Loeb Incar Gelar di Tanah Kelahiran
Editor Bolanet | 1 Oktober 2010 13:25
Pereli Citroen itu harus bekerja keras dan menunggu setelah dua minggu lalu ia hanya berada di urutan kelima dalam Reli Jepang, yang dimenangi rekan senegaranya Sebastien Ogier.
Tetapi pereli berusia 36 tahun itu menyatakan akan berusaha memenangi perlombaan putaran ke-11 dari 13 seri Kejuaraan Dunia yang diadakan musim ini.
Loeb memimpin Ogier dengan 43 poin memasuki tiga putaran akhir musim ini, sedangkan pereli Finlandia Jari-Matti Latvala terpaut 26 poin dan ia mengatakan tetap fokus dengan pekerjaannya menjelang klimaks lomba musim ini.
"Saya harus bersiap menghadapi perlombaan mendatang dan semua peserta juga pasti bersiap," kata Loeb, setelah pereli Norwegia Petter Solberg tampil tercepat dalam latihan (shakedown) Kamis di cuaca dingin, menjelang lomba 20 lintasan khusus (SS), Jumat.
"Saya harus mencoba yang terbaik," kata pereli itu, yang datang dari Haguenau, sekitar satu jam perjalanan mobil ke tempat perlombaan di kawasan Timurlaut Prancis, di perbatasan dengan Jerman.
"Tentu saja saya merasa hebat berada di kandang sendiri. Tapi saya harus mempersiapkan lomba dengan bagus dan melupakan sesaat bahwa saya sedang berada di tanah kelahiran saya," katanya.
"Lintasan spesial amat keras dan cepat. Lintasan itu dari aspal. berbeda dari lintasan lain yang kami lewati selama ini," katanya.
"Lintasan itu juga amat licin, lebih cepat dari lintasan awal di negara lain," katanya.
Namun Loeb tidak kalah dalam lomba di lintasan aspal selama lima tahun ini dan ia merasakan pengalaman itu membuatnya memiliki rasa percaya diri lebih besar.
"Saya berharap dapat melaluinya dengan bagus seperti selama ini, tidak tergelincir seperti yang saya alami di Jepang," katanya.
"Di bagian lain lintasan bagus dan menarik tetapi jangan sampai melakukan kesalahan. Ada malah lintasan yang bisa dilewati dengan kecepatan 200 kilometer per jam," ujarnya.
"Saya memperhitungkan lebih baik hujan tidak turun, atau jangan terlalu banyak, karena bila hujan bisa berbahaya mengembangkan kecepatan sebab lintasan akan berlumpur. Tapi reli ini sangat menantang," katanya.
Loeb, tercepat keenam dalam "shakedown", memenangi lomba di tempat itu pada 2003 tetapi mengatakan "banyak elemen baru dalam lomba itu" sehingga menyebabkan perlombaan pasti akan berbeda. (ant/cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












