Kecewa Gagal Menang di Aragon, Fabio Quartararo: Tapi Ini Bukan Bencana
Anindhya Danartikanya | 13 September 2021 13:42
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai sekadar finis kedelapan dalam MotoGP Aragon, Spanyol, Minggu (12/9/2021). Meski begitu, ia mengakui bahwa hasil ini bukanlah 'bencana', karena jauh lebih baik dari hasil musim lalu, di mana ia finis ke-18 dan tanpa poin.
Sejak awal pekan, Quartararo memang menyebut Aragon adalah trek terburuknya dalam kalender MotoGP. Namun, dalam sesi latihan, ia justru tampil kompetitif dan punya ritme menjanjikan. Ia bahkan menduduki posisi ketiga dalam sesi kualifikasi, hingga menjadi salah satu favorit pemenang di trek ini.
Nyatanya, ia menjalani start dengan buruk, mengakhiri lap pertama di posisi ketujuh. Sejak itu, ia harus susah payah melawan Brad Binder, Iker Lecuona, dan Taka Nakagami, terutama saat melawan Enea Bastianini. Rider Prancis ini bahkan sempat duduk di posisi 9, namun diuntungkan oleh Lecuona yang melebar pada Lap 17.
Sensasinya Lebih Baik daripada MotoGP Aragon 2020
"Usai sesi pemanasan, sensasi saya baik. Bahkan saya berharap bisa ikut berebut podium. Tapi setelah start, saya sadar bakal sulit bertahan di depan. Saya pun coba bertarung demi membawa pulang hasil ini, dan saya senang atas apa yang saya lakukan pada akhir balapan karena tidak mudah," ujar Quartararo via GPOne.
"Ini bukan bencana, karena sensasi saya kali ini berbeda dibanding tahun lalu. Setahun lalu, saya kesulitan sepanjang akhir pekan, sementara kali ini saya hanya kesulitan pada Minggu siang, karena target saya adalah merebut podium pagi ini," lanjut pembalap berusia 22 tahun ini.
Seperti mayoritas pembalap, Quartararo memakai ban depan keras dan ban belakang lunak karena kombinasi inilah yang ideal dan disarankan oleh para teknisi Michelin. Namun, hanya Quartararo lah yang mengalami masalah ban belakang dan ia bahkan kehilangan grip, hingga sulit melaju di Sektor 4.
Keunggulan Poin Terpangkas
"Ada yang tak beres dengan ban belakang. Sensasinya aneh. Saya ogah menyalahkan ban, namun usai beberapa lap, saya merasakan hal yang tak wajar. Saya belum pernah mendapati sensasi ini sebelumnya. Contohnya, dari Tikungan 15 ke Tikungan 1, saya nyaris kehilangan 0,4 detik dan tak bisa menyalip, serta tak ada grip," tuturnya.
Dengan dirinya yang finis kedelapan sementara Pecco Bagnaia sukses menang, kini keunggulan poin Quartararo pun terpangkas. Ia memang masih memuncaki klasemen dengan 214 poin, namun 'hanya' unggul 53 poin dari Bagnaia dengan lima balapan tersisa musim ini. Tapi Quartararo ogah pusing soal kansnya menjadi juara.
"Saya sudah coba bertarung, mengerahkan segalanya, karena saya juga memperebutkan gelar. Sayangnya, saya kehilangan beberapa poin. Namun, hal macam ini bisa terjadi. Saya rasa hal ini wajar saja terjadi dalam musim balap yang sulit seperti ini. Anda takkan bisa selalu meraih poin, meski targetnya adalah kemenangan," tutupnya.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
Ducati Gores Ulang Sejarah, Inilah 9 Catatan Menarik dari MotoGP Aragon
Ducati Bangga Pecco Bagnaia Kalahkan 'King of Aragon'
Marc Marquez Angkat Topi untuk Pecco Bagnaia: Mirip Andrea Dovizioso!
Pecco Bagnaia: Kelegaan Besar Bisa Rebut Kemenangan Perdana di MotoGP
Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Italia di Monza
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














