Belum Menang di MotoGP, Quartararo: Saya Cuma Frustrasi, Bukan Marah
Anindhya Danartikanya | 17 Desember 2019 10:40
Bola.net - Fabio Quartararo menanggapi opini crew chief Franco Morbidelli, Ramon Forcada, yang menyebutnya sebagai 'pemarah'. Eks crew chief Jorge Lorenzo itu menyebut El Diablo marah tiap dikalahkan oleh Marc Marquez, tak seperti rider lain yang menurutnya justru pasrah.
Musim ini, Quartararo sukses meraih tujuh podium, yang uniknya selalu finis tepat di belakang Marquez. Dua podium di antaranya diraih Quartararo lewat pertarungan sengit dengan Marquez dalam memperebutkan kemenangan sampai lap terakhir di Misano dan Thailand.
Tiap kali kalah di tangan Marquez, Quartararo memang tampak sangat kecewa ketika menjalani honor lap sebelum masuk ke parc ferme. Meski begitu, pada akhirnya ia dan Marquez selalu bersikap sportif dan saling memberikan apresiasi mengenai performa satu sama lain.
Takkan Puas Hanya Finis Kedua

Quartararo pun menanggapi pernyataan Forcada, "Saya yakin hanya sedikit orang yang punya hasrat yang sama besarnya dengan saya dalam membidik kemenangan. Finis kedua di belakang seorang delapan kali juara dunia memang hebat, tapi saat melintas garis finis..."
"Ada pebalap yang bakal cukup senang finis kedua. Saya juga senang, tapi hanya 2-3 jam usai finis. Saat momen itu terjadi, saya bukan marah, tapi frustrasi. Rasanya seperti saat berekspektasi lebih tapi justru gagal. Seperti, 'Sialan, aku hanya tertinggal sedikit!' Tapi saya sama sekali tak marah," ungkapnya.
Musim depan, rider berusia 20 tahun ini pun dipastikan bakal mendapatkan motor YZR-M1 2020 spek pabrikan, dan ia pun diduga akan jauh lebih garang dan mengancam Marquez lebih jauh. Ia juga digadang-gadang akan segera meraih kemenangan perdananya.
Ogah Bayangkan Rasa Kemenangan
Meski begitu, Quartararo mengaku ogah membayangkan rasanya. "Entah bagaimana cara saya menang nanti, karena saya memang belum pernah menang. Yang jelas adalah saya harus bekerja sangat keras. Sudah jelas kami harus tetap bekerja di jalan yang tepat," tuturnya.
Pebalap asal Prancis ini pun bertekad bekerja jauh lebih keras, meski harus mengorbankan banyak waktunya untuk bersenang-senang menikmati masa muda dan makin jarang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya.
"Tahun ini, demi fokus pada karier balap, saya menghabiskan jauh lebih banyak waktu ketimbang yang orang kira, bahkan saat saya berada di rumah. Tahun ini, saya hanya memikirkan karier saya ketimbang kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
Baca Juga:
- Popularitas Meroket, Fabio Quartararo: Saya 'Belum' Jadi Bintang MotoGP
- MotoGP Bikin Quartararo Tahu Rasanya Jadi Pebalap 'Sungguhan'
- Daftar Final Tim dan Pebalap Peserta MotoE 2020
- Jelang MotoGP 2020, Valentino Rossi: Bertahan atau Pensiun?
- Quartararo Bicara Soal Peluang Gantikan Rossi dan Pindah ke Ducati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48














