Hayden Tolak Ganti Motor Ducati di MotoGP Belanda
Editor Bolanet | 18 Juni 2013 20:15
- Pebalap Ducati, Nicky Hayden menolak mentah-mentah untuk mengendarai motor Desmosedici GP13 versi laboratorium milik Ducati yang selama ini dikembangkan oleh test rider Michele Pirro.
Menurut Hayden, motor tersebut tak lebih baik daripada Desmosedici GP13 yang biasa ia gunakan. Padahal, motor laboratorium itu diharapkan bisa menanggulangi masalah understeer yang selama ini dialami Hayden dan rekan setimnya, Andrea Dovizioso.
Namun setelah mencetak waktu tercepat kedua di uji coba resmi Catalunya, Senin (17/6), sang juara dunia MotoGP 2006 tetap menolak dan berdalih bahwa dirinya lebih mudah melaju cepat dengan motor Desmosedici GP13 yang biasa ia pakai.
Kami kembali menjajal motor baru, namun ini kemunduran karena saya tak mengalami progres positif. Saya lebih mudah mencetak waktu dengan motor standar. Hal ini membuat kami frustrasi, karena kami telah menghabiskan waktu, tenaga dan uang untuk motor ini. Semoga informasi kami kali ini cukup bermanfaat bagi para teknisi, ujar Hayden.
Pebalap asal Amerika Serikat ini juga mengaku motor Desmosedici GP13 versi laboratorium lebih banyak bergerak dan tak mudah dikendalikan. Karakter seperti ini tak cocok digunakan dalam MotoGP Belanda (27-29 Juni) di Sirkuit Assen yang arah lintasannya berubah-ubah.
Kami harus segera membuat keputusan untuk Assen. Jika kami melihat kembali catatan waktu, saya lebih cepat dengan motor yang biasa. Jadi saya akan sangat jengkel bila harus ganti motor sekarang. Motor terbaru bergerak banyak dan tak baik digunakan di Assen, tutupnya. (mcn/kny)
Menurut Hayden, motor tersebut tak lebih baik daripada Desmosedici GP13 yang biasa ia gunakan. Padahal, motor laboratorium itu diharapkan bisa menanggulangi masalah understeer yang selama ini dialami Hayden dan rekan setimnya, Andrea Dovizioso.
Namun setelah mencetak waktu tercepat kedua di uji coba resmi Catalunya, Senin (17/6), sang juara dunia MotoGP 2006 tetap menolak dan berdalih bahwa dirinya lebih mudah melaju cepat dengan motor Desmosedici GP13 yang biasa ia pakai.
Kami kembali menjajal motor baru, namun ini kemunduran karena saya tak mengalami progres positif. Saya lebih mudah mencetak waktu dengan motor standar. Hal ini membuat kami frustrasi, karena kami telah menghabiskan waktu, tenaga dan uang untuk motor ini. Semoga informasi kami kali ini cukup bermanfaat bagi para teknisi, ujar Hayden.
Pebalap asal Amerika Serikat ini juga mengaku motor Desmosedici GP13 versi laboratorium lebih banyak bergerak dan tak mudah dikendalikan. Karakter seperti ini tak cocok digunakan dalam MotoGP Belanda (27-29 Juni) di Sirkuit Assen yang arah lintasannya berubah-ubah.
Kami harus segera membuat keputusan untuk Assen. Jika kami melihat kembali catatan waktu, saya lebih cepat dengan motor yang biasa. Jadi saya akan sangat jengkel bila harus ganti motor sekarang. Motor terbaru bergerak banyak dan tak baik digunakan di Assen, tutupnya. (mcn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sandro Cortese Bakal Gantikan Nicky Hayden?
Otomotif 26 Juli 2017, 11:30
-
Suzuka 8 Hours 2017, Miller Ikuti Jejak Stoner-Hayden
Otomotif 22 Juni 2017, 15:45
-
Rossi-Iannone Pamer Helm Tribute untuk Hayden di Mugello
Otomotif 3 Juni 2017, 17:00
-
Beragam Tribute untuk Nicky Hayden Warnai MotoGP Italia
Otomotif 2 Juni 2017, 11:00
-
Tunangan Mendiang Nicky Hayden Tulis Surat Mengharukan
Otomotif 31 Mei 2017, 15:45
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












