Gibernau Pasca Insiden Pedrosa: MotoGP Harus Tegas!
Anindhya Danartikanya | 12 April 2018 10:00
Bola.net - - Eks rider MotoGP yang kini menjadi pelatih balap sekaligus manajer pribadi Dani Pedrosa, Sete Gibernau akhirnya ikut angkat bicara soal serangkaian insiden senggolan yang terjadi di MotoGP Argentina akhir pekan lalu, termasuk insiden antara Pedrosa dengan rider Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco pada lap pertama.
Akibat insiden ini, Pedrosa mengalami cedera retak tulang pergelangan tangan kanan dan terancam absen di Austin, Texas 20-22 April. Selain insiden Pedrosa vs Zarco, juga terjadi insiden kontroversial lainnya, yakni Aleix Espargaro vs Danilo Petrucci (Lap 5), Espargaro vs Marc Marquez (Lap 9) dan Marquez vs Valentino Rossi (Lap 21).
Sangat disayangkan, karena Dani berada di situasi di mana ia bisa tampil baik. Ia bersenggolan dengan Zarco dan jatuh. Saya selalu berkata MotoGP olahraga yang menakjubkan, di mana mengendarai motornya saja sudah berisiko. Semua rider superberani dan hebat, tapi saya sangat yakin MotoGP bukanlah olahraga kontak, ujar Gibernau kepada Motorsport.
Pria Spanyol ini pun menyatakan bahwa kontak hanyalah konsekuensi dari sebuah manuver, namun bukan berarti aksi agresif sah-sah saja dilakukan. Menurutnya, para rider tak boleh seenaknya melakukan manuver hingga tak memikirkan konsekuensi senggolan yang bisa terjadi sampai mencederai lawan.
Semua pihak harus berusaha menghindari kontak dan ini harus jelas. Anda bukan rider pemberani bila Anda menyenggol rider lain. Risiko memang selalu meliputi rider, apalagi di kondisi sulit seperti pada Minggu (8/4). Kontak hanyalah konsekuensi dari olahraga ini, jadi rider harus sungguh hati-hati soal ini, tuturnya.
Eks musuh bebuyutan Rossi ini juga menuntut Race Direction MotoGP untuk bersikap tegas soal hukuman rider yang bertindak kelewat agresif sampai mencederai pembalap lain. Hal ini dinyatakan Gibernau pasca Marquez dijatuhi hukuman 30 detik usai bersenggolan dengan Rossi, sementara Zarco dan Petrucci bebas dari hukuman.
Kontak bukan bagian dari olahraga ini. Semua rider sama-sama pemberani tanpa harus saling senggol. Kami harus cari solusi agar aksi macam ini dibatasi. Para rider harus paham benar bahwa mengakibatkan kontak berarti hukuman. Dengan begitu mereka akan mencoba menghindarinya. Jika tidak, suatu hari nanti akan ada yang terluka, tutup Gibernau.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




