Bos Honda: Pintu Telah Tertutup Untuk Valentino Rossi
Editor Bolanet | 4 Mei 2012 18:50
- Ketika seorang pebalap berkembang dengan bantuan dari departemen balap Honda (HRC), sepertinya tidak akan ada jalan kembali jika ia sewaktu-waktu keluar dari timnya.
Belakangan ini santer terdengar rumor bahwa Valentino Rossi akan segera meninggalkan Ducati di akhir tahun 2012. Ada tiga hal yang kemungkinan akan ia lakukan jika itu benar-benar terjadi.
Kemungkinan pertama, Rossi akan kembali bergabung dengan Yamaha. Yang kedua, Rossi bisa saja kembali memperkuat barisan Honda, yakni tim yang dulu ia tinggalkan di akhir tahun 2003.
Kemungkinan yang ketiga adalah ia akan bekerja sama dengan pebalap idola masa kecilnya, Kevin Schwantz untuk mendirikan tim pabrikan baru yang disokong oleh Suzuki dan disponsori oleh Red Bull.
Dari ketiga kemungkinan tersebut, sepertinya kemungkinan kedua adalah yang paling sulit untuk menjadi kenyataan.
Dalam wawancara yang baru-baru ini dilakukan, Bos Eksekutif HRC, Shuhei Nakamoto menyatakan bahwa Rossi tidak akan pernah bisa kembali ke Honda.
Saat menjelaskan alasannya, Nakamoto merujuk kepada tulisan Rossi dalam buku otobiografinya, 'What If I Had Never Tried It' yang berpendapat bahwa pebalap adalah kekuatan utama dalam balap motor MotoGP, bukanlah mesin atau motor yang dikendarai.
Tak heran jika Nakamoto merasa 'sakit hati', karena dalam bukunya, Rossi menyatakan bahwa pemeo Honda adalah siapapun pebalapnya, ia dapat menjadi juara dunia jika mengendarai motor Honda. Filosofi itulah yang dirasa Rossi tak cocok untuknya.
Terpuruknya kiprah Rossi saat mengendarai Ducati dalam dua tahun terakhir, membuat Nakamoto secara tidak langsung memintanya membuktikan bahwa pendapat tersebut adalah benar. (sp/kny)
Belakangan ini santer terdengar rumor bahwa Valentino Rossi akan segera meninggalkan Ducati di akhir tahun 2012. Ada tiga hal yang kemungkinan akan ia lakukan jika itu benar-benar terjadi.
Kemungkinan pertama, Rossi akan kembali bergabung dengan Yamaha. Yang kedua, Rossi bisa saja kembali memperkuat barisan Honda, yakni tim yang dulu ia tinggalkan di akhir tahun 2003.
Kemungkinan yang ketiga adalah ia akan bekerja sama dengan pebalap idola masa kecilnya, Kevin Schwantz untuk mendirikan tim pabrikan baru yang disokong oleh Suzuki dan disponsori oleh Red Bull.
Dari ketiga kemungkinan tersebut, sepertinya kemungkinan kedua adalah yang paling sulit untuk menjadi kenyataan.
Dalam wawancara yang baru-baru ini dilakukan, Bos Eksekutif HRC, Shuhei Nakamoto menyatakan bahwa Rossi tidak akan pernah bisa kembali ke Honda.
Saat menjelaskan alasannya, Nakamoto merujuk kepada tulisan Rossi dalam buku otobiografinya, 'What If I Had Never Tried It' yang berpendapat bahwa pebalap adalah kekuatan utama dalam balap motor MotoGP, bukanlah mesin atau motor yang dikendarai.
Tak heran jika Nakamoto merasa 'sakit hati', karena dalam bukunya, Rossi menyatakan bahwa pemeo Honda adalah siapapun pebalapnya, ia dapat menjadi juara dunia jika mengendarai motor Honda. Filosofi itulah yang dirasa Rossi tak cocok untuknya.
Terpuruknya kiprah Rossi saat mengendarai Ducati dalam dua tahun terakhir, membuat Nakamoto secara tidak langsung memintanya membuktikan bahwa pendapat tersebut adalah benar. (sp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Tegas Tak Mau Tes Motor MotoGP: Saya Nggak Kangen!
Otomotif 13 Maret 2026, 10:52
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 20:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














