LCR Honda: Takaaki Nakagami Lebih Woles dari Para Rider Jepang Era 1990an
Anindhya Danartikanya | 22 Desember 2020 13:12
Bola.net - Manajer Tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, sudah nyaris 30 tahun malang melintang di paddock MotoGP, baik sebagai pembalap maupun sebagai pemimpin tim. Atas alasan ini, ia pun bisa menilai bahwa sang pembalap, Takaaki Nakagami, punya karakter yang berbeda dari para rider Jepang dari era 1990an.
Cecchinello menjadi pembalap aktif, terutama di kelas GP125 pada 1993-2003. Mengingat para rider Jepang sempat memenuhi grid Grand Prix di era 1990an dan awal 2000an, Cecchinello pun tahu benar etos kerja mereka, termasuk sang tandem yang juga pembalap legendaris, Noboru 'Nobby' Ueda.
"Saya pernah bertandem dengan Nobby. Ia rekan setim yang fantastis dan rider yang hebat. Nobby, dan para rider Jepang Honda pada era 1990an dan awal 2000an, adalah pembalap yang sangat agresif. Mereka semua memang begitu, dan sangat kuat. Tak kenal takut," tutur Cecchinello via rilis resmi tim pada Kamis (17/12/2020).
Para Rider Jepang Dikenal 'Siap Mati'

Rider Jepang lain yang membuat paddock MotoGP kagum dan mendapatkan rasa hormati tinggi berkat kerja keras mereka pada era 1990an dan awal 2000an adalah Haruchika Aoki, Norifumi 'Norick' Abe, Tadayuki 'Taddy' Okada, Tetsuya Harada, Kazuto Sakata, Tohru Ukawa, Noriyuki Haga, Makoto Tamada, Shinya Nakano, dan mendiang Daijiro Kato.
"Mereka punya mentalitas Samurai atau Kamikaze. Saya rasa poin terkuat para rider Jepang dibanding para rider negeri barat adalah, ketika para rider Asia, terutama dari Jepang, sudah fokus pada satu target, mereka sangat berkomitmen. Mereka membidik target dengan mentalitas yang sangat kuat, bahkan siap mati demi meraihnya. Ini pelajaran berharga bagi saya," ujar Cecchinello.
Uniknya, hampir dua dekade setelah ia bertandem dengan Ueda, Cecchinello menaungi Nakagami di MotoGP sejak 2018. Pria asal Italia ini pun mengakui bahwa Nakagami cukup berbeda dengan para rider Jepang di atas, dan punya cara kerja dan pendekatan yang lebih tenang dalam meraih hasil baik.
Lebih Tenang, Tapi Juga Berkomitmen Tinggi
Menurut Cecchinello, Nakagami tak punya gaya balap yang meledak-ledak dan agresif seperti para seniornya, dan bekerja dengan timnya dengan cara yang lebih 'woles'. Meski begitu, Cecchinello sama sekali tak meragukan komitmen dan motivasi rider berusia 28 tahun tersebut.
"Taka lebih tenang ketimbang para rider Jepang dari era 1990an. Ia lebih pragmatis, namun jelas sangat berkomitmen, fokus, dan punya motivasi tinggi. Motivasi Taka adalah kunci penting. Ia menghabiskan banyak waktu di garasi kami, dan saya rasa ini sangat positif, karena hanya dengan bekerja seperti maniak Anda bisa membuat perbedaan di MotoGP," pungkasnya.
Tahun depan, Nakagami akan bertahan di LCR Honda, namun untuk pertama kalinya ia akan mendapatkan motor RC213V spek pabrikan terbaru, seperti tandem barunya nanti, Alex Marquez.
Sumber: LCR Honda
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
Karakter Blak-blakan, Cal Crutchlow 'Bodo Amat' Dicap Arogan
Luca Marini Senang Enea Bastianini-Jorge Martin Juga Bela Ducati di MotoGP 2021
Covid-19 Bikin Franco Morbidelli Batal Dapat Motor Yamaha Pabrikan
Tito Rabat Resmi Pindah ke WorldSBK 2021 Bareng Barni Racing Team
Galang Hendra Pratama Resmi Pindah ke Ten Kate Yamaha di WorldSSP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




