Lorenzo: Begitu Banyak Drama, Gelar 2015 Terberat
Editor Bolanet | 30 Desember 2015 15:00
Bola.net -
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo menyatakan bahwa musim 2015 merupakan musim terberat yang pernah ia jalani selama berkarir di Grand Prix, mengingat begitu banyak tekanan dan drama yang terjadi sepanjang tahun, demikian yang dilansir oleh Motorsport Total.
Lorenzo mengalami paceklik podium di tiga seri pertama akibat masalah helm, penyakit bronkitis dan salah memilih ban, namun mendominasi di empat seri berikutnya. Meski secara perlahan mengejar ketertinggalan dari Valentino Rossi, ia sempat terpuruk di Inggris akibat hujan dan terjatuh di San Marino.
"Tiga seri pertama bagai mimpi buruk. Kami punya potensi tapi selalu bermasalah. Sudah tak naik podium, tertinggal 29 poin pula. Tapi kami menang di Jerez, dan bisa meraih empat kemenangan beruntun. Setelah itu, kadang saya podium, kadang tidak. Silverstone dan Misano begitu berat, saya tertinggal lagi. Tapi untungnya saya bisa kembali mengejar di seri-seri terakhir," ujarnya.
Dengan segala kontroversi yang ada di antara dirinya, Rossi dan Marc Marquez, Lorenzo merasa mentalnya kerap terkuras demi merebut gelar dunia yang kelima. Momen-momen berat inipun membuat dirinya kian bangga setelah berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2015.
"Musim ini begitu banyak drama, tapi gelar dunia akhirnya jatuh ke tangan kami. Saya sangat bangga, karena musim ini begitu berat. Mungkin musim ini adalah yang tersulit dalam karir saya, karena ada banyak tekanan dan ketegangan," pungkas Por Fuera.
(kpl/kny)
Lorenzo mengalami paceklik podium di tiga seri pertama akibat masalah helm, penyakit bronkitis dan salah memilih ban, namun mendominasi di empat seri berikutnya. Meski secara perlahan mengejar ketertinggalan dari Valentino Rossi, ia sempat terpuruk di Inggris akibat hujan dan terjatuh di San Marino.
"Tiga seri pertama bagai mimpi buruk. Kami punya potensi tapi selalu bermasalah. Sudah tak naik podium, tertinggal 29 poin pula. Tapi kami menang di Jerez, dan bisa meraih empat kemenangan beruntun. Setelah itu, kadang saya podium, kadang tidak. Silverstone dan Misano begitu berat, saya tertinggal lagi. Tapi untungnya saya bisa kembali mengejar di seri-seri terakhir," ujarnya.
Dengan segala kontroversi yang ada di antara dirinya, Rossi dan Marc Marquez, Lorenzo merasa mentalnya kerap terkuras demi merebut gelar dunia yang kelima. Momen-momen berat inipun membuat dirinya kian bangga setelah berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2015.
"Musim ini begitu banyak drama, tapi gelar dunia akhirnya jatuh ke tangan kami. Saya sangat bangga, karena musim ini begitu berat. Mungkin musim ini adalah yang tersulit dalam karir saya, karena ada banyak tekanan dan ketegangan," pungkas Por Fuera.
(kpl/kny)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

















