Kisah Idalio Gavira, Syok Saat Diminta Jadi Pelatih Valentino Rossi
Anindhya Danartikanya | 7 Agustus 2019 15:30
Bola.net - Nama Idalio Gavira menjadi topik hangat paddock MotoGP pada akhir tahun lalu, yakni saat ia diumumkan menjadi pelatih balap baru untuk Valentino Rossi mulai 2019. Gavira, yang berasal dari Spanyol, mengaku tak menyangka dirinya bisa bekerja berdampingan dengan sang sembilan kali juara dunia.
Gavira dan adiknya, Eustaquio, merupakan eks pebalap GP250, namun karier yang tak begitu gemilang di kejuaraan dunia membuat mereka pensiun dan banting setir menjalankan usaha furnitur milik keluarga. Padahal, Gavira merupakan juara CEV Superbike 1996, yakni setahun sebelum ia turun di Grand Prix.
"Saya tak pernah membayangkan masa depan seperti ini. Sebelumnya, kami butuh sesuatu yang lebih ketimbang membuka gas demi bisa balapan. Saya dan adik saya hanya punya sedikit kesempatan. Kami pun berdiam di rumah, melanjutkan usaha keluarga di bidang furnitur," ujarnya kepada Marca.
Saat sibuk menjalankan bisnis keluarga, Gavira secara mendadak kembali ke paddock Grand Prix pada 2013. Keputusan ini didorong oleh Esteban Garcia, crew chief Maverick Vinales. Garcia meminta bantuan Gavira, yang juga merupakan mekanik berpengalaman untuk adiknya, Eustaquio, saat masih balapan.
Dari Maverick Vinales ke VR46 Academy

"Esteban menelepon saya, meminta saya untuk membantu Maverick dan Ana Carrasco di Team Calvo Laglisse. Saya pun terkesan. Kami langsung meraih gelar dunia pada tahun itu juga," ungkap Gavira, mengenang gelar dunia Moto3 2013 yang diraih Vinales.
Murid Rossi, Nicolo Bulega membela Team Calvo Laglisse di CEV Moto3 2014 dan Gavira menjadi pembimbing. Pada 2016, Bulega dan koordinator Laglisse, Pablo Nieto sama-sama hijrah ke VR46, dan keduanya meminta Gavira ikut. Ia pun turut andil dalam kesuksesan Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia menjuarai Moto2 2017 dan 2018.
Gavira dan Rossi juga sejatinya sudah saling kenal sejak lama. Pada 1997, mereka sama-sama membela Aprilia: Rossi di GP125, Gavira di GP250. "Saat itu ia masih anak-anak, sementara saya 26 tahun. Ia sangat menakjubkan. Saya sungguh iri: ia tampil seperti kobaran api, namun selalu tersenyum. Sejak awal, saya sudah mengaguminya," kisah Gavira.
Gavira sudah senang bisa menjadi pelatih para pebalap VR46 Riders Academy, namun sempat syok ketika diminta menggantikan Luca Cadalora yang ingin pensiun dari jabatan pelatih balap untuk Rossi. Pria 48 tahun ini mengaku sempat gugup saat menyadari dirinya harus mendampingi ikon MotoGP.
Akui Lebih Mudah Bimbing Rider Muda
"Usai Luca hengkang, Vale bilang saya satu-satunya orang yang ia punya. Awalnya, rasanya aneh. Saya berbaring di tempat tidur dan berkata, 'Ya ampun, aku kini bekerja dengan Valentino Rossi. Apa yang harus kukatakan pada seseorang yang justru seharusnya bicara lebih banyak padaku ketimbang aku padanya?'" ujarnya.
Gavira pun tak malu-malu mengakui bahwa membimbing rider muda jauh lebih mudah ketimbang membimbing rider berpengalaman, apalagi sekaliber The Doctor. Meski begitu, ia mengaku lega karena Rossi ternyata rendah hati dan mau mendengar semua masukannya.
"Dengan pebalap muda, Anda bisa memperhatikan dan mengatur pola latihannya. Anda bisa bicara untuk menenangkannya atau memberi semangat. Tapi dengan Vale... Meski begitu, ia memberi saya tempat, mendengar semua apa yang saya katakan, dan saya jadi paham di mana saya harus membantunya," tutupnya.
Gavira pun berharap masukan-masukannya untuk Rossi bisa membantu rider Italia itu bangkit dari keterpurukan. Menjelang MotoGP Austria di Red Bull Ring akhir pekan ini, Rossi berada di peringkat keenam pada klasemen pebalap dengan koleksi 90 poin, hanya tertinggal satu poin dari Vinales di peringkat kelima.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Ceko 2026 di Vidio, 19-21 Juni 2026
Otomotif 15 Juni 2026, 11:22
LATEST UPDATE
-
Klasemen Piala Dunia 2026 Grup L Setelah Inggris vs Kroasia Berakhir 4-2
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:20
-
Man of the Match Inggris vs Kroasia: Harry Kane
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:14
-
Hasil Inggris vs Kroasia: Kane Cetak Dua Gol, The Three Lions Menang 4-2
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:06
-
Tempat Menonton Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:00
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Uzbekistan vs Kolombia, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 04:45
-
Man of the Match Portugal vs RD Kongo: Joao Neves
Piala Dunia 18 Juni 2026, 02:22
-
Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, 17 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 02:00
-
Alasan Banyak Pemain Memakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:57
-
Bruno Fernandes dan Alasan Namanya Diucapkan Berbeda di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:49
-
Piala Dunia 2026: Suporter Skotlandia Jadi yang Paling Menonjol
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:03
-
Tempat Menonton Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









