Gemilang di Ducati, Iannone Syok Terpuruk di Suzuki
Anindhya Danartikanya | 11 Januari 2018 11:00
Bola.net - - Pembalap Suzuki Ecstar, Andrea Iannone mengaku sempat syok berat menghadapi dirinya harus jatuh bangun dan bahkan terpuruk sepanjang musim 2017, usai dua tahun gemilang bersama Ducati Corse. Kepada Riders Magazine, Iannone mengaku sempat frustrasi menghadapi keterpurukannya.
Tahun lalu, Iannone sama sekali tak pernah menapaki podium, bahkan kesulitan finis di posisi 10 besar dan mengalami lima kali gagal finis. Prestasi terbaiknya hanyalah finis keempat di Motegi, Jepang. Hasil ini jelas sangat berkebalikan dengan masa-masanya di Ducati, saat ia konsisten bertarung di papan atas.
Tak mudah menerima situasi yang ada. Dari seorang rider tim pabrikan Ducati, selalu di depan, kini saya harus menerima kenyataan finis di posisi 18. Ini tak terduga, saya tak siap, rasanya seperti tamparan besar. Ada hari-hari di mana saya tak bisa bicara, hanya memikirkan hasil buruk ini. Semuanya begitu gelap, ujarnya.
Petualangan pada tahun pertamanya di Suzuki memang tak seindah dugaan, namun The Maniac menolak terpuruk dan bertekad comeback musim ini. Saya 28 tahun. Saya bisa bangun tidur dan melakukan apapun yang saya suka. Jadi alasan apa yang saya punya untuk tak berbahagia? Saya selalu berkata saya takkan menyerah dan akan mengerahkan segalanya meski harus kesulitan, lanjutnya.
Rider Italia ini pun bertekad meraih kemenangan lebih banyak, dan perjuangannya sejak kecil sampai turun di kejuaraan dunia akan ia jadikan modal dan pembelajaran untuk bangkit dari masa-masa kelamnya tahun lalu. Saya sudah belajar menjadi sabar, lebih realistis, tapi target saya tetap sama. Saya ingin menang, itulah satu-satunya hal terpenting, ungkap Iannone.
Saya selalu melakukan segalanya sendiri, tanpa bantuan orang lain; dari minibike, GP125, Moto2 dan Ducati. Semua saya dapat berkat perjuangan sendiri. Jika dipikir-pikir, saya sudah menang banyak dalam hidup ini. Jadi saya tak takut apapun. Apa yang Anda inginkan di hidup ini selalu layak diperjuangkan. Bagi saya, tak ada yang namanya limit. Pikiran tanpa batas bisa membawa Anda ke mana pun Anda mau, tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06












