Ketika Valentino Rossi Bicarakan Ducati dan Empat Rivalnya
Anindhya Danartikanya | 2 Desember 2017 09:30
Bola.net - - Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi baru-baru saja menjalani wawancara eksklusif bersama Radio Deejay usai menjalani uji coba tertutup di Sepang, Malaysia awal pekan ini. Dalam wawancara ini, The Doctor pun membicarakan kebangkitan Ducati, pabrikan yang ia bela pada 2011-2012.
Saat Rossi bergabung, Ducati memang sedang buruk-buruknya. Status sembilan kali juara dunia milik Rossi bahkan tak membantu. Meski begitu, tahun 2017 merupakan tahun kembalinya kejayaan Ducati, di mana Andrea Dovizioso nyaris merebut gelar, dan Jorge Lorenzo mulai kompetitif sejak pertengahan musim.
Ducati motor yang sulit dikendarai, apalagi jika sebelumnya Anda mengendarai Yamaha. Dua motor ini sangat berbeda, meski akhirnya Jorge kompetitif. Kini Ducati lebih cepat, terbukti dari Dovi, begitu juga Jack Miller di uji coba Valencia. Saya yakin Jorge bakal lebih cepat tahun depan, ujarnya.
Dalam wawancara ini pula, Rossi membicarakan rider Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco yang penampilannya begitu menggebrak meski berstatus debutan dan hanya membela tim satelit. Gaya balap agresifnya juga membuat beberapa rival agak jengkel. Rossi pun membandingkannya dengan pembalap muda Red Bull Racing di Formula 1, Max Verstappen.
Zarco sama saja dengan Verstappen. Tak satupun dari keduanya pernah mengerem! Yang Anda harus lakukan adalah menyingkir, karena jika tidak, maka risikonya adalah kami berdua bisa sama-sama gagal finis, tutur Rossi, yang sempat bersenggolan dengan Zarco di Austin, Texas awal musim ini.
Rider berusia 38 tahun ini juga sudah terhitung 22 tahun turun di Grand Prix, dan menyebutkan tiga nama sebagai rival terberatnya sepanjang masa. Uniknya, nama Max Biaggi tak termasuk. Marc Marquez sangat kuat, tapi begitu juga Casey Stoner dan Jorge. Jadi saya bisa katakan bahwa mereka bertigalah rival terberat saya, pungkas Rossi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
-
Prediksi Burnley vs Man City 23 April 2026
Liga Inggris 21 April 2026, 21:29
-
Prediksi Atalanta vs Lazio 23 April 2026
Liga Italia 21 April 2026, 20:57
-
Bonucci Ingin Guardiola Tangani Timnas Italia
Piala Dunia 21 April 2026, 20:26
-
Prediksi Leverkusen vs Bayern 23 April 2026
Bundesliga 21 April 2026, 20:25
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
Arsenal Krisis di Momen Penentuan: Kena Mental dan Habis Napas
Liga Inggris 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
-
Prediksi PSG vs Nantes 23 April 2026
Liga Eropa Lain 21 April 2026, 19:59
-
Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Liga Italia 21 April 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59







