Ducati-Suzuki Terima Rider Yamaha Tak Dihukum, Cemas Jadi Contoh Buruk
Anindhya Danartikanya | 7 November 2020 10:45
Bola.net - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, dan Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengaku menerima keputusan FIM Stewards Panel yang tak menghukum para pembalap Yamaha dengan pengurangan poin di klasemen usai Yamaha diketahui memakai desain mesin ilegal pada MotoGP Spanyol pada Juli lalu.
Di sela MotoGP Eropa, Jumat (6/11/2020), FIM mengumumkan Yamaha kedapatan mengganti katup mesin YZR-M1 seluruh pembalapnya dalam MotoGP Spanyol, hingga desain mesinnya tak sesuai dengan desain yang sebelumnya telah dihomologasi oleh Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, pada masa pramusim.
Yamaha mengklaim mereka telah lalai dan salah menginterpretasikan regulasi teknis, namun FIM Stewards Panel tetap menjatuhkan hukuman pengurangan poin pada Yamaha: 50 poin ditarik dari klasemen konstruktor, serta 20 dan 36 poin ditarik dari Monster Energy Yamaha dan Petronas Yamaha SRT di klasemen tim.
Uniknya, Fabio Quartararo, Maverick Vinales, dan Franco Morbidelli yang dalam balapan tersebut finis di posisi 1, 2 dan 5, tak mendapatkan pengurangan poin di klasemen pembalap. FIM Stewards Panel menyatakan keputusan ini diambil karena 'para pembalap tak mengetahui bahwa mesin mereka ilegal'.
Khawatir Ditiru Pabrikan Lain

Keputusan ini diterima oleh MSMA (Asosiasi Pabrikan), walau para rider tak sepakat. Kepada Motorsport.com, Ciabatti menyatakan Ducati menerima keputusan FIM tak menghukum tiga rider Yamaha, namun tetap meyakini apa yang dilakukan Yamaha bisa mendorong pabrikan lain melakukan pelanggaran regulasi serupa di masa depan.
"Saya rasa FIM Stewards berpikir bahwa ini adalah kesalahan Yamaha, dan mereka ambil keputusan ini, yang kami terima, dan tak ada yang akan mengeluhkannya. Tapi ini tetap contoh yang berbahaya, karena para rider, meski ini bukan salah mereka, tetap pakai motor yang tak sesuai," ungkap Ciabatti.
"Peristiwa ini bisa jadi contoh yang berisiko di masa depan, karena jika Anda melakukan kesalahan dengan niatan baik atau tak sengaja, evaluasi lain bisa menciptakan masalah pada regulasi masa depan. Tapi kami menerima keputusan ini, jadi kami tak akan protes," lanjut pria asal Italia ini.
Bayang-Bayang Kelam Bakal Selalu Ada

Brivio juga menyampaikan komentar senada, bahkan meyakini bahwa keputusan ini tak mudah untuk diambil. Menurutnya, para rider Yamaha dihukum atau tidak, siapa pun yang juara nanti akan dianggap tak terlalu valid. Atas alasan ini, Brivio yakin lebih baik fokus pada hasil di trek saja.
"Ini situasi sulit. Apa pun yang Anda lakukan dalam situasi ini, akan ada bayang-bayang kelam pada kejuaraan ini. Jika Anda menghukum para rider Yamaha, siapa pun yang juara nanti, jika bukan Yamaha, orang akan bilang, 'Ah, mereka juara karena Yamaha dihukum'," tutur Brivio.
"Di lain sisi, keputusan ini juga bisa membayangi hasil mereka (para rider Yamaha), karena mereka meraih begitu banyak poin, dalam balapan di mana mesin mereka yang tak tampaknya tak sesuai regulasi. Ini keputusan sulit, tapi kami menghormatinya," pungkas eks Manajer Tim Yamaha Factory Racing ini.
Sumber: Motorsportcom
Video: Momen Brad Binder Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
Alex Marquez Tuduh Yamaha Curang, Sebut Para Ridernya Pasti Tahu
Kru Maverick Vinales Positif Covid-19, Bos Yamaha Dikarantina
Hasil FP2 Moto2 Eropa: Enea Bastianini Kalahkan Sam Lowes
Tes PCR Ketiga Negatif, Valentino Rossi Akhirnya Balapan di MotoGP Eropa
Hasil FP2 MotoGP Eropa: Jack Miller Lagi-Lagi Tercepat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







