Marc Marquez Gerah Lihat Banyak Rivalnya Digaji Rendah: Ini Tidak Adil!
Anindhya Danartikanya | 18 Juli 2022 16:16
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, gerah melihat beberapa rivalnya mendapatkan gaji rendah dari yang selayaknya di MotoGP. Padahal, mereka juga berlaga dalam bahaya yang sama dengan para rider yang digaji tinggi. Atas alasan inilah, para pembalap bertekad membentuk asosiasi yang bisa melindungi hak-hak mereka.
Topik soal gaji minimum ini memanas dalam rapat Safety Commission di Le Mans, Prancis. Para rider MotoGP naik pitam melihat Speed Up Racing Moto2, mendepak Romano Fenati usai lima seri. Mereka makin jengkel karena ini bukan pertama kali Speed Up melakukannya, karena Axel Bassani, Danny Kent, dan Yari Montella bernasib sama.
Selain merasa kontrak mereka bisa tak ditaati oleh tim kapan saja, para rider MotoGP mendapati beberapa rival mereka digaji sangat rendah, terutama para pembalap muda. Mereka pun berniat membentuk asosiasi pembalap, seperti GPDA (Grand Prix Driver Association) seperti di Formula 1 yang dipimpin eks pembalap F1, Alex Wurz.
MotoGP Harus Melawan Gaji Rendah

"Hal ini harus diurus seseorang yang tidak balapan. Kami sudah membicarakannya di Safety Commission. Beberapa pembalap jelas balapan dengan gaji yang sangat rendah. Tidak adil rasanya melihat beberapa rider MotoGP berkendara hanya untuk jumlah uang yang kecil," ujar Marquez kepada Motorsport Total, Senin (11/7/2022).
Marquez sendiri mendapatkan gaji EUR 13 juta per musim dari Honda, dan ini belum termasuk bonus dan bayaran dari sponsor. Di lain sisi, para rivalnya, terutama yang masih muda, memiliki angka gaji yang sangat jauh. Fabio Quartararo bahkan dikabarkan hanya dapat EUR 80.000 per musim saat menjalani debutnya di MotoGP 2019.
"Saya jelas salah satu orang yang mendapatkan bayaran paling tinggi. Namun, sayalah yang mengatakan sesuatu untuk melawan gaji rendah, karena saya merasa ini tidak adil. Saya dengar beberapa rumor (soal gaji rival). Padahal, sejatinya kita semua tahu berapa yang layak didapatkan para rider," lanjut Marquez.
Olahraga yang Berbahaya

Marquez menyatakan para rider MotoGP berhak dapat gaji layak karena olahraga mereka berbahaya. "Kami harus melakukan sesuatu, karena kami melaju dengan kecepatan 350 km/jam. Saya bukan orang yang seharusnya mengurus ini semua. Tapi jelas saya akan mendukung semua pembalap karena saya memahami situasinya.
Rider Aprilia Racing, Aleix Espargaro, juga mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, usaha keras pembalap sudah selayaknya dihargai dengan pantas. Ia juga menyebut ada ketimpangan antara gaji yang diterima para pembalap tim pabrikan dan satelit. "Kami membicarakan gaji minimum karena hal ini tak memengaruhi kinerja," ucapnya.
"Para rider tim pabrikan punya gaji tinggi. Namun, para rider tim pabrikan, mereka kan juga mengambil risiko yang sama. Anda harus menghormati mereka juga. Semua orang di Safety Commission marah karena seorang rider didepak di Moto2. Kami tidak punya proteksi," pungkas Espargaro.
Sebagai catatan, pesepak bola Argentina, Lionel Messi, merupakan atlet dengan bayaran tertinggi pada 2022 menurut daftar Forbes. Ia menerima bayaran sekitar USD 130 juta. Atlet motorsport dengan bayaran tertinggi adalah Lewis Hamilton (Formula 1) di peringkat 17 dengan angka USD 65 juta.
Sumber: Motorsport Total
Baca juga:
- Ducati Tak Tutup Kans VR46 Pindah ke Yamaha di MotoGP 2023
- Evaluasi Mendalam, Honda Ingin Hati-Hati Sebelum Gaet Ai Ogura di MotoGP 2023
- Tak Puas Tugas Baru di Alpine, Davide Brivio Gantikan Alberto Puig di Repsol Honda?
- Ogah ke WorldSBK Tanpa Tim Oke, Andrea Dovizioso: Mending Seru-seruan di Motocross
- Aleix Espargaro: Maverick Vinales Rider Tangguh, Bantuannya Penting demi Juarai MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
LATEST UPDATE
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Liga Italia 21 Januari 2026, 08:48
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







