'Fabio Quartararo Harus Belajar Tenang Seperti Valentino Rossi'
Anindhya Danartikanya | 27 Maret 2020 13:50
Bola.net - Mekanik Monster Energy Yamaha, Alex Briggs, sudah bekerja dengan Valentino Rossi sejak 2000, namun rasa kagumnya pada sang tujuh kali juara dunia MotoGP sama sekali tak pernah pudar. Hal ini disampaikan Briggs kepada situs Monster Energy, seperti yang dikutip Corsedimoto.
Briggs yang sebelumnya meraih lima gelar dunia GP500 bersama Mick Doohan, bekerja sebagai mekanik Rossi saat The Doctor masih membela Nastro Azzurro Honda. Pria asal Australia ini pun sudah paham betul soal karakter Rossi, baik di dalam maupun luar lintasan.
"Vale bisa melaju lebih cepat ketika ia bahagia. Ia suka bergurau di grid. Bergurau soal apa pun, bisa soal wanita, posisi grid, atau tikungan pertama. Apa yang Anda lihat di wawancara dan balapan sangatlah mirip dengan kehidupannya secara umum. Ia sangat lucu," ungkapnya.
Punya Mentalitas Terbaik

Pernah bekerja dengan banyak pebalap hebat di era 1990an, Briggs pun mengaku Rossi merupakan salah satu rider dengan mentalitas balap terbaik yang pernah ia tahu. "Vale selalu bisa mengendalikan semuanya. Saya tak pernah melihatnya panik," tuturnya.
Briggs juga menyatakan rider muda seperti Fabio Quartararo harus banyak belajar dari Rossi. "Rider yang masih dalam fase belajar seperti Fabio harus tetap fokus untuk membuktikan bisa menang. Mentalitas balap terbaik adalah mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi," ujarnya.
Valentino Rossi Tak Pernah Marah

Tahun 2020 pun akan jadi tahun ke-21 Briggs bekerja dengan Rossi, yang kini telah berusia 41 tahun dan masih bertekad tetap balapan pada 2021 mendatang. Briggs pun mengaku sudah mengantongi banyak pelajaran dari kerja samanya dengan sang sembilan kali juara dunia.
"Apa yang benar-benar saya pelajari dari Vale adalah jangan pernah menyerah, tapi juga tak boleh hilang kendali. Selama 20 tahun bekerja sama, kami menghadapi pertarungan-pertarungan fantastis, tapi juga ada yang buruk," kisah Briggs.
"Saya tak pernah sekalipun lihat Vale menendang dinding garasi atau melempar helm. Bahkan usai kehilangan gelar, ia tak pernah marah. Ia selalu menghormati kerja keras semua orang di sekitarnya. Apa yang ia lakukan adalah berhenti dan meminta penjelasan saja," pungkasnya.
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
- Cekcok Aleix Espargaro-Andrea Iannone Berujung Damai
- Jadwal Terbaru MotoGP 2020 Usai Seri Jerez Ditunda Akibat Covid-19
- Ikut MotoGP Virtual Race, Quartararo: Saya Lebih Cepat di Dunia Nyata
- Uji Coba Pramusim Kedua dan Seri Perdana MotoE 2020 Ditunda
- MotoGP Jerez Resmi Ditunda, Belum Ada Tanggal Pengganti
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







