Cedera Punggung, Lewis Hamilton Sebut Baku Balapan Paling Menyakitkan
Anindhya Danartikanya | 13 Juni 2022 09:18
Bola.net - Pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, finis keempat dalam Formula 1 GP Azerbaijan di Baku City Circuit pada Minggu (12/6/2022). Namun, ia sempat mengeluhkan punggungnya yang sakit lewat radio tim dalam balapan. Usai finis, ia juga terlihat kesulitan keluar dari mobil dan memegangi bagian bawah punggungnya.
Rasa sakit Hamilton ini diakibatkan fenomena 'porpoising', yakni gerakan mobil yang memantul terus menerus. Hal ini tak hanya dialami oleh Hamilton, melainkan juga para rivalnya, yang makin cemas soal kondisi fisik mereka. Seluruh pembalap bahkan kompak meminta regulasi F1 diubah agar kendala ini segera hilang setidaknya tahun depan.
"Semua pembalap bersama-sama mendiskusikannya dalam briefing, dan tak seorang pun dari kami mau mengalami masalah pantulan selama empat tahun ke depan dalam regulasi. Jadi, saya yakin semua tim sedang mengusahakannya," tutur sang tujuh kali juara dunia via Crash.net.
Balapan Paling Menyakitkan

Usai Hamilton melewati garis finis, sang team principal, Toto Wolff bahkan meminta maaf soal kendala porpoising yang melanda mobil W13 milik skuadnya. Meski begitu, Hamilton menyatakan bahwa W13 milik sang tandem, George Russell, tak terlalu menghasilkan porpoising yang parah.
"Saya senang balapan sudah berakhir. Rasanya sakit. Itu balapan paling menyakitkan yang pernah saya jalani. George tak mengalami pantulan yang sama seperti saya, jauh lebih sedikit. Kemarin saya kehilangan 3,5 detik darinya di trek lurus. Saya juga menjajal perangkat eksperimen di mobil saya, dan suspensi belakang yang berbeda. Ini salah," ujarnya.
"Ada banyak momen di mana saya tak tahu apakah saya bisa bertahan. Entah apakah saya bisa mempertahankan mobil di trek, karena dalam kecepatan tinggi beberapa kali nyaris selip. Pertarungan dengan mobil sungguh menegangkan. Mengerikan, yang paling buruk adalah pada awal balapan. Saya pikir situasinya bakal membaik jelang finis, namun di trek lurus sama buruknya," lanjutnya.
Tetap Turun di F1 GP Kanada

Hamilton pun menyatakan bahwa dirinya telah menjalani perlakuan cyrotherapy demi merawat cedera punggungnya, dan ia menyebut terapi ini tak menyenangkan karena sangat dingin. Namun, ia yakin ia harus melakukannya demi tim yang sedang berusaha meraih poin. Apalagi musim ini Mercedes belum juga menang.
"Saya harus memikirkan semua orang yang bergantung pada saya untuk meraih poin, jadi itulah yang jadi fokus saya. Namun, jelas balapan ini yang paling buruk, sebelumnya tak seburuk ini sejak awal musim. George tak parah mengalaminya, karena punggungnya 10 tahun lebih muda dari punggung saya!" tutupnya.
Hamilton pun bertekad mengurangi masalah porpoising ini dalam waktu dekat, dan bahkan bakal terbang ke Brackley, Inggris, markas timnya untuk mencari solusi dengan para insinyur Mercedes. Ia juga memastikan akan tetap berlaga dalam F1 GP Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, pada 17-19 Juni mendatang.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Klasemen Sementara WorldSBK 2022 Usai Race 2 Seri Emilia Romagna di Misano
- Hasil Race 2 WorldSBK Emilia Romagna: Alvaro Bautista Menang Lagi
- Klasemen Sementara Formula 1 2022 Usai Seri Azerbaijan di Baku
- Hasil Balap Formula 1 Azerbaijan: Duet Ferrari Kandas, Max Verstappen Menang
- Hasil Superpole Race WorldSBK Emilia Romagna: Toprak Razgatlioglu Akhirnya Menang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




