'MotoGP Kebanyakan Elektronik Seperti Formula 1, Susah Tentukan Pembalap Terbaik'
Anindhya Danartikanya | 7 Mei 2021 13:26
Bola.net - Empat kali juara WorldSBK, Carl Fogarty, mengaku sangat senang melihat level persaingan MotoGP yang sangat tinggi dan semakin sulit diprediksi. Namun, ia yakin, level yang tinggi ini bukan karena para pembalapnya punya kemampuan yang setara, melainkan karena teknologi motor-motor MotoGP yang jadi terlalu canggih.
Sejak Michelin menjadi suplier tunggal ban MotoGP dan adanya penyeragaman sistem elektronik (ECU) pada 2016, kejuaraan ini memang menjadi sangat sengit, walau Marc Marquez beberapa kali merebut gelar dunia dengan cara dominan. Pada 2016 dan 2020, bahkan terdapat sembilan pembalap berbeda yang mampu meraih kemenangan.
Fogarty pun mengaku takjub saat menonton MotoGP Doha, Qatar, pada awal April, di mana 10 pembalap pertama hanya dipisahkan jarak 5,382 detik dan 15 rider pertama hanya dipisahkan jarak 8,928 detik. Hasil ini otomatis membuat MotoGP Doha menjadi balapan tersengit dalam sejarah kelas tertinggi Grand Prix.
Talenta Murni Pembalap Jadi Sulit Dilihat

"Hal yang paling bikin saya takjub pada balapan-balapan MotoGP adalah 15 pembalap hanya dipisahkan lima detik. Komentator sangat heboh mengomentari pertunjukannya, tapi apakah ini pertunjukan yang memang diinginkan penggemar? Saya rasa ini lebih ke soal level performa," ujar Fogarty via MOW Magazine, Minggu (2/5/2021).
'Performa' yang dimaksud Foggy bukanlah performa rider, melainkan performa motor. Senada dengan Casey Stoner yang belakangan menyatakan opininya lewat Road Racing World, Fogarty menyebut MotoGP kini terlalu banyak memiliki elektronik di sana-sini, dan teknologinya kelewat canggih. Alhasil, talenta alami rider menjadi semu.
"Level teknologi dan elektronik MotoGP sangat tinggi, sampai sulit memahami kemampuan murni pembalapnya. Andai semua elektronik dicabut, jelas akan lebih banyak kecelakaan. Namun, pasti akan ada margin 1-2 menit di antara para rider, dan beberapa di antara mereka akan membuat perbedaan," ungkapnya.
MotoGP Kini Makin Mirip Formula 1

Fogarty pun tak malu-malu menyebut MotoGP kini jadi semakin mirip dengan Formula 1, di mana teknologi mobil menjadi faktor utama dalam kesuksesan sebuah tim, bukan kemampuan berkendara para pembalapnya. Elektronik dinilai Fogarty juga bikin para rider MotoGP sulit memperlihatkan gaya balapnya yang unik.
"MotoGP menuju ke arah F1. Elektroniknya terlalu canggih sampai Anda takkan lagi bisa melihat ban belakang para rider selip. Kadang, saya nonton balapan MotoGP dan bertanya-tanya: siapa pembalap terbaik di sini?" ungkap pria asal Inggris ini, yang juga beberapa kali pernah turun di GP500.
"Seperti F1, MotoGP kini jadi soal motor terbaik, tim terbaik, dan strategi terbaik untuk menang, bukannya pembalap yang berkendara mengatasi masalah-masalah yang ada. Pada zaman saya, pergelangan tangan lah yang berfungsi sebagai elektronik!" pungkas Fogarty, yang juga merupakan legenda Ducati ini.
Sumber: MOW Magazine
Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021
Baca Juga:
Gara-Gara Fabio Quartararo, Jack Miller Menolak 'Shoey' di Podium MotoGP
Pecco Bagnaia Sebut Haters Bakal Bikin Valentino Rossi Kembali Kuat
Pecco Bagnaia Sedih Dirinya dan Jack Miller Sempat Diragukan Publik Italia
Ducati: Kemenangan Perdana Pecco Bagnaia Hanya Soal Waktu
Fabio Quartararo: Rasa 'Lapar' Lewis Hamilton Menginspirasi Semua Atlet
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



