Bos Tech 3 Sempat Marah Smith Tak Mau Ganti Ban
Editor Bolanet | 18 September 2015 15:00
Bola.net -
Pimpinan Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal mengaku sempat marah soal keputusan pebalapnya, Bradley Smith untuk tetap menggunakan ban slick dan sama sekali tak melakukan pitstop dalam MotoGP Misano, San Marino yang sempat diguyur hujan. Hal ini disampaikan Poncharal dalam wawancaranya dengan GP Inside.
Balapan ini dimulai dalam kondisi kering, namun hujan turun pada lap kelima dan membuat pebalap masuk pit untuk mengganti ban dari kering ke basah. Smith tak melakukannya, dan pebalap Inggris ini yakin bertahan dengan ban slick adalah keputusan tepat, mengingat pada lap ke-15 hujan berhenti dan lintasan mengering.
Strategi 'perjudian' ban inipun berhasil membuat Smith finis di posisi kedua dan meraih podium perdananya musim ini, serta podium keduanya selama turun di MotoGP. Hasil ini juga merupakan prestasi terbaik Tech 3 sejak hasil serupa diraih oleh Cal Crutchlow di MotoGP Jerman 2013.
"Saya mengenal Bradley. Saya bangga padanya. Tapi saya pikir ia jatuh! Saya berada di pitlane dan melihat semua orang berganti motor kecuali dia! Saya bersumpah serapah, 'Jika kau jatuh, maka ini semua berakhir buruk! Hujan ini deras, kau tak bisa bertahan!' Tapi saudara saya segera berkata Bradley baru saja melewati lintasan lurus. Saat itulah saya paham strateginya," ujar Poncharal.
Pria asal Prancis inipun mengaku strategi ini sepenuhnya ditentukan oleh Smith. "Apapun itu, keputusan 100 persen ada di tangan pebalap. Mustahil bila tim yang menentukan kapan ia harus masuk pit. Terkadang beberapa area sirkuit bisa lebih basah ketimbang pitlane, jadi tim tidak bisa mengira-ngira. Hanya pebalap yang tahu seberapa idealnya kondisi di luar sana," tutup Poncharal.
(kpl/kny)
Balapan ini dimulai dalam kondisi kering, namun hujan turun pada lap kelima dan membuat pebalap masuk pit untuk mengganti ban dari kering ke basah. Smith tak melakukannya, dan pebalap Inggris ini yakin bertahan dengan ban slick adalah keputusan tepat, mengingat pada lap ke-15 hujan berhenti dan lintasan mengering.
Strategi 'perjudian' ban inipun berhasil membuat Smith finis di posisi kedua dan meraih podium perdananya musim ini, serta podium keduanya selama turun di MotoGP. Hasil ini juga merupakan prestasi terbaik Tech 3 sejak hasil serupa diraih oleh Cal Crutchlow di MotoGP Jerman 2013.
"Saya mengenal Bradley. Saya bangga padanya. Tapi saya pikir ia jatuh! Saya berada di pitlane dan melihat semua orang berganti motor kecuali dia! Saya bersumpah serapah, 'Jika kau jatuh, maka ini semua berakhir buruk! Hujan ini deras, kau tak bisa bertahan!' Tapi saudara saya segera berkata Bradley baru saja melewati lintasan lurus. Saat itulah saya paham strateginya," ujar Poncharal.
Pria asal Prancis inipun mengaku strategi ini sepenuhnya ditentukan oleh Smith. "Apapun itu, keputusan 100 persen ada di tangan pebalap. Mustahil bila tim yang menentukan kapan ia harus masuk pit. Terkadang beberapa area sirkuit bisa lebih basah ketimbang pitlane, jadi tim tidak bisa mengira-ngira. Hanya pebalap yang tahu seberapa idealnya kondisi di luar sana," tutup Poncharal.
(kpl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













