Debutan Terbaik, Vinales Jadikan Marquez-Lorenzo Panutan
Editor Bolanet | 1 Januari 2016 19:30
Bola.net -
Pebalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales sukses merebut gelar Rookie of The Year atau debutan terbaik MotoGP 2015. Menurutnya hal ini tak terlepas dari kemauannya belajar dari pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dan pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo.
Vinales yang merupakan juara dunia Moto3 2013, naik ke MotoGP setelah turun setahun di Moto2, mengendarai motor pabrikan Suzuki, GSX-RR yang juga menjalani debutnya pada tahun 2015. Vinales pun mengakhiri musim di peringkat ke-12 dengan koleksi 97 poin.
"Bagi saya, cara belajar terbaik adalah menjadikan Marc sebagai referensi. Kami memiliki gaya balap yang sangat mirip, dan cara ini membuat saya bekerja dengan baik. Setiap menikung, saya merasa nyaman," ujar Vinales seperti yang dilansir AS.
Pebalap Spanyol berusia 20 tahun inipun mengaku kagum pada konsistensi ritme balap Lorenzo sepanjang pekan balap, sesuatu yang diyakininya tak selalu dimiliki semua pebalap MotoGP.
"Saya rasa Jorge merupakan pebalap terkuat, terbukti dengan konsistensinya. Setiap pekan balap, ia menunjukkan bahwa dirinya bisa melaju dengan ritme yang sama dari sesi latihan pertama hingga balapan. Hal macam ini tak mudah dilakukan," tambahnya.
(kpl/kny)
Vinales yang merupakan juara dunia Moto3 2013, naik ke MotoGP setelah turun setahun di Moto2, mengendarai motor pabrikan Suzuki, GSX-RR yang juga menjalani debutnya pada tahun 2015. Vinales pun mengakhiri musim di peringkat ke-12 dengan koleksi 97 poin.
"Bagi saya, cara belajar terbaik adalah menjadikan Marc sebagai referensi. Kami memiliki gaya balap yang sangat mirip, dan cara ini membuat saya bekerja dengan baik. Setiap menikung, saya merasa nyaman," ujar Vinales seperti yang dilansir AS.
Pebalap Spanyol berusia 20 tahun inipun mengaku kagum pada konsistensi ritme balap Lorenzo sepanjang pekan balap, sesuatu yang diyakininya tak selalu dimiliki semua pebalap MotoGP.
"Saya rasa Jorge merupakan pebalap terkuat, terbukti dengan konsistensinya. Setiap pekan balap, ia menunjukkan bahwa dirinya bisa melaju dengan ritme yang sama dari sesi latihan pertama hingga balapan. Hal macam ini tak mudah dilakukan," tambahnya.
(kpl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kalau Gak Main di MU, Bruno Fernandes Sudah Jadi Pemenang Ballon d'Or!
Liga Inggris 22 April 2026, 11:32
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
-
Apa Rahasia Hancurkan Chelsea 3-0, Brighton?
Liga Inggris 22 April 2026, 10:22
-
Soal Aurelien Tchouameni, Manchester United Masih 'Wait and See'
Liga Inggris 22 April 2026, 10:21
-
Chelsea Dipermalukan Brighton, Gary Cahill Meledak: Nggak Ada Positifnya!
Liga Inggris 22 April 2026, 10:20
-
Chelsea yang Sangat Buruk, Tak Punya Nyali, dan Berjalan Mundur
Liga Inggris 22 April 2026, 10:16
-
Vinicius Junior Lagi-lagi Dicemooh Madridista, Arbeloa: Gitu Aja Terus!
Liga Spanyol 22 April 2026, 09:45
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59













