'Lorenzo-Rossi Layak Juara, Sayang Cuma Satu yang Menang'
Editor Bolanet | 1 Januari 2016 17:30
Bola.net -
Juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden meyakini duet Movistar Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sama-sama layak menjadi juara dunia musim 2015, karena keduanya memiliki kekuatan berimbang saat bertarung sepanjang tahun.
Rossi yang memimpin klasemen pebalap sejak awal musim, konsisten meraih poin dan terus finis di posisi lima besar dengan mengoleksi 15 podium. Sayang, gelar melayang ke tangan Lorenzo, yang mengoleksi tujuh kemenangan, yang empat di antaranya diraih secara beruntun.
"Jorge dan Vale menyajikan pertarungan luar biasa. Sangat disayangkan salah satu harus kalah, karena sejatinya keduanya sama-sama layak menjadi juara. Tapi sebagaimana kejuaraan ini bekerja, hanya ada satu yang bisa meraih mahkota," ujar Hayden kepada Speedweek.
Hayden sendiri mulai tahun 2016 bakal hijrah ke World SBK di bawah naungan Ten Kate Honda. Ia akan mengendarai CBR1000RR Fireblade SP, bertandem dengan pebalap muda asal Belanda sekaligus juara World Supersport 2014, Michael van der Mark.
"Pertarungan mereka begitu berimbang, karena mereka berada di tim yang sama dan mengendarai motor yang sama. Jorge punya kecepatan, Vale merasa 2015 adalah tahunnya. Jorge lebih cepat, Vale selalu menemukan cara untuk meraih poin dan memanfaatkan pengalamannya," tutup Hayden.
(kpl/kny)
Rossi yang memimpin klasemen pebalap sejak awal musim, konsisten meraih poin dan terus finis di posisi lima besar dengan mengoleksi 15 podium. Sayang, gelar melayang ke tangan Lorenzo, yang mengoleksi tujuh kemenangan, yang empat di antaranya diraih secara beruntun.
"Jorge dan Vale menyajikan pertarungan luar biasa. Sangat disayangkan salah satu harus kalah, karena sejatinya keduanya sama-sama layak menjadi juara. Tapi sebagaimana kejuaraan ini bekerja, hanya ada satu yang bisa meraih mahkota," ujar Hayden kepada Speedweek.
Hayden sendiri mulai tahun 2016 bakal hijrah ke World SBK di bawah naungan Ten Kate Honda. Ia akan mengendarai CBR1000RR Fireblade SP, bertandem dengan pebalap muda asal Belanda sekaligus juara World Supersport 2014, Michael van der Mark.
"Pertarungan mereka begitu berimbang, karena mereka berada di tim yang sama dan mengendarai motor yang sama. Jorge punya kecepatan, Vale merasa 2015 adalah tahunnya. Jorge lebih cepat, Vale selalu menemukan cara untuk meraih poin dan memanfaatkan pengalamannya," tutup Hayden.
(kpl/kny)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34



















