Max Verstappen Kritik Formula 1: Lebih Pentingkan Penalti daripada Kompetisi
Anindhya Danartikanya | 6 Desember 2021 12:03
Bola.net - Pembalap Red Bull Racing Honda, Max Verstappen, mengkritik Formula 1, yang ia nilai lebih mementingkan penalti untuk membuat balapan lebih seru ketimbang mengutamakan kompetisi. Hal ini ia katakan usai dapat tiga penalti berbeda setelah finis kedua dalam GP Arab Saudi di Sirkuit Jeddah, Senin (6/12/2021) dini hari WIB.
Penalti pertama yang didapat Verstappen adalah hukuman 5 detik, usai FIA Stewards menilainya mengambil untung saat keluar trek di Tikungan 1 akibat berduel wheel-to-wheel dengan tujuh kali juara dunia dari Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton. Namun, ketegangan antara kedua pembalap tak berhenti di situ.
Demi menghindari penalti, Verstappen diperintahkan kembali menyerahkan pimpinan balap kepada Hamilton. Pada Lap 37, Verstappen menuruti permintaan itu, melamban di Tikungan 27 dan memberi ruang kepada Hamilton dengan melaju ke sisi kanan. Nyatanya, Hamilton malah menabrak bagian belakang mobil Verstappen.
Usai balapan berakhir, di mana Hamilton dan Verstappen finis 1-2, FIA Stewards memanggil keduanya untuk melakukan investigasi. Verstappen mengaku sudah berupaya melamban dan membiarkan Hamilton lewat, namun Hamilton tak menyadari bahwa aksi itu dilakukan Verstappen demi membiarkannya menyalip.
'Ini Bukan Formula 1'

Meski begitu, FIA Stewards akhirnya menjatuhkan hukuman mundur 10 detik kepada Verstappen, usai menilai pembalap Belanda itu 'mengerem secara tiba-tiba (69 bar) dan melakukannya secara signifikan, menghasilkan deselerasi sebesar 24G', yakni aksi yang dinilai sebagai penyebab utama tabrakannya dengan Hamilton.
Untung bagi Verstappen, hukuman itu tak mengubah posisi finisnya. Namun, ia juga dapat 2 poin penalti pada lisensi balapnya. "Untungnya para penggemar punya pikiran yang jelas soal balapan, karena apa yang terjadi hari ini sulit dipercaya," tuturnya di radio saat dinyatakan sebagai Driver of The Day, seperti yang dikutip Crash.net.
"Saya hanya mencoba menjalani balapan, tapi olahraga ini pada masa sekarang lebih cenderung soal penalti ketimbang kompetisi. Bagi saya, ini bukan F1. Tapi setidaknya para penggemar menikmatinya. Saya sudah mengerahkan segalanya, namun jelas tak cukup cepat. Tapi saya tetap senang finis kedua," lanjut Verstappen.
Tegaskan Sudah Beri Ruang kepada Lewis Hamilton
Verstappen juga menegaskan sudah mencoba memberi Hamilton ruang untuk menyalip. "Saya sudah melamban. Saya ingin membiarkannya lewat, jadi saya melaju di sisi kanan. Tapi ia tak mau menyalip dan kami bersenggolan. Saya tak paham betul soal apa yang terjadi. Banyak hal yang tak saya sepakati terjadi, namun beginilah adanya," tuturnya.
Dengan hasil ini, Verstappen dan Hamilton sama-sama mengoleksi 369,5 poin menjelang seri penutup di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, 10-12 Desember nanti. Namun, Verstappen masih berada di puncak klasemen karena jumlah kemenangannya lebih banyak dari Hamilton.
"Setidaknya saya sudah berusaha di trek, mengerahkan segalanya. Saya tak yakin apakah ban saya bisa tahan sampai akhir. Saya rasa ban saya oke untuk awal pada stint terakhir. Tapi ban saya berkurang menjelang finis. Bagaimanapun, saya tetap finis kedua," pungkasnya.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Max Verstappen Dijatuhi Hukuman 10 Detik di F1 GP Jeddah, Dapat 2 Poin Penalti
- Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Arab Saudi di Jeddah
- Hasil Balap Formula 1 GP Jeddah: Lewis Hamilton Rebut Kemenangan
- Valentino Rossi/Luca Marini Sabet Gelar Ketiga La 100km dei Campioni 2021
- Jack Miller Sabet Podium di ASBK 'The Bend' 2021, Tekad Comeback pada 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




