lagi ritual 'jongkok' yang ia lakukan, yakni saat di grid sebelum balapan dimulai.
Bedanya, ritual berjongkok di grid ia lakukan bukan untuk memegang footpeg, melainkan untuk mengajak motornya 'bicara'. Rossi biasanya berjongkok sembari membawa botol minumnya, berbisik dan kadang membentur-benturkan pundak dengan ringan pada fairing motornya. Apa sih artinya? Berikut ulasannya.
Momen 'Ngobrol' dengan Motor

Dalam wawancaranya dengan Sky Sport pada awal 2020, Rossi menjelaskan apa arti yang sebenarnya dari ritual di grid tersebut. "Ketika saya di dekat motor, itu adalah ritual. Biasanya saya jongkok di sebelahnya," ungkap sembilan kali juara dunia berusia 41 tahun ini.
"Saya coba bicara dengannya, menyemangatinya, bilang padanya bahwa pada saat start, hanya ada saya dan dia, dan kami harus coba naik podium. Saya bilang padanya bahwa ia harus membantu saya dalam momen sulit. Ia tak pernah menjawab, namun jika ia menjawab, saya takkan kaget," kisah The Doctor.
"Saat berjongkok di sebelah motor, itulah momen terakhir saya, ketika saya harus memotong semua 'jembatan' dengan semua hal selain balapan, bahkan 'jembatan' dengan semua orang yang ada di grid saya. Setelahnya, saya hanya boleh memikirkan balapan," lanjutnya.
Jelaskan Momen-Momen Terburuk Sebelum Start

Rossi juga menjelaskan bahwa momen-momen paling tidak menyenangkan baginya menjelang balapan adalah ketika kelas Moto2 menjalani start. Ia mengaku saat itulah perutnya mulai dipenuhi kupu-kupu karena merasa cemas. Menurutnya, itulah tanda yang benar-benar nyata bahwa sebentar lagi ia akan balapan.
"Momen terburuk adalah saat balapan Moto2 dimulai. Pada momen itulah saya mulai cemas karena saya tahu setelah mereka, giliran saya balapan. Perasaan ini muncul di benak saya sampai lima menit sebelum balapan MotoGP dimulai. Setelahnya, saya akan memasuki fase konsentrasi yang berbeda dan hanya memikirkan balapan," ungkapnya.
Rider berusia 41 tahun ini pun mengakui bahwa ia merasa cinta dan benci terhadap momen-momen membingungkan tersebut. Atas alasan inilah ia menyatakan bahwa salah satu hal yang akan ia rindukan ketika pensiun nanti adalah justru momen-momen mendebarkan seperti itu.
Jadi Hal yang Bakal Sangat Dirindukan

"Apa yang saya rasakan sebelum balapan sangatlah indah, dan ketika saya pensiun, momen inilah yang akan paling saya rindukan. Pada momen itulah saya merasa tak nyaman, merasa gelisah, tapi di dalam Anda merasakan adrenalin terpacu dan ada semangat untuk tampil baik," ungkap Rossi.
"Saya cemas hanya karena olahraga ini adalah olahraga berbahaya, dan karena takut melakukan kesalahan dan bisa-bisa menghancurkan balapan. Jadi, perasaan baik dan buruk inilah yang tak terlupakan. Menurut saya, banyak pembalap yang juga balapan hanya demi merasakan perasaan ini," pungkasnya.
Sumber: Sky Sport
Video: Gaya Nyeleneh Valentino Rossi di MotoGP
Baca Juga:
Tribut Max Biaggi untuk Valentino Rossi: Semoga Kita Akhirnya Bisa Akur
Tak Cuma Jago di MotoGP: Koleksi Prestasi Valentino Rossi di Luar Balap Motor
Valentino Rossi Pensiun, Jorge Lorenzo: Akhir dari Era 'Four Aliens'
Pensiun dari MotoGP, Valentino Rossi Bakal Rindu Jadi 'Atlet Sesungguhnya'
Jadwal Live Streaming MotoGP, Moto2, dan Moto3 Styria 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










