MotoGP Loloskan Marquez dari Hukuman
Editor Bolanet | 18 Mei 2013 09:00
- Debutan Repsol Honda, Marc Marquez akhirnya dinyatakan lolos dari hukuman atas manuver agresif terhadap Jorge Lorenzo di Jerez, Spanyol dua pekan lalu. Insiden itu membuat Lorenzo harus puas finis ketiga dan merelakan Marquez merebut posisi finis kedua.
Dalam pertemuannya dengan para pebalap dan Race Direction (pengawas balap) di MotoGP Perancis hari Kamis (16/5), Lorenzo kembali menegaskan pendapatnya bahwa Marquez seharusnya dijatuhi hukuman atas manuver tersebut.
Sistem hukuman pengurangan poin mulai diperkenalkan musim ini di kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3. Hukuman ini dijatuhkan apabila seorang pebalap dinilai membahayakan pebalap lain.
Meski begitu, Race Direction yang terdiri dari sang ketua, Mike Webb serta dua Penasehat Keselamatan MotoGP, Loris Capirossi dan Franco Uncini, berpendapat bahwa manuver Marquez tidak berbahaya.
Semua pihak setuju bahwa itu hanya insiden balap biasa. Kami telah melakukan evaluasi dari segala sudut, termasuk dari kamera helikopter. Insiden itu terjadi di lap terakhir dan tikungan terakhir, yakni insiden yang sudah kita lihat berulang kali di masa lalu, tutur Webb. Jika insiden ini terjadi dalam latihan bebas, maka penalti bisa dijatuhkan, namun ini terjadi di lap terakhir balapan.
Webb pun menyadari bahwa Lorenzo dan Yamaha Factory Racing merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh Race Direction.
Sangat jelas bahwa Jorge kecewa dan tidak setuju atas keputusan kami. Saya menghormati pendapatnya dan saya tahu ia akan berseberangan dengan pendapat kami dan Marc. Saya tidak menerima protes dari Yamaha, namun saya sangat paham bahwa mereka kecewa, tutupnya.
Sejatinya, Marquez bukan orang asing lagi di 'kantor' Race Direction. Selama membalap di kelas yang lebih rendah, ia berulang kali dihukum menjalani start dari posisi paling buncit karena gaya balapnya yang dianggap berbahaya. (mcn/kny)
Dalam pertemuannya dengan para pebalap dan Race Direction (pengawas balap) di MotoGP Perancis hari Kamis (16/5), Lorenzo kembali menegaskan pendapatnya bahwa Marquez seharusnya dijatuhi hukuman atas manuver tersebut.
Sistem hukuman pengurangan poin mulai diperkenalkan musim ini di kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3. Hukuman ini dijatuhkan apabila seorang pebalap dinilai membahayakan pebalap lain.
Meski begitu, Race Direction yang terdiri dari sang ketua, Mike Webb serta dua Penasehat Keselamatan MotoGP, Loris Capirossi dan Franco Uncini, berpendapat bahwa manuver Marquez tidak berbahaya.
Semua pihak setuju bahwa itu hanya insiden balap biasa. Kami telah melakukan evaluasi dari segala sudut, termasuk dari kamera helikopter. Insiden itu terjadi di lap terakhir dan tikungan terakhir, yakni insiden yang sudah kita lihat berulang kali di masa lalu, tutur Webb. Jika insiden ini terjadi dalam latihan bebas, maka penalti bisa dijatuhkan, namun ini terjadi di lap terakhir balapan.
Webb pun menyadari bahwa Lorenzo dan Yamaha Factory Racing merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh Race Direction.
Sangat jelas bahwa Jorge kecewa dan tidak setuju atas keputusan kami. Saya menghormati pendapatnya dan saya tahu ia akan berseberangan dengan pendapat kami dan Marc. Saya tidak menerima protes dari Yamaha, namun saya sangat paham bahwa mereka kecewa, tutupnya.
Sejatinya, Marquez bukan orang asing lagi di 'kantor' Race Direction. Selama membalap di kelas yang lebih rendah, ia berulang kali dihukum menjalani start dari posisi paling buncit karena gaya balapnya yang dianggap berbahaya. (mcn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Motivasi Ekstra 2 Pilar Atletico Madrid di Semifinal Kontra Arsenal
Liga Champions 28 April 2026, 21:17
-
Julian Alvarez Diminati Arsenal, Diego Simeone Buka Suara Jelang Semifinal
Liga Champions 28 April 2026, 20:59
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Borneo FC 29 April 2026
Bola Indonesia 28 April 2026, 20:52
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persijap 29 April 2026
Bola Indonesia 28 April 2026, 20:39
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Madura United 29 April 2026
Bola Indonesia 28 April 2026, 20:25
-
Atletico Madrid vs Arsenal: Arteta Dituntut Kejam Atasi Krisis Lini Depan
Liga Champions 28 April 2026, 20:01
-
Casemiro Pergi, Carrick Belum Pasti, Man United Harus Hati-Hati
Liga Inggris 28 April 2026, 19:19
-
Live Streaming PSG vs Bayern - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Rekor yang Masih Bisa Dipecahkan atau Disamai Bayern Munchen Musim Ini
Editorial 28 April 2026, 14:07
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46













