Jorge Martin Beda Nasib: 5 Rider Tim Pabrikan Ducati Hasil Asuhan Tim Satelitnya Sendiri
Anindhya Danartikanya | 12 Juli 2024 15:13
Bola.net - Untuk pertama kalinya sejak 2017-2018, Ducati Lenovo Team takkan menaungi rider baru hasil asuhan tim satelitnya sendiri di MotoGP 2025. Pasalnya, Ducati Corse lebih memilih Marc Marquez untuk ditandemkan dengan Pecco Bagnaia alih-alih memilih Jorge Martin.
Sejak 2016, Ducati Corse mulai serius menjalankan program junior lewat tim satelitnya, yakni Pramac Racing. Program ini pun masih berlanjut sampai sekarang. Tak hanya bersama Pramac, melainkan juga bersama Pertamina Enduro VR46 Racing dan Gresini Racing.
Dari program junior ini, ada lima pembalap yang berhasil membela tim pabrikan Ducati usai 'dididik' oleh tim satelit Ducati sendiri. Empat merupakan lulusan dari Pramac, dan satu lulusan dari Gresini. Sayang, ada satu rider dengan talenta mencolok yang tak 'dimanfaatkan' oleh Ducati.
Rider tersebut adalah Jorge Martin. Usai jadi runner up musim 2023 dan memimpin klasemen dalam delapan seri pertama musim 2024, Martin yang membela Pramac tak berhasil membela Ducati Lenovo Team pada 2025 akibat kalah saing dengan Marc Marquez, sang delapan kali juara dunia.
Nah, siapa saja lima pembalap tim pabrikan Ducati hasil jebolan tim-tim satelitnya sendiri? Berikut ulasannya.
Andrea Iannone

Andrea Iannone adalah pembalap pertama yang mendapatkan kans membela tim pabrikan Ducati usai diasuh oleh tim satelit Ducati sendiri. Tim yang mengasuh 'The Maniac' adalah Pramac, yakni pada 2013-2014.
Iannone pun pindah ke Ducati Team pada 2015-2016. Ia berhasil mengakhiri paceklik kemenangan Ducati sejak 2010. Namun, jalan Iannone dan Ducati berpisah pada 2017, ketika Ducati menggantinya dengan lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo.
Danilo Petrucci

Usai Lorenzo gagal merebut gelar dunia bersama Ducati Team pada 2017-2018, Ducati Corse memutuskan menggantinya dengan didikan Pramac lainnya, yakni Danilo Petrucci, pada 2019. 'Petrux' membela Pramac pada musim 2015-2018.
Petrucci yang kerap berstatus underdog kerap menyajikan performa dramatis, termasuk kemenangan mengharukan di MotoGP Italia 2019 dan MotoGP Prancis 2020. Namun, hasil Petrucci tak cukup tangguh untuk merebut gelar dunia, dan ia didepak pada akhir musim 2020.
Jack Miller

Usai membela Honda selama tiga musim, Jack Miller pindah ke Pramac pada 2018 dan membela skuad itu selama tiga musim. Usai dinilai jitu membantu pengembangan motor dan kerap mempersembahkan podium, Ducati Corse pun mempertimbangkannya sebagai rider tim pabrikan.
Pada akhir 2020, usai Andrea Dovizioso memutuskan hengkang dari Tim Merah setelah berkolaborasi selama delapan tahun, Miller pun dijadikan penggantinya pada 2021. 'The Thriller' diharapkan bisa menjadi pemimpin tim, terutama dalam pengembangan motor.
Pecco Bagnaia

Pecco Bagnaia menjalani debutnya di MotoGP pada 2019 dan langsung membela Pramac. Melihat dirinya berkolaborasi dengan baik bersama Miller, sekaligus mampu menyajikan performa kompetitif sepanjang 2020, Ducati juga memboyongnya ke tim pabrikan bersamaan dengan Miller pada 2021.
Keputusan Ducati menggaet Bagnaia pun dinilai tepat, karena ia sukses mempersembahkan gelar dunia MotoGP 2022 dan 2023 kepada mereka. Bagnaia bahkan sukses melampaui Casey Stoner sebagai rider Ducati dengan kemenangan terbanyak (24) di MotoGP.
Enea Bastianini

Usai Miller 'hanya' mampu menduduki peringkat keempat pada klasemen akhir musim 2022, Ducati Corse memilih Enea Bastianini sebagai penggantinya di tim pabrikan pada 2023. Pasalnya, 'Bestia' mengakhiri musim 2022 di peringkat ketiga, satu peringkat di atas Miller.
Kala itu, Bastianini membela Gresini Racing, bahkan hanya mengendarai Desmosedici GP21 alias motor lama. Namun, ia berhasil menyabet empat kemenangan sekaligus. Sayangnya, musim depan Bastianini akan digantikan oleh Marc Marquez, usai kalah kompetitif awal musim ini.
Baca Juga:
Jadwal Lengkap Formula 1 2025: Tempat Sprint Race Resmi Ditentukan
Para Rider Honda Semangat Sambut Aleix Espargaro: Kami Butuh Rider Agresif Kayak Dia!
Miguel Oliveira Ingin Tetap di Trackhouse: Tapi Pramac-Yamaha Juga Menarik Sih
Marc Marquez Akhirnya Ngaku Aprilia dan KTM 'Pilihan Ketiga' Andai Gagal ke Ducati Lenovo Team
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







