'Komposisi MotoGP 2017 Tersusun Berkat Performa 2015'
Anindhya Danartikanya | 27 Desember 2016 12:15
Bola.net - - Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio meyakini bahwa komposisi pebalap dan tim MotoGP 2017 terjadi berdasarkan performa mereka pada tahun 2015, bukannya musim 2016. Hal ini disampaikan mantan manajer tim Yamaha Factory Racing tersebut kepada Autosport.
Pengumuman perpanjangan kontrak Valentino Rossi dan Yamaha pada pertengahan Maret, membuat Jorge Lorenzo merasa harus mengambil sikap tegas atas tawaran Ducati. Perpindahan Lorenzo pun diumumkan pada pertengahan April, hingga semua tim harus bergerak cepat dalam menggaet pebalap yang mereka inginkan.
Hengkangnya Lorenzo memaksa Yamaha cepat-cepat merayu Maverick Vinales untuk meninggalkan Suzuki, yang pada akhirnya berhasil. Brivio dan Suzuki memaklumi keputusan Vinales ini, meski merasa kecewa karena Suzuki mengalami situasi sulit dalam meneruskan proses pengembangan.
Kami berada dalam situasi yang tak biasa, di mana kami merupakan tim baru, dan dikarenakan perpindahan pebalap, ada satu kursi kosong di Yamaha. Mack memutuskan untuk mengisinya, dan saya dapat memaklumi. Kami memang sedikit rugi, karena masih terlalu dini menunjukkan potensi, dan ini baru musim kedua kami, ujar Brivio.
Silly season MotoGP biasanya baru terjadi di pertengahan musim, dan berakhir pada sekitar bulan September. Meski begitu, mayoritas pebalap telah mengantongi kontrak baru pada bulan Mei. Brivio pun yakin line up MotoGP 2017 tidaklah murni ditentukan oleh performa mereka sepanjang 2016.
Silly season yang dimulai terlalu awal membuat semua orang terpaksa mengambil keputusan berdasar performa 2015. Ini karena semua terjadi begitu dini, dan Anda hanya bisa menilai dari apa yang sudah ada. Semua orang sudah mengambil keputusan pada bulan Mei, dan kala itu musim baru berjalan lima seri, pungkas Brivio.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







